Ex Bastard

Ex Bastard
Eps 47- Tak akan menyerah


__ADS_3

Bagas tak tau apa yang di lakukannya membuat Azka semakin marah, mendekati istrinya yang benar saja, apa Bagas tak tau jika Azka begitu possessive terhadap Yasmin, jangankan di dekati secara terang terangan Azka akan marah jika ada yang memandang istri cantiknya.


"Baiklah terimakasih atas bantuannya sekarang kau boleh pergi" Azka menatap tajam Bagas yang masih duduk tenang.


"Mas kok gitu sih, dia tamu loh gak baik kayak gitu" Bagas tersenyum dalam hati, Yasmin membelanya, tinggal sedikit bumbu teraniaya maka Azka akan menyerah.


"Dia bukan tamu, si Bastard ini sengaja melakukan permainan agar kamu simpati sayang"


"Mas jangan bicara sembarangan nanti di dengar Rona" Yasmin mendelik kata 'Bastard' itu bisa diikuti Rona nanti, Yasmin melihat Rona yang masih bergeming main di karpet bulu.


Azka mendesah "Maaf sayang aku lupa"


"Bagas silahkan diminum dulu ya, mas Azka jangan di dengerin"


"Sayang..?"


"Ya udah Kak Yas, aku pulang dulu aja,.. gak enak gara gara aku kalian jadi berdebat,oh iya ini hadiah untuk Rona, terimakasih atas teh nya" Yasmin memandang Bagas dengan pandangan menyesal.


"Gak usah kasih apapun sana bawa pulang kamu fikir saya tidak bisa memberikan mainan pada anak saya"


"Mas.." Yasmin mengambil hadiah dari Bagas.


"Makasih.. Maaf ya Gas.."


"Gak pa-pa kak, mari saya pulang.. Bang.."


Azka mendengus dan memalingkan muka, dan Bagas hanya tersenyum canggung,melihat wajah Bagas Yasmin merasa bersalah.


Bagas sudah keluar dari mansion Azka, kini Yasmin pergi dengan Rona ke kamarnya,sedangkan Azka yang masih menatap kepergian Bagas dengan marah, Azka berbalik namun sudah tak mendapati Yasmin "Sayang.." panggilnya Azka menyusul Yasmin kearah kamar.


"Mas jangan gitu, kasian Bagas.. lagian apa salahnya Bagas sama Kanaya biarin aja,yang penting Kanaya bahagia dan Bagas sudah berubah,dia janji gak akan nyakitin Aya lagi"


"Nah ini maksud aku sayang, dia deketin kamu supaya kamu belain dia.."


"Ya tetep aja kamu kasar banget sama dia pake ngusir segala,gak enak tau.. lagian kamu gak seneng apa liat Aya ceria lagi kalau sampai Bagas nyerah trus ninggalin Aya gimana.. " Yasmin membalik badannya memunggungi Azka.


Azka mendesah "Gak baik loh sayang marah sama suami cuma gara gara hal sepele, lagi pula jika dia menyerah begitu saja berarti dia benar benar bukan pria yang baik buat Aya kita.." maka dari itu Azka akan melihat sejauh mana Bagas berjuang.


Yasmin berbalik menunduk "Maaf mas..aku udah kasar.." Azka mengecup dahi Yasmin.

__ADS_1


"Gak pa-pa, aku ngerti..tapi biar aku yang urus ini semua"


"Iya, tapi jangan kasar kasar mas kasian Bagas"


"Kamu khawatir sama dia? gak ada.. jangan perhatiin pria lain, perhatian kamu cuma buat aku"


"Kebiasaan deh possessiv nya.. pokoknya jangan kasar kasar"


"Iya.. iya.." Azka menciumi Yasmin.


"Mas ada Rona, sudah mandi dulu sana"


"Main sekali ya" katanya memelas tangan nya sudah mulai bergeriliya di tubuh sang istri.


"Gak ada, sana mandi gak malu apa sama anaknya" Azka melihat Rona yang fokus pada mainannya dan acara kartun kesayangannya, mereka memang berdebat sedikit jauh dari Rona.


"Rona nya lagi fokus main sayang.." Azka terus memberikan kecupan kecupan pada Yasmin.


"Mas ih" Yasmin menatap tajam suaminya,bagaimana jika anaknya bertanya tentang tingkah Ayah nya yang mesum.


.


.


.


