
Raja berjalan gontai memasuki apartemannya dan merebahkan dirinya di atas ranjang, ranjangnya masih berantakan bekas percintaan nya dengan Queen kemarin malam,
Raja menyesal, sungguh menyesal sudah membuat kesepakatan gila itu, apalagi dirinya tak mengerti mengapa Queen tetap pergi walau Raja sudah memohon dan mengatakan jika dirinya benar benar mencintai Queen.
Balas dendam,tidak.. Raja terus menyangkal hal itu dan ia tak percaya dengan semua yang Queen tulis, juga papa Edward katakan, Raja jelas melihat mata itu, mata Queen yang menatap Raja penuh cinta malam kemarin saat mereka bercinta, sama seperti saat Queen dulu selalu datang untuk mengganggunya namun dulu Raja muak melihat tatapan memuja dari Queen, hingga kemarin malam Raja baru menyadari betapa bahagianya melihat mata itu mata yang menunjukan kekaguman terhadapnya, Queen mencintainya.
Balas dendam... jika pun itu benar terjadi Raja berjanji akan menerimanya karna dirinya pantas mendapatkannya, setelah dahulu menyiakan Queen,juga menyakiti Queen
Dan Queen berhasil, Raja menyesal baru sehari Queen pergi dan Raja seperti kehilangan nyawanya.
"Queenn..."
"Queen.."
"Queen.." Raja mengusap sudut matanya ia merindukan Queen, merindukan istrinya.
"Kamu dimana?" seharian kemarin Raja menunggu Queen di depan rumah papa Edward namun Queen tak datang, Raja juga sudah meminta pada Jono untuk mencari kemana sebenarnya Queen pergi.
Ponsel Raja berdering gegas Raja meraihnya berharap itu dari orang yang ia tugaskan untuk mengawasi rumah papa Edward, Raja yakin pasti Queen akan pulang kerumah papa Edward,namun Edward kembali mendesah lelah saat melihat nama di layarnya, itu adalah Jono.
"Ya.. Jono"
Raja terburu buru bangun saat mendengar suara Jono "Kamu yakin?"
__ADS_1
"Ya, pak bahkan saya sudah melihat cctv lobi apartemen anda dan benar nyonya Queen menaiki mobil tuan Arman kemarin malam"
Raja berlari keluar apartemennya dan menaiki lift yang akan membawanya ke unit Arman di lantai atas.
Dengan keras Raja menggedor pintu apartemen Arman, bahkan setelah bel pintu di tekan berkali kali.
Belum sempat Arman mengumpat karna seseorang mengganggu tidur nya Arman terhunyung kebelakang karna dorongan Raja.
"Shi it" Arman tercekik saat Raja menekan lehernya kuat.
"Katakan dimana istriku?"
Bukan menjawab Arman malah terkekeh,Raja semakin menekan leher Arman hingga Arman terbatuk, entah kekuatan dari mana hingga Raja sekuat itu, Arman bahkan sudah berusaha menendang namun Raja tak bergeming.
"Cepat katakan!"
"Sebelum menemui Queen tanyakan dulu pada kekasihmu, Selin.. apa yang dia lakukan pada Queen.."
"Apa?" Apa hubungannya dengan Selin, bahkan Raja sudah memutus hubungannya dengan Selin.
"Dia menemui Queen dan mengatakan dia tengah hamil anakmu" Raja membelalakan matanya.
"Apa..?" Raja mengusap rambutnya.
__ADS_1
"Pergi tanggung jawab lah, bukankah kamu begitu mencintainya hingga membuat kontrak tiga bulan hanya untuk meninggalkan Queen dan sekarang Queen sudah benar benar pergi, kau bebas.."
Raja mengepalkan tangannya " Bagaimana bisa Selin hamil anak ku jika aku tak pernah memasuki nya"
"Cih, kau yakin?"
"Kau tau, bahwa aku tak akan melakukan itu sebelum menikah"
"Ya, itu yang kau katakan, tapi siapa yang tau apa yang terjadi antara kalian" Arman berjalan kearah sofa lalu duduk di depan Raja.
"Aku bersumpah tidak melakukan itu" erang Raja frustasi.
Arman menghela nafasnya "Sudah ku bilang Selin itu tak sebaik yang kau fikir, waktu itu dia juga memfitnahku di depan mu kan? tapi kamu tetap tidak percaya.. tapi harus ku akui jika Selin merencanakannya dengan matang hingga dia membawa laporan dari dokter juga hasil USG yang di tunjukkan pada Queen"
Raja bangkit dari duduknya"Jadi ini alasan Queen tetap pergi..meski aku sudah memohon.."
"Mau kemana?" Arman menahan Raja.
"Memberi pelajaran pada Selin"
.
.
__ADS_1
.