Ex Bastard

Ex Bastard
Bertemu Azka


__ADS_3

Kanaya sudah merencanakan nya sebelum menemui Bagas,ia akan memberi sedikit efek jera pada Bagas, karna sudah percaya begitu saja pada omongan orang lain.


Maka dari itu ia harus mengingatkan Bagas jika perjuangannya mendapat seorang Kanaya tidaklah mudah, agar suatu saat dia tak bisa berfikir untuk menyakitinya lagi.


Melihat raut Bagas yang memelas saat Kanaya mengatakan bahwa ia harus meluluhkan hati Azka dan Adam terlebih dulu membuat Kanaya ingin tertawa, kemana Bagas yang angkuh dan berani menghajar Bima habis habisan hanya karna dibakar cemburu.


Bagas mulai merencanakan apa saja untuk merebut hati Adam dan Azka, ia mulai mencari tau apa saja kesukaan hingga kelemahan mereka, berharap bisa meluluhkan mereka.


Bagas harus menyelesaikannya dengan cepat, karna Kanaya tidak mau bertemu dengannya jika Bagas belum berhasil dalam meminta restu,itu membuat Bagas kesal... bagaimana tidak mereka baru baikan dan Bagas masih tidak leluasa menemui Kanaya.


Bagas hanya bisa menghubungi Kanaya lewat ponsel dan ,vidio call.. dan itu membuatnya frustasi.


Bagas bersumpah jika sudah mendapatkan restu dari Adam dan Azka ia akan segera melamar Kanaya agar tak ada lagi penghalang, jika mereka menikah itu berarti Kanaya menjadi miliknya sepenuhnya bukan, Bagas sungguh tidak sabar untuk itu.


Bagas menyambangi perusahaan Sadewo untuk menemui Azka.


"Roni kamu sudah membuat janji bukan?"

__ADS_1


"Sudah tuan" Bagas menarik nafas panjang sebelum memasuki lift yang akan mengantarkan mereka kemana ruangan Azka berada, sudah tiga kali ia mengajukan janji temu namun selalu di tolak dan hari ini tiba tiba Azka bersedia menemuinya.


Diantar oleh sekertaris Azka yang sudah menunggu sesuai janji temu yang mereka sepakati "Selamat pagi tuan Azka" Bagas memberikan senyum terbaiknya namun hanya wajah datar yang di berikan Azka.


"Silahkan tuan Bagas" Azka berdiri dan memberikan jabatan tangan. "Jika anda kemari untuk membuat kesepakatan bisnis maaf, saya masih tidak berniat untuk menjalin hubungan dengan anda" Azka bahkan memberi penekanan pada kata katanya.


Azka begitu geram dengan orang di depannya ini, beraninya dia menyakiti adiknya, dan untuk kesekian kalinya Azka menolak berhubungan dengan Bagas, jangankan hubungan dengan adiknya dengan perusahaannya pun Azka selalu tolak, dan semalam Kanaya menghubungi nya untuk menerima ajakan bertemu dari Bagas,dan Kanaya menjelaskan bahwa Bagas akan mencoba mendapat simpati darinya.. baiklah kita lihat sampai dimana dia mampu memberikan citra yang baik dihadapannya.


Bagas masih berwajah tenang meski mendapat tatapan mengintimidasi dari Azka, padahal dalam hatinya sudah dag dig dug takut tak mendapat restu.


"Saya kemari bukan untuk berbisnis tuan Azka, tapi untuk meminta Kanaya.."


"Tentu saja karna saya menganggapnya berharga,maka dari itu saya memintanya secara langsung"


Azka terkekeh "Lalu setelah itu menyakitinya lagi?"


"Tidak akan lagi"

__ADS_1


"Kau tau, saat aku tau kau membuat adikku menangis, ingin rasanya aku membunuh mu saat itu juga, tapi Aya mencegahku"


'Tentu saja karna Naya mencintaiku' bangga nya dalam hati


"Anda bisa lakukan itu jika aku kembali menyakitinya" Azka menggeleng.


"Baiklah, tunjukan sampai dimana kesungguhan mu, biar aku yang menilai kerja kerasmu untuk mendapatkan adikku,tapi jangan berharap lebih, karna aku sungguh tak menyukaimu"


.


.


.


Like..


komen..

__ADS_1


vote..


__ADS_2