Ex Bastard

Ex Bastard
Sempurna


__ADS_3

"Honey aku tak bisa menemukan celanaku.." teriakan terdengar dari kamar utama, pelakunya siapa lagi kalau bukan Raja.


"Ada di atas sofa kak"


"Tidak ada!"


Queen mendesah lelah bagaimana bisa tidak ada dia sudah menyiapkan setelan kerja Raja lengkap dengan dasi,bahkan sepatu lalu bagaimana bisa Raja tidak menemukannya.


Queen bergeming masih menyelesaikan kegiatannya dengan khusuk.


"My Queen!!! dimana dasiku!" Queen menggeleng sedangkan asisten rumah tangganya mengulum senyum, tingkah tuan rumahnya memang begitu, selalu manja pada istrinya akhir akhir ini, mungkin hormon dari ibu hamil yang dirasa oleh suaminya.


Ya Queen tengah mengandung sebagai gantinya Raja yang mengidam, merasakan mual, mood yang naik turun dan bisa kadang-kadang manja dan cerewet seperti sekarang.


Queen melihat Asisten rumah tangganya yang menahan tawanya,lalu merasa malu sendiri "Tolong selesaikan ya, saya harus membuat anak tua itu diam"


"Baik nyonya"


Asisten itu pun menyelesaikan pekerjaan nyonya nya "Manis sekali pasangan muda itu"


Queen berjalan kearah kamarnya sambil menggerutu "Siapa dulu yang selalu mengejekku anak manja.. lihat sekarang siapa yang manja"


Queen membuka pintu kamar dan mengerjapkan matanya saat melihat tingkah suaminya ini.. Astaga.


Raja masih mengenakan handuk di pinggangnya, rambutnya masih basah di depannya ada pakaian yang sudah jelas Queen siapkan.


Raja memunggungi Queen hingga tak sadar tatapan tajam yang sedang dilayangkan istrinya, ia justru mengerakkan sebelah kakinya sambil memutar-mutar dasi diudara, sebelah tangannya berkaca pinggang "My Queen..honey cepatlah dimana dasiku!" teriaknya lagi.


Ehmm..


Queen berdehem sontak saja Raja menoleh sambil cengengesan "Apa yang tidak ada?"


"Eh.. Hon, ituu.." Queen menaikan alisnya menunggu apa yang akan di ucapkan suami jahilnya, jelas sekali Raja sedang mengerjainya.


"Kakak mengerjaiku" Queen berkacak pinggang.

__ADS_1


"Oh, My Queen.. bisakah pakaikan pakaianku" Raja menyodorkan pakaian nya,matanya mengerjap beberapa kali mirip anak kecil sedang minta eskrim pada ibunya.


"Apa kakak lupa caranya memakai pakaian, astaga kenapa malah teriak teriak begitu" sambil menggerutu Queen mendekat dan menurut untuk memakaikan pakaian Raja, namun saat tangannya hendak meraih pakaian, Raja menariknya hingga Queen menabrak dada basah milik suaminya itu.


"Kakak.."


"Hon, waktu bangun aku tak melihatmu, kau sengaja bangun lebih dulu untuk menghindariku" tangan Raja yang berada di pinggang Queen meremas lembut bo kong bulatnya,akibat kehamilannya Queen menjadi lebih berisi dan Raja suka itu.


"A..pa?" Queen tak bisa mencegah tangan Raja yang semakin lama semakin kebawah "Kakak, ini sudah siang kenapa tidak bersiap sih!"


"Emmh jangan mengalihkan pembicaraan aku bertanya duluan, kamu menghindariku, aku pagi ini tak mendapat morning se ks ku" bisiknya tepat ditelinga Queen.


Queen merasakan tubuhnya memanas "Bukankah semalam sudah.."


"Ayolah honey, dipagi hari suasananya berbeda dan itu lebih menggai rahkan.."


"Dasar mesum.." seperti ketagihan Raja tak bisa berhenti jika sudah memasuki Queen,apalagi setelah merasakan menakjubkannya morning se ks, maka setiap pagi Raja selalu mengurung Queen, hingga terpaksa ia mengiyakan permintaan Raja untuk memiliki ART karna waktunya lebih banyak tersita dengan anak tuanya ini.


