Ex Bastard

Ex Bastard
Kekecewaan


__ADS_3

Typo bertebaran🙏


Selamat membaca..


Queen menghela nafasnya saat terus mengingat apa yang tadi dikatakan oleh Raja, Queen duduk sendiri sambil menatap kolam ikan di depannya para muda mudi masih menikmati pesta ulang tahun Nathan dan Nala ada beberapa event yang di adakan juga beberapa doorprize yang bisa dibawa pulang membuat suasana makin meriah, namun Queen malah memandang dari jauh, sendiri.


"Minum nya nona" seorang pelayan memberikan minuman pada Queen.


"Terimakasih" Lama merenung membuat Queen menegak minuman berwarna hitam itu hingga tandas, seketika rasa soda dari minuman itu seakan meletup di mulut Queen, ya itu hanya Colla jangan harap ada minuman keras ala anak muda di pesta Nathan dan Nala,itu tidak akan terjadi.


Setelah merasa cukup dengan menyendirinya Queen hendak bangun dan menghampiri orang orang yang masih bersorak seru namun saat Queen bangun ia merasakan pandangannya tiba tiba berkunang dan meredup.


.


.


.


Raja menggeliat kala merasa tidurnya terganggu, bahkan ia merasakan kepalanya pengar karena berisik, samar samar ia juga mendengar segala umpatan, terakhir ia merasakan tarikan di tubuhnya yang membuatnya bangun seketika..


"Apa.. yang kau lakukan berengs.." Raja menelan kembali umpatannya saat melihat 4 orang dan menatapnya tajam "Ada.. apa?" tanyanya bingung.


"Ada apa kau bilang, dasar anak kurang ajar" Raja menggeryit saat pria paruh baya di depannya, seakan ingin menghajarnya namun ditahan oleh Bagas.

__ADS_1


"Tenanglah Ed.." Ya Edward tengah mengeraskan rahangnya saat mendapati Raja tertidur di ranjang yang sama bersama Queen dalam balutan selimut yang sama.


Raja seolah menyadari lalu melihat dirinya yang setengah telanjang, lalu menyingkap bagian bawah selimut yang menampakan keadaannya yang tak memakai sehelai benangpun, tiba tiba ia mendengar isakan di sebelahnya.. matanya membeliak saat melihat Queen yang menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Astaga apa yang terjadi mengapa ia berada di sini diranjang yang sama dengan Queen.


"Queen sebenarnya apa yang terjadi nak?" Anina terlihat kecewa melihat Queen seperti itu.


"Queen gak tau ma, tiba tiba Queen ada disini..Aku... gak ingat.." Queen terus terisak, sambil menunduk, ia tak berani mendongak saat Edward dan Anina menatapnya kecewa.


Saat mendengar teriakan Anina yang histeris Queen langsung terbangun dan terkejut saat mendapatinya tertidur di ranjang yang sama dengan Raja.


Seingatnya ia merasa mengantuk saat berada di pesta Nathan dan Nala dan memutuskan memasuki kamarnya yang sering ia tempati di rumah Kanaya,karna sering menginap jadi Kanaya dan Bagas menyediakan kamar khusus untuk Queen setiap kali menginap di rumah mereka.


"Raja, aunti tidak suka kamu bicara seperti itu tentang Queen!!" Kanaya membentak Raja, dan Raja mendengus.


"Benar kalian selalu membelanya..kalian tidak berfikir dia menjebakku agar aku menikahinya karna kejadian ini bukan, itu sangat menguntungkan dia.."


Bugh..


Edwar memukul Raja tepat di rahangnya hingga sudut bibir Raja berdarah. "Brengsek kau! lalu apa yang aku lakukan disini sialan!"


Queen merasakan sakit teramat dalam dihatinya,ia mendongak melihat Raja dengan tatapan kecewa, bagaimana bisa Raja berfikir seperti itu, jika disini dirinya yang dirugikan, setelah ini apa ada yang mau menerimanya jika dirinya sudah tak perawan lagi.

__ADS_1


Queen memang menyukai Raja, tapi ia tak segila itu hingga terobsesi hingga melakukan hal kotor seperti yang dikatakan Raja,, menjebak?


Pintu terbuka, seketika Yasmin dan Azka yang terkejut dengan penampakan Raja dan Queen "Ya ampun Nak, apa yang kamu lakukan?" Raja menahan nafasnya saat melihat mata Yasmin yang menatapnya kecewa, ayolah dia tak peduli dengan pandangan orang lain, namun Yasmin adalah hidupnya, ia tak suka melihat mata itu meneteskan air mata, terlebih air mata kekecewaan.


"Bunda.." Yasmin memalingkan wajahnya dan menangis di pelukan Azka, ia mendapat telpon dari Nathan dan Nala dan meminta nya dan Azka untuk segera datang.


"Bersihkan diri kalian, kita bicara diluar" putus Azka, lalu membawa Yasmin keluar dari kamar tersebut.


Anina memapah Queen untuk memasuki kamar mandi dan menunggu diluar pintu.


Raja menunduk lemah, kini ia tak bisa melawan saat Yasmin ada di depannya. Yasmin adalah kelemahannya, Raja mengepalkan tangannya lalu mengeryit saat melihat bekas tidur Queen 'Ada yang aneh' jika Queen masih perawan bukankah akan ada bercak darah, atau mungkin Queen sudah tak perawan, ah tunggu tak semua perawan akan berdarah itu yang ia tau ada beberapa hal yang menyebabkan perempuan perawan tak mengeluarkan darah saat pertama kalinya, salah satunya karena pernah terjatuh atau lainnya.


lalu apakah Queen benar benar menjebaknya, Raja meneliti dirinya dan ia tak merasakan apapun, ayolah ia pria dewasa ia tau rasanya jika dirinya sehabis bercinta.


Raja meremas rambutnya, sial.. dia tak ingat apa yang terjadi semalam hingga dia berakhir satu ranjang dengan Queen.


.


.


.


Ayo.. ayo.. ayoo sawerannya🤭

__ADS_1


__ADS_2