
Edward keluar kamar dan membiarkan pintu tak terkunci,apa itu artinya Anina boleh keluar.. masa bodoh Anina tetap akan keluar sekarang.
Edward tersenyum miring saat melihat Anina keluar hotel "Keluarlah, tapi aku pastikan kamu yang akan masuk kembali kedalam sana"
Anina lelah dengan hati dan fikiran nya,mengapa Edward datang disaat hidupnya mulai tenang,apa yang sebenarnya diinginkan pria itu datang dan pergi sesuka hati mengusik hidupnya yang susah payah ia bangun kembali hanya bersama Queen, lalu dengan mudah dia mengatakan untuk menikah, apa dia fikir kehidupan pernikahan semudah itu, tidak... Anina tak mau hidup dalam pernikahan yang tanpa cinta lagi. Saat bersama Bagas Anina sudah cukup menahan hatinya yang sakit karna diabaikan, meski ia tak mencintai Bagas tetap saja rasa sakit itu ada, apalagi ketika Queen membutuhkan sosok Ayah, namun Bagas tak pernah ada.
Berjalan gontai turun dari angkot dan menghela nafasnya, sebentar lagi ia akan tiba dirumah dan melihat wajah ceria Queen setidak nya itu akan meringankan sedikit bebannya.
"Queen mama pulang.." namun Anina tak melihat atau mendengar suara Queen yang biasa menyambutnya.
Anina menyusuri ruang demi ruang namun tak menemukan Queen, "Mungkin Queen sedang pergi dengan Bude Darmi, ya sudah aku mandi dulu saja".
Anina sudah selesai mandi nya, ia berencana untuk istirahat sambil menunggu Queen pulang.
Terdengar ucapan salam dari Bude Darmi dan Anina beringsut turun dari ranjang nya ia ingin menemui Queen. "Sudah pulang An?"
Anina mengangguk "Bude dari mana?"
"Dari warung ujung jalan, biasa kalo ibu ibu udah ngobrol suka lupa waktu, Bude sampai lupa kamu belum pulang"Bude Darmi memasukan belanjaan nya kedalam kulkas.
"Queen mana Bude?" Bude Darmi mengeryit heran.
"Loh bukan nya dia bilang udah izin kamu.."
"Siapa?"
__ADS_1
"Papa nya Queen, dia tadi bawa Queen katanya mau nginep bareng" Anina menatap bingung.
"Papanya Queen.. Bagas?"
"Bukan tapi, Edward.." Anina terkejut.
"Apa.. Bude tau kalau dia papa Queen.."
Bude Darmi mengangguk "Edward datang temui Bude dan menceritakan semuanya"
"Trus sekarang dia bawa Queen, kenapa bude izinkan"
"Loh kamu gak tau? tapi dia bilang udah izin sama kamu kalo mau ambil Queen, bude kira urusan kalian sudah selesai"
"Kenapa kamu berfikir begitu An,selama dia temui Queen dia baik "
"Dia temui Queen, tapi bude gak bilang aku?"
"Maaf An,tapi liat Queen yang seneng bisa bermain dengan papanya bude gak tega, bude gak pernah liat Queen seceria itu" Bude Darmi benar tiga hari belakangan ini Queen lebih ceria bahkan dalam tidur gadis kecil itu tersenyum.
Anina berjalan tergesa mengambil dompet nya dan pergi "Mau kemana An?"
"Aku mau jemput Queen.." Bude Darmi menghela nafasnya lalu menggeleng.
Anina berjalan tergesa memasuki hotel, tak peduli tatapan orang orang terhadapnya, bahkan rekan kerja yang menyapanya pun tak ia hiraukan, ia hanya ingin segera sampai ke kamar 302 dan membawa Queen pulang.
__ADS_1
Tergesa Anina menggedor pintu kamar Edward padahal ada bel di samping pintu.
Edward membuka pintu dengan senyuman, ia sudah tau siapa yang datang, bukan kah sudah di pastikan Anina akan kembali.
Anina menerobos masuk bahkan mendorong Edward kebelakang "Dimana Queen?" Anina memasuki kamar "Queen ini mama, ayo pulang.." Edward menelan ludahnya saat melihat Anina, perempuan itu apa dia tidak sadar dengan penampilannya.
"Queen.."
"Mama.." Queen keluar dan sudah mengenakan piyama, dan sepertinya dia benar benar akan menginap.
"Queen ayo pulang sayang.." Anina hendak menggendong Queen, namun Edward lebih dulu mengambilnya.
"Queen kan janji nginep sama Papa" katanya.
Queen mengangguk "Ya sudah bilang sama mama, kalau Queen mau menginap disini" Edward melihat Anina yang mengepalkan tangan nya.
"Mama.."
"Gak ada Queen pokoknya kita pulang!" bentak Anina, dan mata Queen berkaca kaca, Edward menatap tajam Anina seolah menyiratkan 'Beraninya kamu membentak Queen'
Anina menyadari raut Queen lalu menarik nafas panjang,mencoba meredam amarahnya "Sayang maafin mama, tapi kalau kamu nginep disini mama tidur sama siapa dong.." wajah Anina memelas agar Queen kasihan,tanpa disadari Edward mengulum senyum nya 'Imut ..' batin Edward.
"Queen bilang ke mama, kalau mama gak ada temen tidur, mama juga boleh nginep sama papa, apalagi mama juga udah pake piyama" Edward menyeringai..
Anina membelalakan matanya lalu melihat penampilan nya.. Astaga..!!
__ADS_1