"Kak, bukankah hari ini ada rapat?" Queen bertanya saat Raja menggendongnya kearah ranjang.


"Iya tapi kan belum bersiap, lagipula kakak nanti harus mandi lagi.." Raja menggeleng


"Aku gak keberatan, mandi sepuluh kali lagi.."


Queen terkekeh, baiklah tak bisa menolak lagi, lagipula Raja selalu melakukannya dengan pelan jadi ia tak perlu khawatir dengan kehamilannya.


Raja begitu menikmati kegiatannya mencu mbu Queen mulai dari mata, hidung, bibir tak ada yang luput dari jamahan nya.


Dengan tak sabar Raja mulai melucuti pakaian Queen, namun tangan Raja terhenti saat tangan Queen menghentikannya "Kak, Niel bangun.."


"Sebentar Hon, ini tidak akan lama lagi pula ada Bibi.." Raja yakin asisten rumah tangganya tidak akan diam mendengar putra sulungnya menangis, Ya di lima tahun pernikahan mereka sudah dikaruniai satu putra yang tampan, bernama Niel Dewangga,menambah kesempurnaan kehidupan rumah tangganya, lebih sempurna lagi karna kini Queen tengah mengandung anak kedua mereka, yang di gadang gadang berjenis kelamin perempuan,,, sempurna bukan.


Raja menunduk kembali untuk melahap buah kembar pavoritnya "Kak.. Bibi sedang memasak" Queen menahan ******* nya, berusaha menyadarkan sang suami.


Raja menggeram saat mendengar gedoran pintu itu putra sulungnya yang memanggil sambil terisak "Mama..!!! papa!!! hiks..hiks.."

__ADS_1


Raja tertunduk lemas, benar benar tak bisa diteruskan "Aku bersumpah akan menyewa dua Babysitter sekaligus" desahnya, Queen tertawa lalu merapikan pakaiannya yang sudah terbuka separuhnya.


Sebelum bangkit Queen menangkup pipi Raja, "Cepat bersiap, dan pergi bekerja.. nanti malam aku punya kejutan untuk kakak" Queen mengecup bibir Raja lalu berjalan kearah pintu untuk melihat putranya yang masih berteriak memanggilnya.


"Mama..hiks.."


"Oh.. my prince kamu sudah bangun.." Queen hendak menggendong Niel, namun suara Raja terdengar..


"No, Honey kau tak boleh menggendongnya.." Niel memberengut "Kamu tidak boleh mengangkat yang berat ingat kamu sedang hamil, kamu lihat Pangeran kita bertubuh gempal" Niel semakin mencebik, bocah kecil itu memang montok namun tak menyembunyikan ketampanan yang sudah dari lahir dia dapatkan, pipi bulat dengan kulit putih dan hidung mancung, Queen yakin jika sudah dewasa anaknya akan sangat tampan.


"Mama.." rengeknya lagi..


"Kamu lihat dia jadi manja.."


"Kakak.." Raja melengos, sepertinya ia dendam dengan putra kecilnya karena mengganggu kegiatan paginya.


"Papa jahat.." Niel yang sudah berderai air mata semakin deras saja air matanya.


"Kakak, hentikan kamu menggodanya"


Raja tertawa melihat Niel yang sesegukan lalu dengan cepat menggendong Niel "Oh,, pangeran papa menangis,jelek sekali.."


"Huaa.. papa jahat Niel tidak jelek, papa yang jelek.." dan Raja semakin tertawa.. sementara Neil semakin menangis kencang.


Queen menggeleng namun bibirnya tersenyum melihat kedua pangerannya,Queen mengelus perutnya lembut.


"Tumbuh dengan baik Princess kedua pangeran kita dan mama menunggumu"


.


.


.


Jeng jeng jeng.. siapa yang rindu Raja dan Queen.

__ADS_1


Noh ada Bonchap😘


__ADS_2