Ex Bastard

Ex Bastard
Drama calon pengantin


__ADS_3

"Aku tau aku bukan lelaki yang baik, untuk putrimu, aku bahkan tak sebanding dengannya yang sempurna, tapi aku berjanji akan menjadi se sempurna mungkin untuk Kanaya dengan mencintai dan membahagiakan nya sepenuh hatiku,terimakasih sudah merestui kami"


Kanaya mendongak melihat raut Bagas penuh kesungguhan "Terimakasih sudah menerimaku kembali Naya, aku sungguh bahagia"


"Terimakasih kamu mau menghabiskan sisa hidupmu bersamaku, menua bersama dan bahagia bersama, meski aku tak bisa menjanjikan tak akan ada air mata, tapi aku berjanji jika kamu menangis maka aku akan menjadi saputangan mu dan menghapus setiap kesedihanmu"


Bagas mengeluarkan kotak beludru berwarna merah lalu membukanya dan berlutut di depan Kanaya "Naya, will you marry me, ehmm... tapi karna sudah dijawab aku langsung pakaikan ya?" Dan semua orang melongo tak percaya,tentu saja Bagas tak ingin mengambil resiko Kanaya berubah fikiran,maka dari itu.. langsung saja ya!


"Ya ampun udah pada gak sabar rupanya" Dan semuanya tertawa.


.


.


Resmi sudah Bagas dan Kanaya bertunangan meski tak ada pesta besar, karna keinginan Kanaya dan rencana nya mereka akan menikah satu bulan lagi, meski Azka tetap misuh misuh namun setelah di ancam Yasmin Azka tak berkutik, sebenarnya Azka juga tak masalah dengan hubungan Kanaya dan Bagas hanya saja ia ingin mengerjai Bagas lebih lama,, enak saja dengan mudah dia kembali pada adiknya padahal Bagas itu kan Bastard..


Mengenai Bima yang sudah pindah dan menetap di Bogor Azka juga sudah tau dan memaklumi, beruntung mereka tidak memutus tali persahabatan hanya karna Kanaya memilih Bagas.


Berita pernikahan kedua nya sudah menyebar dikalangan para pebisnis,termasuk Edward. Edward bahkan terus membolak balik majalahnya saat melihat wajah Kanaya dan Bagas, Bagaimana bisa ? bukankah Bagas suami Anina,lalu kenapa ia menikah dengan putri Adam sadewo,siapa yang tak kenal Adam sadewo namanya sudah terkenal di kalangan pebisnis, maka Edward jelas tau siapa calon mertua Bagas.


Lalu bagaimana dengan Anina, juga Queen putrinya, Edward merindukan Queen namun ia merasa tak pantas jika meminta bertemu sedangkan selama ini dia sudah menelantarkan anaknya.. hati Edward menghangat jika mengingat dia memiliki seorang anak, hidupnya yang kini berantakan juga hampa, tanpa siapa pun disisinya

__ADS_1


Edward beranggapan Queen baik baik saja karna bersama Bagas dan memiliki keluarga lengkap, maka dari itu dirinya tak pernah mencari tau lagi, karna merasa tak pantas menjadi Ayah.


Namun bagaimana bisa Bagas menikah dengan Kanaya jika Anina masih istrinya, apa mungkin?


Akhir akhir ini Edward di sibuk kan dengan perusahaannya yang mengalami kerugian cukup besar akibat skandal yang dilakukan Liza istrinya, yang kini sudah menjadi mantan istri,hingga ia tak memikirkan yang lainnya,meski terkadang ia mengingat Queen, namun ia kira Queen berada di tempat aman,namun kini.. ia harus mencari tahu bagaimana keadaan anaknya dan.. Anina.. mantan.. one night standnya.


.


.


Bagas sedang berdebat dengan Kanaya saat memilih gaun pengantin, Bagas yang tak ingin Kanaya memakai gaun terlalu terbuka terus meminta Kanaya mencoba gaun yang lain "Jangan yang itu ganti.."


"Itu terlalu ketat sayang lekuk tubuhmu terlihat se xy aku tak rela.. ganti"


Kanaya menghentakkan kakinya ini sudah gaun yang ke sepuluh "Ya sudah kamu yang coba saja aku lelah, kaki ku sudah pegal"


Kanaya melempar gaun terakhir kearah Bagas lalu keluar dari butik, tidak tau apa mengganti gaun pengantin berkali kali itu melelahkan apa lagi gaun itu berat berat seenaknya saja minta ganti ganti terus.


Bagas kelabakan saat Kanaya pergi keluar butik dan menuju taksi "Sayang.." Bagas menahan tangan Kanaya "Oke.. aku minta maaf.. oke.."


Kanaya mencebik "Ayo dong sayang.. jangan marah ya,.." Kanaya masih diam "Ya sudah terserah kamu saja mau pilih yang mana,aku gak akan protes lagi" Bagas mengangkat dua jarinya membentuk V .

__ADS_1


Drama memilih gaun pengantin hanya sebagian kecil, yang paling mengesalkan saat Azka bertemu dengan Bagas, mereka sering berdebat dan entah kenapa sekarang Bagas berani melawan, sebenarnya Bagas tak takut pada Azka, hanya saja tempo hari Bagas sedang butuh restu Azka,maka dirinya mengalah tapi sekarang Bagas tak takut lagi karna ia dan Kanaya akan segera menikah tak peduli Azka setuju atau tidak.


.


.


Bagas dikejutkan dengan kedatangan Edward yang sudah menunggu nya bahkan Bagas pun baru saja tiba dikantor.


Tanpa basa basi Edward langsung bertanya pada Bagas "Dimana Queen dan Anina?" Bagas menaikan alisnya.


"Apa maksudmu?" kata Bagas dengan tenang ia bahkan duduk di kursinya santai.


"Dimana anak ku? bagaimana bisa kamu menikah dengan wanita lain, lalu bagaimana dengan Anina?"


"Anak mu?" Bagas tertawa "Mengenai Anina aku pastikan dia baik baik saja, dan dia menerima pernikahan ku, bukan kah istri yang baik harus merelakan kebahagiaan suaminya, dan mengenai Queen dia anak ku Edward, hanya anak ku"


"Brengsek kau" Edward mengepalkan tangan nya sebelah tangannya bahkan sudah mencengkram kerah Bagas.. namun tiba tiba..


Brak..


Pintu terbuka paksa hingga menimbulkan suara berdentum.

__ADS_1


__ADS_2