
"Dia selalu seperti itu, hanya mengurung diri di kamar beberapa jam,aku tau dia sedang menangis,lalu keluar dengan ceria seperti tak pernah menangis"
"Maafkan aku" Raja menyesal sudah membuat kecewa semua orang karna kelakuannya.
"Kamu hanya perlu memperbaikinya, gunakan kesempatan ini untuk menjelaskannya" Granny menepuk pundak Raja dan pergi meninggalkan Raja yang masih berdiri di depan pintu kamar Queen.
Tiga hari lalu Raja datang kerumah Granny Sonya dan mendapat teriakan dan umpatan dari Granny,namun setelah menjelaskan semuanya Granny mulai melunak dan mengijinkannya untuk tinggal di paviliun rumahnya yang berjarak beberapa meter dari rumah utama.
Raja masih menunggu hingga suara isak tangis Queen terhenti dan dengan perlahan membuka pintu, Raja bisa melihat Queen tengah tertidur dengan menelungkupkan wajahnya di bantal.
"Maaf.." Raja mengusap rambut Queen yang lebih pendek dari terakhir kali,sepertinya Queen memotong sedikit rambut panjangnya.
Raja menaiki ranjang dan berbaring di sisi Queen,lalu menarik istri yang begitu di rindukannya kedalam pelukannya.
Entah sadar atau tidak Queen mengeratkan pelukannya dan membuat Raja tersenyum lalu mencium pucuk kepala Queen "Tidurlah.. tidur yang nyenyak..sayang.."
Raja tau jika Queen menyadarinya dia pasti akan marah,tapi Raja tak peduli ia hanya ingin melampiaskan rasa rindunya dan memeluk Queen hari ini.
Sementara dengan mata terpejam Queen begitu lelap hingga ia merasa mimpi indah tengah menghampirinya berada di pelukan Raja saat ini dan membuatnya begitu nyaman aroma dan kehangatan yang begitu di rindukannya.
"I miss you.."
.
__ADS_1
.
Berdiri di depan jendela kaca besar dengan mata memicing melihat kearah paviliun yang lampunya terang dan menampilkan siluet seorang pria,apa dia orang yang menyewa paviliun,tapi jika dilihat dia bukan seperti pria malang hingga granny nya mengasihani dan memberi tempat nya untuk di sewakan apalagi dengan harga murah.
Tapi kenapa ia merasa mengenal postur tubuh itu tubuh tinggi, tegap dengan dada bidang dan..
Queen menggeleng mengapa dia jadi berfikir itu Raja,tidak mungkin.. apa ia begitu merindukan Raja hingga Queen melihat Raja dimana mana,bahkan tadi ketika ia sedang tertidur ia merasa bahwa tengah berada di pelukan Raja hingga tidur begitu lelap bahkan sampai lupa waktu.
"Nona masakan anda bisa gosong" Queen menoleh dan mendapati seorang pelayan dibelakangnya.
Queen membelalak lalu kembali kearah wajan yang mulai berasap dan mematikan kompor "Astaga aku lupa.. " Queen menepuk dahinya, Queen sebenarnya sedang memasak untuk makan malam, lalu tiba tiba ia mendengar suara langkah menjauh dan pergi kearah paviliun jadi Queen merasa penasaran dan ingin tau siapa penyewa paviliun itu.
Queen meringis.. apa ini masih bisa dimakan, setiap hari Queen selalu mengasah kemampuannya untuk memasak,apalagi mengingat Raja yang mulai menyukai masakannya meski itu masakan sederhana.. jadi Queen ingin lebih banyak belajar agar bisa memasak masakan yang lebih enak lagi..Queen menghela nafasnya lelah,mengapa jadi semakin mengingat Raja..dan dirinya belajar memasak bukan untuk Raja tentu saja..?? karna itu tak mungkin lagi."Tolong buang saja ya, aku mau ke kamar dulu,dan kamu bisa memasak untuk malam ini" titah nya pada pelayan yang sejak tadi berdiri menemani Queen, Queen melepas apron di tubuhnya dan melangkah gontai kearah kamarnya.
Raja menatap piring yang di bawa pelayan kehadapannya "Kamu yakin ini masakan istriku?"
"Ya tuan"
Raja menatap tajam pelayan yang hanya menunduk "Apa kamu bermaksud meremehkan istriku" ayolah meski Queen belum pandai memasak dia tak pernah menyajikan masakan gosong dihadapannya.
"Mana saya berani tuan, itu.. karna nona sibuk melihat kearah paviliun ini jadi dia lupa jika sedang menggoreng ikan" pelayan tersebut masih menunduk, kenapa dia dimarahi bukan kah dia hanya bertugas untuk membawakan masakan apa saja yang di buat oleh nona Queen oleh tuan di depannya ini.
"Benarkah?"
__ADS_1
"Ya tuan karna nona melihat siluet tuan jadi dia hanya melamun sambil melihat kemari"
"Apa istri ku melihat wajahku"
Pelayan tersebut menjawab dengan gelengan, tentu saja dia tau karena dirinya berdiri di belakang nona Queen.
"Baiklah kamu boleh pergi.. terimakasih" Raja membawa piring berisi ikan setengah gosong dan menyimpannya di atas meja lalu memakannya dirinya sudah berjanji akan memakan masakan Queen setiap hari karna dirinya juga rindu masakan Queen meski hanya sekedar omlette saja, beruntung ikan ini hanya setengahnya yang gosong bagaimana jika ikan ini gosong semua?
Raja menggeleng sambil tersenyum.. "Astaga Queen jika ini bukan masakan kamu, aku pasti membuang ini"
.
.
.
Gak bisa up tiap hariπ tapi boleh atuh dikasih
Like..
komen..
vote.
__ADS_1
ββββ