
Kanaya pergi ke kantor Bagas untuk sarapan bersama, Kanaya sudah menyiapkan semuanya., sejak pagi ia disibukkan dengan mengemas makanan kesukaan Bagas kedalam kotak bekal, bukan masakan nya, karna Kanaya tidak bisa memasak, lebih tepatnya belum bisa karna ia baru akan belajar memasak dari Alyla.
Saat tiba di kantor Bagas, dirinya di sambut Roni yang akan mengantar ke ruangan Bagas, Roni sengaja menyambut Kanaya atas perintah Bagas ,semua karyawan membungkuk hormat pada Kanaya, siapa yang tak tau calon istri dari Bagaskara Nando Wijaya yang sudah diliput di berbagai media.
Roni mengantar hingga depan pintu, "Silahkan nona.."tangan Kanaya terulur untuk membuka pintu, namun terhenti saat mendengar percakapan tak biasa.
"Dimana anak ku? bagaimana bisa kamu menikah dengan wanita lain, lalu bagaimana dengan Anina?"
"Anak mu?" Bagas tertawa "Mengenai Anina aku pastikan dia baik baik saja, dan dia menerima pernikahan ku, bukan kah istri yang baik harus merelakan kebahagiaan suaminya, dan mengenai Queen dia anak ku Edward, hanya anak ku"
"Brengsek kau"
Brak..
Kanaya mendorong pintu dengan keras, sorot matanya menatap tajam pada dua pria yang kini sedang berdebat, Bagas melepaskan cengkraman Edward di leher nya, lalu segera menghampiri Kanaya "Sayang kamu sudah datang" Kanaya memang sudah mengatakan akan datang untuk sarapan bersama maka dari itu ia sengaja datang lebih awal.
"Ada apa ini?" tanya Kanaya yang menatap tajam kearah Bagas.
Bagas menghela nafasnya lalu berkata "Tidak ada" Bagas beralih menatap Edward "Pergilah aku tak ingin kamu mengganggu waktuku dengan calon istriku"
Edward mencebik, saat akan melewati Kanaya langkah Edward terhenti "Tunggu.." Kanaya mencekalnya.
"Kau Edward..?"
"Ya" Kanaya mendengus lalu dengan sekali gerakan Kanaya membalik Edward lalu dan mendaratkan tendangan di perut pria itu..
"Auuuuuhh" Bagas meringis melihat Edward yang tersungkur, gadisnya memang bar bar, tapi tak lama dia tersenyum.
"Apa yang kau.. lakukan" Edward merasakan perutnya seperti menciut.
"Dengar jangan coba coba mendekati Anina dan Queen lagi, jika tidak aku akan menendangmu tepat di burung mu itu, dasar penjahat kelamin, tidak tau malu." Kanaya tau orang yang bernama Edward adalah Ayah biologis Queen, namun tak menyangka jika dia berkesempatan menendang Edward.. rasakan.
__ADS_1
Roni yang tadi mengantar Kanaya masih berdiri di depan pintu dia hanya menelan ludahnya bagaimana rasanya jadi Edward, ia bergidik ingatkan dia untuk tak macam macam dengan calon nyonya nya itu.
"Roni, antar dia keluar sepertinya dia tak kuat berjalan" Roni pun memapah Edward untuk keluar dari ruangan Bagas.
Setelah Edward keluar barulah Bagas menyemburkan tawanya "Sayang kamu kuat sekali, tidak lihat wajah Edward memerah karna kesakitan"
"Aku akan lakukan itu sama kamu kalau kamu macam macam juga"
Bagas meringis "Tidak akan sayang, kamu bawa sarapannya" Bagas menggiring Kanaya menuju sofa.
"Mau apa dia kemari?" Tanya nya sambil meletakkan kotak makanan di atas meja.
"Menanyakan Anina, dan dia tak tau tentang perceraianku, maka dari itu ia menanyakan keberadaan Anina dan Queen" Bagas menarik Kanaya agar duduk di pangkuannya.
"Mau ku tendang seperti dia" Ancam nya saat tangan Bagas mulai nakal.
Bagas terkekeh, "Baiklah hanya peluk saja"
"Hmm.."
"Kamu tau dia dimana?"
"Hmm"
"Dimana?"
"Ditempat yang aman,yang tak terjangkau Edward"
"Kamu menyekapnya, menyembunyikan nya"
"Mana ada.. aku hanya memastikan dia aman, dia bahkan tak tau aku mengawasinya, tepatnya Roni yang meminta orang untuk mengawasinya"
__ADS_1
"Apa Roni menyukai Anina?" Bagas menggeleng."Kenapa dia menjaga Anina"
"Atas perintah ku,Jangan salah faham, aku hanya memastikan mereka baik baik saja aku hanya merasa bersalah pada Queen, sudah mengabaikannya" Bagas meletakkan dagu nya di pundak Kanaya.
"Hmmm... aku tau, ya sudah ayo makan" Kanaya akan bangun dari pangkuan Bagas, namun Bagas menahannya.
"Mau kemana? kamu marah?"
"Apaan sih Gas, aku mau makan kalau begini gimana makannya"
"Jangan marah, jika kamu minta aku berhenti aku akan berhenti dan gak akan peduli lagi pada Anina dan Queen"
Kanaya menghela nafasnya lalu berbalik menghadap Bagas, dan menangkup pipinya , "Gak masalah, aku justru senang jika mereka baik baik saja.. mmmh boleh aku ketemu Anina?"
"Kamu minta di cium ya?"Bukan menjawab Bagas malah bicara mesum, Posisi mereka saat ini Kanaya berada di pangkuan Bagas dan saling berhadapan tangan Kanaya yang menangkup pipinya.
Tangan Bagas bahkan sudah melingkar di pinggang Kanaya "Jangan mimpi.." Kanaya menjauhkan wajah Bagas"Gak ada lagi cium sebelum menikah" Bagas terkekeh.
"Baiklah,, kita akan temui Anina sebelum menikah" lalu dengan cepat Bagas mengecupi pipi Kanaya, tidak di bibir di pipi juga boleh.
"BAGAS..!!!"
_________
Ada yang baru,
Warning!! gak usah di baca!!
karna ini isinya ftv ikan terbang🤣
👇👇
__ADS_1