
"Aku tetap ingin bercerai.."
Raja mengeras mendengar perkataan Queen, bahkan dirinya sudah menjelaskan yang sebenarnya apakah Queen tak bisa memaafkannya, bukankah ia sedang berusaha memperbaiki semuanya tidak kah Queen ingin membuka hatinya.
Kesalahannya tak terlalu fatal bukan? ia hanya mengabaikan Queen selama ini dan ia baru menyadari dan berusaha untuk berlaku baik mulai sekarang.
"Apa kamu tidak bisa memaafkanku?"
"Aku sudah memaafkan kakak.." Queen menunduk.
"Lalu kenapa kita tidak bisa kembali bersama?"
"Sejak awal semuanya hanya kesalahan,tidak seharusnya semuanya terjadi..dan sejak awal kita juga gak pernah bersama, semuanya hanya sandiwara saja bukan? jadi tidak ada sungguh sungguh dalam pernikahan kita"
"Kenapa kamu memperumit semuanya Queen, baiklah aku akui dari awal semua sandiwara,aku terpaksa menikah..tapi kemudian aku merasa nyaman,aku terbiasa dengan adanya kamu, dan aku tak berpura pura aku menjalani semuanya dengan tulus.. apa kamu tidak merasakannya?"
Queen terdiam, selama ini ia mengira perlakuan Raja benar benar hanya sandiwara saja untuk menyenangkannya sebelum berakhir dengan perceraian yang memang sudah di sepakati.
"Dan apa pun itu, aku gak peduli aku gak akan pernah menceraikan kamu.. sekalipun kamu sudah tak mencintaiku aku tidak akan pernah melepaskanmu, aku juga gak mau anak kita kelak menjadi korban.."
"Jika kakak fikir aku hamil..aku tidak.."
"Ya itu salah satu alasannya, apa kamu mau anak kita.."
"Kak.. jika ini karna kakak takut aku sedang hamil aku tidak hamil.."
__ADS_1
"Kamu bicara seperti itu karna kamu belum menyadarinya Queen, kamu sedang hamil kamu mual dan muntah tadi pagi.. ayo aku buktikan kita ke dokter, dan aku yakin kamu sedang hamil anak ku"
"Aku gak hamil kak..!"
"Sudah ku bilang ayo kita periksa dulu" Raja bahkan menggenggam tangan Queen,besar harapannya agar Queen hamil supaya Queen membatalkan niat perceraiannya.
Queen menghela nafasnya "Kak?"
"Ayo.. kita ke dokter.."kekeuh Raja.
"AKU GAK HAMIL KAK! SUDAH KU BILANG... AKU BAHKAN SEDANG DATANG BULAN SEKARANG!!" Queen berteriak lalu menghempaskan tangan Raja,muntah nya tadi pagi benar benar karna masuk angin dan Queen yang melewatkan makan malamnya,nafas Queen naik turun,wajahnya bahkan merah karna marah dan malu, mengapa Raja tak mengerti apa dirinya harus menjelaskan sedetail itu.. bagaimana bisa dirinya hamil saat dirinya sedang datang bulan sekarang.
"Apa?" Raja mengerjap beberapa kali, kenapa melihat raut merah Queen ia jadi salah tingkah.
"Apa..?"Raja menegak kembali saat merasa pemikiran Queen salah, tidak ini bukan hanya tentang anak yang ternyata belum ada,.. Queen salah faham lagi..
Queen ingin masuk ke dalam kamar kembali, semua sudah selesai dan ia sudah meyakinkan Raja bahwa Raja tak perlu takut akan seorang anak yang kekurangan kasih sayang seperti ucapannya tadi, karna dirinya tak hamil.
Bukankah itu tujuan Raja datang karna ketakutan itu.. makanya Raja bersi keras mempertahankan pernikahan yang sudah jelas palsu ini "Apa kamu fikir hanya itu alasan ku, Queen aku gak peduli kamu hamil atau tidak, itu hanya alasanku saja dan satu satunya alasan ku adalah karna aku sudah jatuh cinta sama kamu!! Queen aku menyesal tentang apapun yang menyakiti kamu dulu, aku mohon beri aku kesempatan aku janji aku gak akan sakiti kamu lagi"
Queen enggan berbalik kendati tubuhnya hanya mematung merasakan pelukan Raja, Raja memeluknya dari belakang dengan menopang dagunya di pucuk kepala Queen,sekecil itu Queen bahkan Raja menyukai tubuh kecil Queen yang selalu tenggelam di tubuhnya,Raja benar benar merindukan pelukan ini "Aku mohon Queen maafkan aku, atas semuanya..atas paksaanku malam itu.."Raja merasa bersalah karna mendapatkan haknya secara paksa hanya karna keegoisannya yang tak ingin Queen pergi,namun nyatanya Queen tetap saja pergi "Kasih aku kesempatan sekali saja.."Raja bergumam lirih "Aku benar benar merindukan kamu Queen,kamu gak tau betapa gilanya aku saat kamu pergi.. aku sungguh sungguh cinta kamu"
Queen bergetar tangisnya tak bisa dibendung lagi, dengan perlahan Raja membalik tubuh Queen yang terus bergetar karna tangis "Queen?" Raja menghapus air mata di pipi Queen.
"Ak..ku juga"
__ADS_1
"Hah?"
"Aku juga rindu kakak.." Queen memeluk Raja dengan erat menyerukan kepalanya di dada Raja.
Raja terkekeh lega dan mengeratkan pelukannya meski sempat terpaku akan sikap Queen "Oh.. my Queen" Raja mengecup pelipis Queen. "Jadi kita kembali bersama?"
Queen menggeleng "Tidak.."
"APA?"
.
.
.
.
Mang Raja terlalu banyak bilang 'Apa???' dah ah abis ini kita buat aromanis..😘
Like..
komen..
Vote..
__ADS_1