Bagas merasa lega itu berarti Bima sudah jauh dari Kanaya, namun ia juga merasa khawatir pada Kanaya yang menjadi sibuk.


Jam delapan malam Bagas sudah menunggu Kanaya di depan cafe, sudah hampir dua minggu ia tak bertemu Kanaya, Bagas sudah tak tahan lagi, meski mereka juga setiap hari melakukan vidio call namun itu tak cukup bagi Bagas.


Terserah jika nanti Kanaya marah yang penting ia sudah meluapkan kerinduannya ia ingin memeluk gadisnya secara langsung.


Kanaya sudah bersiap untuk pulang,"Mbak Wita, jangan lupa kunci ya saya pulang dulu"Kanaya berpamitan pada wakil manager.


"Loh " Kanaya terkejut saat sudah mendapati Bagas di depan mobilnya.


Bagas tersenyum dan merentangkan tangannya lalu memeluk Kanaya "Aku kangen.." Bagas meresapi aroma gadisnya dan memeluknya erat.


Kanaya membalas pelukan Bagas "Aku juga"

__ADS_1


"Kamu tega banget aku gak boleh ketemu" Bagas mencebik.


"Gak boleh, tapi gak mau berusaha, biasa nya juga keras kepala" Kanaya kira meski tak diperbolehkan bertemu, Bagas akan tetap menemuinya namun Bagas tak pernah menemuinya selama dua minggu ini.


"Aku cuma takut kamu marah, makanya aku tahan" Bagas mengecup pelipis Kanaya. " Karna sudah bertemu, maka sekarang aku memaksa,Aku mau nunjukin sesuatu"


"Apa?"


"Ayo ikut...!" Bagas menarik Kanaya memasuki mobilnya, setelah berkendara selama dua jam mereka tiba di tempat yang Bagas sudah siapkan.


Bagas membawa Kanaya menaiki sebuah perahu kecil lalu membawa ketengah danau "Ngapain sih Gas kesini malam malam" Kanaya merinding suasana yang gelap dan dingin, Bagas menyampirkan jasnya di bahu Kanaya agar Kanaya tak kedinginan, posisi Bagas duduk di belakang Kanaya dan mendayung perahu agar melaju ke tengah danau.


Kanaya memperhatikan sekitarnya tiba tiba setitik cahaya mengarah kearah mereka "Eh" lalu dua, tiga, empat, hingga nampan kecil berisi lilin terus bertambah dan memenuhi danau tersebut.


Bagas memeluk Kanaya "Suka..gak"


Kanaya mengangguk "Ini indah banget" Bagas mengeluarkan sesuatu dari sakunya lalu membukanya di depan Kanaya, Kanaya membeku kalung yang berkilau dengan liontin sebuah cincin.


"Selamat ulang tahun Sayang" Bagas memasangkan kalung tersebut keleher Kanaya. "Tadinya cincin ini untuk ngelamar kamu, tapi semua yang aku lakuin belum ada kemajuan aku merasa jadi pecundang yang gak bisa mendapatkan hati keluarga kamu"


"Aku ingin kita segera menikah dan menjadi milikmu seutuhnya, dan kamu menjadi milikku,tapi bagaimana jika ini semakin lama, aku gak sanggup jauh dari kamu,"


Kanaya menatap kalung yang kini tersampir indah dilehernya, Kanaya terharu apa yang dilakukan Bagas malam ini, tangannya meraba cincin yang tersampir dikalung nya. "Lalu kamu akan menyerah?"


"Aku gak akan menyerah, enak saja"


"Ini indah makasih, tapi bukannya ulang tahunku besok?"


"Huum, aku akan adakan pesta untuk kamu besok, semoga abang kamu gak mengacaukannya"


Kanaya terkekeh "Aku gak suka pesta, gimana kalau makan malam keluarga aja, jangan lupa ajak Ayah kamu"


"Kamu mau seperti itu?" Kanaya mengangguk.


Bagas menghela nafasnya "Aku usahakan tapi jangan berharap lebih.." Kanaya memeluk Bagas ia tau hubungan antara Bagas dan Ayahnya tak baik sejak dulu, namun ia berharap Bagas bisa kembali dekat dengan Ayahnya.


Kanaya melepas kembali kalung dari Bagas dan memberikan kembali pada Bagas, Bagas mengeryit "Kenapa di lepas kamu gak suka?"


Kanaya menggeleng lalu mengangkat lengannya "Pasangkan dijari ku!" perintahnya.

__ADS_1


__ADS_2