Ex Bastard

Ex Bastard
Selalu tersembunyi


__ADS_3

Resepsi pernikahan diadakan dihotel yang sama saat akad berlangsung, dalam sekejap ruangan tadi berganti dekorasi.. menjadi lebih mewah.


Tamu undangan sudah mulai berdatangan semua relasi dari rekan bisnis Bagas dan Adam,juga rekan bisnis Azka memenuhi aula,para wartawan majalah bisnis siap menyorot siapa saja yang datang ke resepsi pernikahan Pebisnis Bagas Nandowijaya dengan putri keluarga Sadewo, Kanaya Prameswari Sadewo, mereka tak diizinkan masuk maka mereka hanya berada di depan hotel menunggu para tamu yang datang,melewati karpet merah, berbeda dengan acara akad yang diadakan tertutup hanya keluarga dan teman dekat,kini resepsinya lebih meriah.


Anina menghirup nafas nya gugup,Edward menghentikan mobilnya beberapa meter dari hotel.


Anina mengeryit mengapa Edward menghentikan mobilnya disini "Kamu turun duluan, aku menyusul, banyak wartawan aku gak mau kalau...."


"Aku ngerti.." Anina melepas sabuk pengaman lalu keluar dari mobil Edward dan berjalan beberapa meter menuju hotel.


Dalam mobil Edward mendesah lelah, ia terpaksa meminta Anina turun lebih dulu, ia tak ingin Anina dan Queen menjadi sorotan karna perceraiannya dengan Liza baru beberapa bulan dan jika ada pertanyaan tentang siapa Queen, Edward takut orang akan mengejek dan menjelekan Queen dan Anina, ia hanya ingin melindungi mereka, Edward harus mempersiapkan diri untuk kedepannya, agar tak ada gangguan lainnya, terlebih beberapa hari ini Liza kembali mengganggu nya,berbeda dengan pernikahan Anina dan Bagas yang di sembunyikan dan tak ada yang tau,Edward menikah dengan seorang model tentu saja mereka menjadi sorotan


Anina masuk bersama Queen melewati para wartawan dengan santai, tak ada yang menyorot karna memang dia bukan siapa siapa, lalu terlihat silau dari jepretan kamera yang di arahkan pada Edward, Anina sudah berada di depan pintu aula, berbalik melihat Edward yang sedang meladeni sedikit pertanyaan sambil tersenyum kecil,Anina mengerjap beberapa kali lalu melihat Queen yang sejak tadi memanggilnya "Mama, papa kok poto Tuinn endak?"


"Queen mau difoto?" Queen mengangguk.


"Boleh nanti foto sama Daddy dan Mom di dalem" pemandangan yang pertama ia lihat Bagas dan Kanaya yang berdiri berdampingan dengan wajah bahagia, Anina tersenyum lalu menghampiri Kanaya dan Bagas "Mau ngasih selamat lagi tapi tadi udah" Anina menyapa Kanaya "Cantik banget sih, ya kan Queen?"


"Mom, tantik tayak plinses.."

__ADS_1


"Makasih sayang.. kamu dateng sama siapa?"tanya nya pada Anina.


"Sama Edward..oh iya Queen katanya mau foto bareng mumpung belum terlalu banyak tamu" Anina mengeluarkan ponselnya,lalu meminta seorang pelayan memotret.


"Ayo Queen sama Daddy.." Bagas mengambil Queen sedangkan Anina berdiri disisi Kanaya.


"Siap ya 1, 2,3.. " klik Anina mengambil ponselnya dari pelayan tadi dan berterimakasih "Ya udah kita kebawah dulu ya!, sekali lagi selamat ya Ay, Gas.." Anina turun dari pelaminan. "Queen dada dulu sama mom, dad.."


"Dada mom, dad" Queen sudah mulai terbiasa dengan panggilan Bagas yang baru, karna dia punya papa Edward.


"Dah ,sayang.."


"Diluar banyak wartawan sayang..mungkin Anina gak mau di sorot.."


"Anina atau si brengsek itu gak mau orang tau kalau dia udah punya anak.." dengus Kanaya.


"Udah lah, katanya jangan campuri urusan Anina lagi.."


"Tapi lain ceritanya kalau si bajingan itu menyakiti Anina.. aku hajar dia"

__ADS_1


"Jika itu terjadi kita akan bawa Anina dan Queen pergi" Bagas menggenggam tangan Kanaya lalu mengelusnya "Sudah ya, ini hari bahagia kita jangan rusak dengan wajah cemberut kamu" Bagas mengelus pipi Kanaya,Kanaya pun tersenyum lalu mengangguk.


Queen merengek ingin bertemu Edward sedangkan Anina masih belum melihat Edward disekitar mereka, Anina menghela nafasnya berat.. Edward memintanya turun beberapa meter sebelum masuk hotel,mungkin ia takut namanya tercoreng, dan merusak karirnya karna memiliki anak sebelum menikah,apalagi ini terjadi sebelum Edward dan Liza menikah, masa bodoh Anina tak peduli, yang ia pedulikan perasaan Queen .. iya Queen.. ini yang Anina maksud takut terulang lagi, mengakui Queen sebagai anaknya di publik tak semudah itu, bagaimana mau punya keluarga yang seutuhnya lengkap, jika semuanya harus dirahasiakan.. tetap saja Queen tak kasat mata dari orang orang.. selalu tersembunyi, ah kenapa hatinya perih sekarang..."Queen mau puding gak?" bujuk Anina "Kita ambil puding yuk,atau mau coklat..banyak makanan loh.."


Berhasil Queen kembali diam, Anina membawa Queen ke stand makanan yang tersedia dan mengambil beberapa makanan,ia terlihat kerepotan dengan Queen yang berada di pangkuannya, ia menoleh mencari pelayan agar bisa membantunya..


"Boleh saya bantu nyonya?"


.


..


Cie... cie.. siapa yang nungguin MP nya BaKa?


(Bagas-Kanaya)


Kok EdAn terus sih yang diceritain?, Kanaya dan Bagas kan udah bahagia


, jadi sekarang tinggal cerita Anina. awalnya aku mau jadiin Anina piguran aja,abis cerai langsung ilang tapi difikir fikir kasian juga Queen gak punya bapak yang penting ini masih Ex Bastard kan, apa lagi Edward juga Bastard kanπŸ˜…

__ADS_1


Tapi tetep kok, Bagas ma Kanaya ada, semoga kalian gak bosen πŸ™


__ADS_2