
Anina sedang berdiri di balkon kamar nya memandang halaman rumah Edward yang luas dan ditumbuhi pepohonan, dari sini ia bisa lihat para pekerja sedang membuatkan taman bermain untuk Queen, atas ide dari Edward.
Ada perosotan, ayunan, jungkat jungkit juga mainan anak lainnya , Edward memastikan Queen nyaman dan suka berada dirumahnya,Edward benar benar memanjakan Queen,tak dipungkiri hati Anina menghangat ini yang ia inginkan sejak dulu Queen menjadi yang utama dan dipenuhi segala cinta dari seorang Ayah, Anina menghela nafasnya teringat kejadian tadi malam ia memang harusnya membentengi diri dari sekarang agar tak jatuh...
Anina melihat Edward dan Liza di resepsi pernikahan Kanaya dan Bagas semalam,, dan mereka.. berciuman, entah apa yang Anina rasakan saat melihat adegan itu, kecewa,marah,sakit tapi untuk apa? bukan kah ia juga berada disini hanya untuk Queen... iya demi Queen, tak peduli apapun tentang Edward, jika dia tak mencintai Anina biar saja, Anina akan sanggup menaggung kebahagiaan Queen meski dalam pernikahannya dan Edward tak ada cinta, buktinya ia bisa bertahan dulu dengan Bagas meski Bagas tak pernah peduli padanya.
"Mama.." Anina membalik badannya terlihat Queen sudah cantik dengan dres motif strawbery kesukaan nya "Tantik dak?"
"Cantik banget sayang.." Queen baru saja di mandikan Edward.
"Aku mau berangkat kerja dulu" Edward sudah mengenakan kemeja kerjanya,lalu menyodorkan dasi pada Anina.
Anina mengerti Edward ingin ia pasangkan dasi tapi untuk apa, kenapa dia tak memakainya sendiri, hubungan mereka tak seromantis itu kan?
"Tolong pasangkan! " karna menunggu Anina yang masih bergeming akhirnya ia bicara.
Anina menurut dan memasangkan dasi dari jarak yang ia rasa cukup jauh, agar tak terlalu dekat dengan Edward, namun percuma tubuh Edward yang tinggi membuat Edward harus menunduk dan condong kearahnya, sekuat tenaga Anina menahan matanya agar tak menatap langsung mata tajam Edwad.
Sedangkan Edward tak berkedip sedikit pun saat ia menatap Anina dari jarak ini, ia bahkan menelan salivanya karna melihat bibir ranum merah muda Anina, jika saja ia bisa ia ingin mengecup, mengu lum, dan menggigit gemas bibir tipis itu, namun Edward harus menahan dirinya agar tak membuat Anina semakin membenci nya sudah bagus Anina mau tinggal dirumahnya dan menurut untuk menikah.
Edward akan meluluhkan hati Anina perlahan "Terimakasih.." Anina hanya bergumam dengan wajah datar,lalu kembali bermain bersama Queen.
__ADS_1
Edward menghela nafasnya saat melihat respon Anina yang biasa saja "Queen papa kerja dulu ya, kasih ciuman dulu sama papa!" Edward memiringkan wajahnya agar Queen bisa mencium pipinya.
Cup..
Satu kecupan mendarat di pipi Edward dari Queen
"Mama.. ndak tium papa,papa mo kelja halus tium duyu?" mata Anina membelalak mendengar ucapan Queen dari mana dia bisa menyimpulkan seperti itu.
Edward menyeringai "Iya mama cium papa dulu, papa kan mau kerja.." Anina memberi tatapan tajam pada Edward, itu modus Edward ternyata, pasti Edward yang sudah meracuni fikiran Queen.
Anina melihat Queen yang menatap dengan mata bulatnya dengan penuh harap, menghela nafas lalu mendekat untuk memberi kecupan di pipi Edward, namun saat sudah dekat Edward memalingkan wajahnya hingga bibir Anina mendarat di bibir Edward.
Anina menormalkan detak jantungnya menyandar di pintu kamar mandi,ia meraba bibirnya, meski hanya kecupan tetap saja ia merasakan sentuhan bibir Edward,Anina menggeleng lalu menggigit bibir bawahnya, tidak Anina tak boleh jatuh.. apalagi ucapan Edward tadi malam bersama Liza terus terngiang ditelinganya.
Anina keluar dari kamar mandi saat sudah bisa menormalkan kembali rautnya, untuk mengantar Edward pergi ke kantor.
Queen melambaikan tangannya saat Edward memasuki mobilnya dan mulai melaju.
Edward duduk menyandar dikursi lalu melihat ponselnya yang tiba tiba bergetar "Sayang.. temui aku di resto xxx" pesan dari Liza.
Edward menghela nafasnya "Pak ke Resto xxx" katanya pada supir.
__ADS_1
.
.
.
Hayo loh,,, katanya cinta Anina tapi masih ketemuan sama mantan istri seh๐ก
Like..
komen..
vote..
๐น๐น๐นโโโ
kalau enggak aku marah nih ๐ก awas loh kalo enggak..
Gak deng becanda.. seikhlasnya saja ๐
terimakasih sudah membaca๐
__ADS_1