Ex Bastard

Ex Bastard
Baru menyadari


__ADS_3

Pesawat mendarat dalam waktu kurang lebih satu jam dua puluh menit dan rupanya semua anggota keluarga sudah berada di Bali.


Kini mereka tinggal menunggu Queen dan Raja.


Menggunakan taksi yang langsung mengantar mereka ke sebuah vila milik keluarga Sadewo, Queen dan Raja di sambut seluruh keluarga "Ahhhh... Queen mama rindu" Anina memeluk Queen dengan erat.


"Aku juga," Queen mencium kedua pipi Anina dan memeluk nya kembali, lalu beralih ke Edward "Papa Queen kangen papa.." Queen bahkan hampir menangis saat memeluk Edward.


"Papa hampir mati karna rindu sayang"


"Ishhh manja.." Jovan mencebik..


"Biarin.." Queen memeletkan lidahnya "Bilang aja sirik.."


"Isshh ogah deh,kakak gak malu apa udah gede masih begitu,manja,manja,manja" ledek Jovan.


"Ihh... papa Jo ngeledek aku" rengek nya..


"Jo..!"


"Iya, iya anak kesayangan"


"Kak, Queen" Nathan dan Nala juga menyapa dan memeluk Queen.


"Oh,, adik kembar kakak yang paling manis, kalian apa kabar?"


"Kami baik" namun Queen cukup peka, melihat raut si kembar yang tak terlalu bersemangat.


"Hey ada apa?" Nathan dan Nala menggeleng.

__ADS_1


"Baiklah kalau gak mau cerita sekarang tapi nanti harus cerita sama kakak" Nathan dan Nala kompak mengangguk.


Queen dan Raja menghampiri satu persatu anggota keluarga meluapkan rasa rindu mereka.


Raja memperhatikan tingkah Queen yang berubah drastis saat bersama keluarganya, dan berubah manja, namun bibirnya tersenyum saat melihat Queen mencebik dan mendengus ke arah Jovan.


Terlihat lucu..


"Kamu apa kabar" sapa Anina.


"Baik ma" Raja memberikan salam pada Anina.


"Queen gak ngerepotin kamu kan selama di Yogya?"


"Gak kok ma" Raja meringis justru awal awal dirinyalah yang membuat Queen repot dengan memberikan pekerjaan rumah, Anina dan Raja tengah memperhatikan Queen yang masih bergelayut manja pada Edward.


Raja mendengarkan 'Ah,, begitu rupanya' selama ini Raja memang menganggap dan melihat Queen gadis yang manja dan kekanakkan, namun ia menyadari setelah menikah Queen bahkan tak pernah merengek padanya seperti yang selalu dilakukan Queen di hadapan Edward.


"Sama seperti kamu kan? Queen juga sempat di abaikan dan tak di akui oleh papanya, ya..meski kisahnya tak se extrim kamu, tapi Queen selalu merasa nasibnya sama seperti kamu di masa kecil, dan itu juga yang membuatnya menumbuhkan kekagumannya sama kamu sejak tau cerita hidup kamu"


Raja jadi merasa bersalah pernah mengatakan Queen si gadis manja dan tukang buat masalah, rupanya Queen memang pintar menempatkan dirinya di setiap situasi, termasuk jika sedang bersama Rona yang termasuk teman sebayanya, seperti sekarang terlihat Queen yang sedang bercanda dengan Rona terlihat lebih dewasa di banding saat bersama Edward.


Raja baru menyadarinya sekarang..


Suasana riuh di dalam vila tersebut bagaimana tidak Anak cucu keluarga Sadewo memenuhi seisi vila bahkan sepuh mereka Adam dan Alyla juga ikut memeriahkan, tak lupa anggota keluarga baru mereka keluarga Edward yang terikat karna pernikahan Queen dan Raja.


Beruntung Vila Adam Sadewo itu cukup luas dengan dua paviliun hingga masing masing menempati kamar yang sengaja di sediakan banyak untuk anak cucu mereka.


Setelah makan malam bersama dan berbincang beberapa saat, mereka memutuskan untuk beristirahat sebelum besok mereka akan menikmati suasana pantai yang memang terletak tak jauh dari vila mereka.

__ADS_1


Queen memandang takjub bulan yang sepenuhnya bulat dilangit sana, cuaca nya sedang cerah hingga Queen memutuskan untuk menikmati sesaat pemandangan di balkon kamarnya dan Raja.


"Kamu mengabaikan ku sejak kita tiba tadi" Queen menghabiskan banyak waktunya seharian bersama keluarganya. dan Raja seperti terlupakan.. Raja memeluk Queen dari belakang, posisi yang terasa nyaman, tubuh mungil Queen seakan tenggelam dipelukannya.


Queen merasakan hangat nya dekapan Raja dan menumpukan tangannya di tangan Raja.


"Apa suamiku sedang cemburu pada keluarga ku?" Queen selalu menggunakan kata 'Suamiku' saat mereka berperan seperti sekarang, Ya.. Queen tak pernah lupa setiap saat masa indah yang mereka lewati yang tanpa cela keindahannya hanya peranan semata yang akan berakhir kurang dari dua bulan lagi, namun Queen melakukannya dengan tulus dan itu menunjukan perasaannya yang sesungguhnya, Queen hanya menjaga jarak meski tipis agar ia mudah melepas semuanya kelak.


"Hmm sepertinya begitu" Raja memberi kecupan di pucuk kepala Queen.


Queen terkekeh.. "Kakak.. ? apakah nanti jika semuanya berakhir,, kakak, akan mengingat semua ini?"


.


.


.


Hu.. hu... hu.. jangan dulu menangis pemirsaaaahhh kesedihannya belum datang..😝


like ..


Komen..


vote..


sawer.. sawer.. sawer🤧🤧


Mohon maaf gak di ceritain semua anggota keluarga Sadewo bisa kelamaan, kalian mah mau nya cepet melulu kayak kereta expres, padahal season Raja- Queen baru beberapa chapter.. sabar yak..!!!

__ADS_1


__ADS_2