Ex Bastard

Ex Bastard
EdAn Edward-Anina (5)


__ADS_3

Anina masih tak bisa keluar meski Edward sudah selesai makan, Anina benar benar terkurung disana.


Edward sialan dia bahkan tak segan mengganti pakaian di depan Anina, Anina berdiri frustasi "Apa mau kamu sebenarnya?" Edward tersenyum ini yang di tunggu.


"Ternyata kamu tak sabaran"


"Jangan basa basi"


"Baiklah.. Aku ingin Queen.." Anina mengerut kening.


"Apa?"


"Aku ingin pengakuan bahwa aku adalah ayah Queen" Anina menyemburkan tawanya.


"Ha.. ha.. ha.. apa kau gila pak


Edward, kau ingin pengakuan?" Anina memegang perutnya "Lucu sekali.." Edward menatap datar Anina yang menghentakkan kaki karna tak tahan terus tertawa, setelah beberapa saat Anina berhenti lalu wajahnya kembali menajam "Lalu siapa yang dulu tak mengakui.. kau lupa.. ah akan aku ingatkan"

__ADS_1


"Ehmmm .... Bagaimana bisa? kita hanya melakukannya satu kali.. tidak bisa, aku tidak bisa" Anina mempraktekkan cara bicara Edward.


"Kamu bahkan bilang akan menikah, ah.. dan yang lebih kejam lagi kamu menyuruhku menggugurkan nya, membunuh Queen bahkan saat dia masih dalam kandungan ku" Kata Anina penuh penekanan.


Deg..


Edward benar benar tersadar sekarang dirinya memang kejam.


"Kenapa...? baru ingat..jadi sebaiknya jangan bermimpi,pergi dari hidup kami dan jangan ganggu kami!"


"Maafkan aku.." Edward mendesah "Tapi aku yakin kamu tidak akan memaafkan ku jadi lupakan.." Anina melotot tajam.


"Begini saja,aku punya dua pilihan"


"Satu, kita menikah dan besarkan Queen sama sama"


"Dua , jika kamu tidak mau, maka aku akan mengajukan hak asuh ke pengadilan untuk merebut Queen dari kamu"

__ADS_1


"Gila kamu.. pertama aku gak sudi menikah sama bajingan kayak kamu.. kedua punya hak apa kamu, mau mengambil Queen dariku" Anina benar benar tak habis fikir, enak saja kemana dulu saat Anina meminta pertanggung jawaban lalu seenaknya sekarang dia datang dan mau mengambil Queen.


"Terserah, aku tak main main aku akan mengambil Queen" Edward tetap duduk tenang. "Dan kamu tau pasti siapa yang akan menang.." tentu saja siapa yang akan bisa menolak kekuatan uang, bahkan dalam satu hari hotel tempat kerja Anina sudah pindah kepemilikan menjadi milik Edward.


Anina tak bisa berkata kata dengan apa yang Edward katakan.. pria brengsek ini "Baik lakukan apa pun aku tak akan menyerah".


Edward terkekeh "Memang apa yang bisa kamu lakukan? berfikir untuk meminta bantuan Bagas.. dan merusak hubungan Bagas dengan Kanaya lagi"


Anina menelan ludahnya kasar, benar dulu dia melakukan kesalahan dengan melibatkan Bagas,apakah akan menjadi masalah jika dia minta bantuan Bagas lagi, Anina menggeleng tidak, Bagas dan Kanaya tak boleh tau, mereka akan menikah Anina tak ingin Kanaya salah faham dan merusak kembali hubungan mereka.


"Begitu kan yang kamu lakukan dulu" Benar Edward harus memblokir segala sesuatunya agar Anina tak bisa berkutik dan menurutinya, tak ada cara lain ia hanya ingin mendekap keduanya Queen dan Anina,karna sampai kapanpun Anina pasti tak akan mau menyerah, maka hanya cara keraslah yang bisa Edward tempuh.


Dia memang brengsek, namun Edward berjanji akan meluluhkan hati Anina nanti dan membahagiakannya, hanya saja ia tak percaya diri sekarang dan pasti jalannya tak mudah mengingat Anina yang membenci nya, mana mungkin Edward mengatakan jika dirinya jatuh cinta dengan cepat pada Anina, Anina tak akan percaya bukan?


Anina menunduk lesu, dia tak berdaya sekarang ia ingin menangis namun tak ingin terlihat lemah di depan Edward.


Sedangkan Edward menatap sendu Anina, Edward tau dirinya tengah menggores luka lagi pada Anina, dengan memaksanya menikah, namun Edward tak punya cara lain ia ingin memiliki keduanya.

__ADS_1


__ADS_2