
Hari yang dinanti pun tiba, pernikahan Edward dan Anina digelar dengan meriah, atas perintah mami Edward, bahkan semua di lakukan secara kilat, bayangkan saja dalam satu minggu semuanya harus selesai.
Edward dan Anina sudah berdiri di pelaminan menyambut tamu, bahagia? tentu saja, Edward dan Anina tak henti tersenyum dengan perasaan masing masing,akad sudah terlaksana beberapa jam lalu dan berlangsung dengan khidmat, Anina bahkan meneteskan air matanya saat Edward memberikan janji dihadapan semua orang bahwa ia akan selalu membuatnya dan Queen bahagia.
Edward bahagia bahwa kini Anina telah menjadi miliknya seutuhnya.
Dan Anina yang merasa bahagia, dengan semua keinginannya yang terlaksana meski ia tak pernah meminta, dulu pernikahan nya dengan Bagas terjadi dengan terpaksa juga suasana yang dingin dan sendu karna Bagas yang tak perduli padanya, namun kini pesta yang begitu meriah, mertua yang menyayangi juga suami yang berada disisinya tak henti menggenggam tangannya, membuatnya merasa diinginkan dan dicintai.
Haruskah Anina masih ragu dengan hatinya? tidak Anina sudah tak ragu lagi pada Edward, meski ia masih belum mencintai Edward sepenuhnya, namun ia akan berusaha membuka hatinya dan menyambut cinta Edward.
"Selamat.." tidak sekali Kanaya mengucapkannya bahkan ia sudah hadir sejak akad tadi, namun Kanaya begitu bahagia untuk kebahagiaan Anina.
"Terimakasih.. hati hatilah.. ingat ada keponakan ku disini" Anina memperingati Kanaya yang begitu antusias, Kanaya dinyatakan hamil setelah satu bulan lalu menikah, Bagas memang tokcer bagai mana tidak hampir setiap hari mereka ber cinta, dan Kanaya tak berhenti bercerita pada Anina, yang terkadang membuat Anina malu sendiri.
"Aku lupa.."
Bagas juga tengah berbincang dengan Edward dengan membawa Queen di pangkuannya, Bagas juga sudah bilang akan menjaga Queen selama Edward dan Anina berbulan madu,meski Anina protes karna tak bisa jauh dari Queen, namun mami Edward juga mengatakan akan ikut menjaga cucunya jadi tak usah khawatirkan Queen, dan malah meminta Anina fokus saja untuk memberikannya cucu lagi.
Memikirkan itu Anina jadi berdebar sendiri bagaimana ia akan melakukan itu, ini adalah pengalaman pertamanya bahkan dulu ketika Edward melakukannya dirinya tak menyadarinya.
.
.
"Sudah siap semua sayang?" Anina meletakan kopernya dan Edward disudut ruangan.
__ADS_1
"Udah, mesti ya bulan madu?, aku gak bisa jauh dari Queen"
"Queen akan baik baik saja,dan lagi pula kita memang butuh waktu untuk berdua" Edward memeluk Anina dari belakang,tak ada penolakan lagi dari Anina, mungkin karna kini mereka sudah sah menjadi suami istri, pesta sudah selesai,dan rencana nya mereka akan langsung pergi bulan madu ke Bali, itu keinginan Anina, karna tak ingin pergi terlalu jauh, apalagi sampai keluar negeri.
Anina rasa Bali juga cukup indah, apalagi suasana pantainya, maka Edward sudah menyewa vila di tepian pantai untuk mereka tinggali selama lima hari kedepan.
"Aku tau, tapi tetep aja.. aku udah terbiasa pergi kemana mana sama Queen"
"Baiklah nanti kita rencanakan liburan bersama Queen, bagaimana?" Anina mengangguk.
"Ed..?"
"Hmm."
Edward membalik tubuh Anina hingga kini mereka saling berhadapan "Aku yang harus berterimakasih, karna kamu sudah mau memberi kesempatan untuk aku memperbaiki semuanya, aku yang berengsek ini sungguh beruntung mendapatkan kamu, juga Queen. maaf untuk semua yang terlewat dan yang kamu lalui dengan air mata, tapi aku berjanji mulai saat ini dan seterusnya hanya akan ada kebahagiaan"
Anina memeluk Edward lalu hanya mengangguk dan bersandar di dada Edward, tempat yang Anina rasa nyaman karna ia bisa merasakan denyut serta hangatnya jantung Edward.
Aku bahagia sungguh.
The end..
_____________
Mau MP yah...?
__ADS_1
mau tau dong gimana hot nya pak duda yang sudah pengalaman...🤭
.
.
.
.
.
Ditunggu ya.. di Extra part..😁, aku mau sibuk bikin kue lebaran dulu sekarang..😅
Terimakasih.. semua.. buat pembaca setia.🤗
boleh atuh..
Like
komen
vote..
Kopi... nya juga boleh sebelum bonus yang hot😁
__ADS_1