
Bagas dan Kanaya masih memasang senyum bahagia di depan para tamu yang berdatangan mengucapkan selamat pada mereka.
Tentu saja senyum mereka bukan kepalsuan, tergambar jelas raut mereka benar benar bahagia, bahkan tangan Bagas tak lepas dari genggaman Kanaya.
Tiba tiba Bagas memindahkan tangannya ke pinggang Kanaya dan merapatkan ketubuhnya, tentu saja karna ia melihat seseorang yang menghampirinya dan menganggapnya sebagai ancaman.
"Hay.. selamat ya" katanya sambil menyodorkan tangannya kearah Kanaya.
"Makasih kak, " Kanaya meringis saat merasa dekapan Bagas makin mengerat.
"Kak Bim apa kabar?" tentu saja ancaman Bagas adalah Bima.
"Baik" Kanaya melongok kan kepalanya ke belakang Bima dan terkejut.
"Mima..hay, wah sepertinya aku ketinggalan berita.." Kanaya terkekeh saat melihat tautan tangan Bima dan Mima.
Mima tersenyum canggung dan melepas genggaman Bima "Hay.. selamat ya" Mima memberi pelukan ke Kanaya.
"Terimakasih, sejak kapan..?" Mima tau Kanaya bertanya tentang hubungannya dengan Bima, Mima hanya tersipu selama bekerja Mima terkesan tertutup dengan hal pribadinya jadi Kanya tak tau jika Bima dan Mima menjalin hubungan,apa lagi Bima juga sekarang tinggal di Bogor.
Mima menunjukan jari manisnya yang tersemat cincin, "Satu minggu lalu mas Bima lamar aku" Kanaya menutup mulutnya.
"Wuaah so sweet, selamat ya"
"Kak Bima ternyata, selamat ya kalian" Kanaya begitu heboh mendapati Bima dan Mima sudah bertunangan.
Bagas mengangkat alisnya dan melihat raut Bima yang tersenyum kearahnya "Tenang saja aku bukan pebinor, gak perlu se-possessiv itu.." cibirnya.
__ADS_1
"Bagus jika begitu, tapi ku harap kamu bukan menjadikannya pelarian saja" Bima mendengus..
"Tentu saja tidak.." Bima menarik tangan Mima pergi dari pelaminan, bicara dengan Bagas selalu membuatnya naik darah.
Kanaya tersenyum melihat Bima yang memperlakukan Mima dengan manis, Bima memang selalu seperti itu, bahkan padanya dulu.
Kanaya senang Bima sudah menemukan kebahagiaan nya sehingga rasa bersalahnya berkurang.
" Sudah jangan liat dia terus.."
"Please deh mas, jangan lebay.. aku bahkan gak sampai narik dasi terus condongin badan buat kak Bima" Kanaya menyindir Bagas yang digoda oleh Lena beberapa hari lalu
"Jangan ungkit itu lagi dong Yang, aku bahkan sudah memutus kontrak kerja dengan nya, lagi pula aku gak tergoda.. lain hal dengan Bima, dia bisa langsung tergoda jika kamu melakukan itu, jelas kalau dia masih suka kamu" Bagas memberengut.
Kanaya terkekeh, lalu melihat ke beberapa arah, setelah memastikan sesuatu ia mendaratkan ciuman di pipi Bagas, Bagas membeku, menegang mendapat sapuan lembut dipipi nya "Kayak nya kita mesti kabur dari sini" seringainya.
Kanaya tersipu jelas saja dia tau, apa yang dimaksud suaminya, mesum.. baru dicium pipi saja sudah tegang.
.
.
Bagas benar benar membawa Kanaya kabur dari resepsi pernikahan mereka saat para tamu sibuk berdansa, Bagas membawa Kanaya pergi.
"Mas, apa an sih masih banyak tamu tau"
"Gak papa lah Yang, aku takut kamu kelelahan..." Kanaya mendengus bilang saja sudah tak tahan ingin malam pertama.. dasar mesum.
__ADS_1
Bagas membopong Kanaya menuju ranjang hotel yang sudah dihias sedemikian rupa untuk pengantin baru kelopak mawar merah bertaburan di atasnya, Bagas melempar Kanaya hingga Kanaya memekik, dan dengan indah kelopak mawar merah pun beterbangan menjadikan nuansa romantis diantara keduanya.
Bagas sudah mengungkung Kanaya dan memandang wajah gugup Kanaya yang terbaring pasrah masih dengan balutan gaun pengantin.
Kanaya menelan ludahnya saat tatapan Bagas bak singa yang siap menerkam mangsa "A.. aku mau mandi dulu"
"Gak usah mandi nanti juga keringatan lagi" goda Bagas..
"Be..begini ma..as aku" Belum selesai Kanaya berbicara, Bagas dengan cepat membungkamnya dengan ciuman, intens dan lembut..
Kanaya mulai terbuai namun ia teringat sesuatu "Sebentar mas.." Bagas tak hiraukan bahkan kini Bagas sudah berpindah ke ceruk Kanaya, "Mas... ah.." Kanaya hampir meledak saat Bagas sudah semakin turun ke selangka lehernya serta kedua tangannya meremas gunung kembar nya.. "Bagas.."
"Hmm.." Bagas bergumam tanpa melepas cumbuannya.
"Aku.. sedang datang bulan"
Jeder..!!!
____________
Ck.. ck... ck.. gak sabar banget sih🤭 masih siang ini..
Like..
komen..
vote..
__ADS_1