Ex Bastard

Ex Bastard
Ketakutan Kanaya


__ADS_3

Edward mengikuti Bagas saat tau mereka akan menemui Anina, hari itu ia tak langsung pergi dari kantor Bagas,ia kembali dan mendengar semua percakapan Bagas da Kanaya tentang Anina.


Dan kini ia tengah melihat putrinya bersenda dengan Bagas dan Kanaya, sebenarnya apa hubungan mereka,Bagas, Kanaya dan Anina, Edward harus cari tau lebih lagi agar ia tak salah langkah nanti.


Edward melihat Anina berjalan ditrotoar di sepanjang jalan menuju rumahnya, wanita itu terlihat lelah, mungkin baru pulang bekerja terlihat dari stelan yang di pakainya, namun saat orang disekitarnya bertanya Anina menjawab dengan senyuman, Edward bahkan sampai tertegun saat Anina ikut tertawa dengan candaan tetangganya..


Edward tak mengalihkan pandangannya hingga Anina masuk kedalam rumahnya dan tertelan pintu yang sengaja di tutup.


"Ketemu.." Setidaknya ia harus memastikan anaknya baik baik saja bukan maka dia harus tau keberadaan Anina dan Queen.


Edward memang pengecut,dia tak berani untuk mendekat bahkan sekedar bertanya apa kabar saja ia tak berani.


"Ke hotel terdekat pak..!" titah nya pada sang supir, dia sudah tau dimana keberadaan Anina dan Queen ia bisa kembali nanti itu pun jika dia sudah punya keberanian.


"Kalian benar benar akan pulang?" tanya Anina.


"Ya, aku tak mengajukan cuti"

__ADS_1


"Kamu bos nya kenapa harus mengajukan cuti terlebih dulu" Anina mendelik.


"Cuti ku ku simpan untuk bulan madu" Kanaya mencubit perut Bagas.


Bagas mencebik "Kami pulang dulu, jangan lupa untuk datang nanti" Kanaya memeluk Anina, hubungan mereka jauh lebih baik sekarang bisa di bilang kembali seperti dulu "Queen mommy pulang dulu oke"


"Oke momi"


Bagas memberi kecupan pada Queen "Mulai sekarang panggil papa, daddy, karna sepertinya akan ada yang marah jika kamu panggil aku papa" Queen yang tak mengerti hanya mengangguk saja, sedangkan Anina mengerutkan dahinya.


"Apa?"


Mereka berpisah di bandara yang akan membawa Kanaya dan Bagas kembali ke Jakarta.


"Kamu menghawatirkan Anina?"mereka sudah berada dalam pesawat.


"Kamu cemburu" Kanaya memalingkan wajahnya,Bagas terkekeh lalu mencubit pipi Kanaya "Aku suka kamu cemburu, jangan salah faham sayang, aku hanya takut terjadi sesuatu yang buruk pada Queen.. Edward mengikuti kita kemari, aku rasa dia mau memperbaiki semuanya, yah.. semoga saja dia tak melakukan sesuatu yang membuat Anina lebih membenci nya, aku hanya berharap setidaknya Queen bisa tau siapa ayahnya sebenarnya,sebenarnya Edward orang yang baik.."

__ADS_1


"Dari mana kamu tau Edward mengikuti kita?" Bagas kemudian merogoh saku nya dan memperlihatkan foto Edward yang sedang berdiri di depan rumah Anina, tentu saja itu dikirim anak buah Roni.


"Jika kamu keberatan aku akan berhenti, hanya saja entah kenapa aku merasa aku bertanggung jawab sampai Anina menemukan kebahagiaan nya, sejak menikah aku tak pernah hiraukan dia dan Queen.. aku merasa bersalah"


Kanaya hanya diam, tak ingin bicara, meski hatinya sedikit terluka, dia hanya takut kepedulian Bagas terhadap Anina bisa membuat Bagas melakukan kesalahan lagi seperti masa lalu, tapi ia juga tak boleh egois bukan?, Bagas hanya merasa bersalah pada Anina, benarkan?


Bagas menyadari raut Kanaya lalu memutar diri agar bisa duduk berhadapan "Kamu bilang aku harus katakan apapun dan tidak menyembunyikan apa pun kan? aku melakukannya sekarang, aku gak mau kehilangan kamu lagi Naya, jika sekali lagi kamu meninggalkan ku aku akan mati" Bagas menggenggam tangan Kanaya.


Kanaya melihat mata Bagas dengan sendu,matanya berkaca kaca "Jika aku minta kamu berhenti, apa aku egois?" Bagas menggeleng, Kanaya tak egois itu alami dialami setiap wanita pada umumnya jika melihat kekasihnya masih peduli pada mantan istrinya.


"Tidak, kamu benar aku akan berhenti.. " Benar harusnya dia berhenti mengurusi Anina, dan fokus pada Kanaya.


"Maaf, tapi aku hanya takut semua itu terulang kembali" lirihnya, dan air mata yang tadi menggenang sudah meluncur,Kanaya hanya takut kehilangan Bagas lagi.


Bagas mengusap air mata Kanaya "Tidak akan, itu tidak akan terjadi lagi maafkan aku" hati Bagas berdenyut.. mengapa belum menikah saja dia sudah membuat Kanaya menangis, bagaimana jika dia menyakiti Kanaya lagi nanti, apa Kanaya akan benar benar pergi... Tidak.. teriaknya dalam hati "Jangan tinggalkan aku" Bagas memeluk Kanaya.


Pelukan mereka terurai saat pengumuman mengudara dan peringatan untuk memakai sabuk pengaman, mereka masih dipesawat, dan mereka bertingkah seperti tak ada siapapun disana, Kanaya menunduk malu, beruntung mereka ada di kelas bisnis hingga tak terlalu banyak orang.

__ADS_1


Klik..


Bagas memasangkan sabuk pengaman Kanaya,lalu menangkup pipinya "Jangan berfikir macam macam, mengerti!" Bagas mengecup dahi Kanaya, Bagas memasang sabuk pengaman nya lalu kembali menggenggam tangan Kanaya membawanya ke bibir dan mengecupnya.


__ADS_2