Ex Bastard

Ex Bastard
Perjanjian


__ADS_3

Bagas menyandarkan tubuhnya disandaran kursi,bagaimana ia bisa lalai hingga ini terjadi dirumahnya,apa ada penyusup kerumahnya dan menjebak Queen dan Raja, tapi siapa? begitu banyak tamu yang datang semalam, dan dia harus menyelidiki satu persatu tamu yang datang.


"Kopinya sayang" Kanaya meletakan kopi di meja kerja Bagas "Bagaimana?"


Bagas menggeleng "Cctv di lorong itu mati ,dan petugas bilang itu sudah mati sejak dua hari lalu, kita tak bisa tau"


Kanaya mengelus pundak Bagas lalu naik kepangkuan Bagas "Jangan berfikir terlalu keras, kita ikuti alurnya"


"Aku hanya takut terjadi sesuatu yang buruk di kemudian hari"


"Kalau begitu kita akan melindungi Queen"


Kanaya dan Bagas selalu menyayangi Queen, terlebih Bagas yang merasa bersalah karna dulu pernah memperlakukan Queen dengan tidak baik dan mengabaikan bocah kecil itu, hingga Queen kecil merasa kesepian.


Kanaya mengelus rambut Bagas dan mengecup bibir Bagas mencoba menenangkan, sedangkan Bagas memeluk Kanaya erat menyandar merasai kenyamanan nya.


.


.


Keputusan diambil, Raja Dan Queen menikah dua hari kemudian tak ada pesta meriah seperti perhelatan Raja dan Ratu di negri dongeng, Sandi dan Eva istrinya bahkan terkejut mendengar kabar bahwa Raja akan menikah secara mendadak.


Edward mendesah kecewa,saat melihat pernikahan putri kesayangannya dilakukan sederhana,namun mau bagaimana lagi jika itu sudah jadi permintaan Queen,Edward hanya bisa melindungi Queen dari jauh, semoga putrinya baik baik saja.


Pernikahan sudah terlaksana seluruh keluarga hadir, ya hanya keluarga mereka, namun berbanding terbalik dengan suasana pernikahan pada umumnya yang dihiasi kebahagiaan dan keceriaan, pernikahan Raja dan Queen dibalut keheningan.


.

__ADS_1


.


.


Brak ..


Raja menyimpan kasar sebuah map di depan Queen,setelah pernikahan sederhana mereka Raja membawa Queen ke Yogyakarta, tentu saja Queen mau tak mau harus menurut,karna disinilah tempat tinggal Raja sekarang, Sandi menawarkan agar mereka tinggal di rumahnya,namun Raja memilih membawa Queen ke apartemennya "Apa ini?"


"Itu surat perjanjian, pernikahan kita hanya akan terlaksana selama 3 bulan, lebih bagus jika lebih cepat berakhir, aku hanya perlu membuktikan jika kamu tak mengandung anak ku, dan membuktikan jika aku tak pernah menyentuhmu"


Queen mendongak dan menatap Raja dengan tatapan datar, untuk sesaat Raja tertegun kemana tatapan memuja dari Queen yang selama ini ditunjukan padanya, lalu mendengus apa pedulinya.


"Kakak yakin akan bercerai dalam 3 bulan?"


"Tentu saja?"


Raja terkekeh "Itu tidak mungkin"


Queen mengedikkan bahunya "Siapa yang tau hati manusia, tuhan bisa menjungkir balikan dunia yang besar ini apalagi hati kita yang kecil tak seberapa"


"Maka bermimpilah terus!"


Queen mengangguk "Baik dalam tiga bulan, aku akan buat kakak jatuh cinta padaku, tapi tenang saja kakak tak perlu terbebani jika pun kakak jatuh cinta padaku pada saatnya nanti aku harus pergi, maka aku akan tetap pergi" maka kakak akan merasakan penyesalan terdalam dalam hidup kakak, dan semoga saat itu akan tiba lanjutnya dalam hati.


Raja mengangguk "Terserah lakukan apa yang kamu mau, tapi jangan berharap terlalu tinggi karna itu tidak akan terjadi"


Queen menandatangani surat tersebut lalu dengan cepat Raja mengambilnya kembali "Ah.. kamu bisa mulai dari apartemen ini, kamu lihat disini tak ada siapapun,apa lagi pembantu, jangan harap kamu menjadi Ratu disini, maka kamu yang harus mengerjakan semuanya, memasak,mencuci, dan pekerjaan lainnya termasuk mengurusku tenang saja itu tak termasuk dengan se x aku bahkan tak sudi menyentuh mu.. bukankah tugas seorang istri melayani suaminya" Raja menyeringai "Itu yang kamu inginkan bukan karna itu kamu melakukan ini semua,menjebakku dalam pernikahan bodoh ini,maka nikmatilah nerakamu"

__ADS_1


Raja membanting pintu keluar dari apartmennya meninggalkan Queen yang langsung bergetar saat melihat Raja pergi.


"Hah.. menegangkan sekali, apa tadi aku terlihat ketakutan semoga saja kak Raja tak menyadarinya" sungguh Queen menekan gugup dan rasa takut nya saat berhadapan dengan Raja, Queen akan berusaha keras untuk kuat dan tak akan menunjukan kelemahannya, lihat saja akan ia buktikan jika ia bisa, namun saat mengingat ini akan berakhir dalam tiga bulan Queen kembali menunduk.


.


.


Raja memarkirkan mobilnya di sebuah rumah sederhana setelah mengetuk pintu Raja masuk tanpa menunggu pemilik rumah membukakan pintu.


"Aku merindukan kamu" Raja memeluk seorang perempuan yang tengah berkutat dengan masakannya di dapur.


"Kamu sudah pulang?" perempuan tersebut mematikan kompor lalu berbalik dan menampakan dirinya yang berwajah cantik , ya wanita idaman Raja bertubuh proposional,dan berkepribadian anggun dan dewasa juga cantik.


"Kenapa lama sekali kamu bilang hari itu akan pulang besok malam, besok malam yang mana?" Raja tak melepas rangkulannya di pinggang gadis yang ia cintai tersebut.


"Maaf ada sesuatu yang terjadi, dan menahanku"


"Hmm.. baiklah yang penting kamu sudah berada disini" Raja tersenyum lalu mengecup bibir kekasihnya, itu yang dia sukai dari kekasihnya, dia tak banyak menuntut dan memberikan pertanyaan pertanyaan yang memberatkan Raja, meski dengan senang hati Raja akan berkata jujur.


Dengan gerak cepat Raja membawa Kekasihnya dalam pangkuannya,melingkarkan kaki mulus kekasihnya dipinggangnya dan memberikan kecupan kecupan kecil di bibir sang kekasih, hingga berubah menjadi luma tan dan tak berhenti hingga mereka memasuki sebuah kamar, dengan kakinya yang jenjang Raja menendang pintu hingga tertutup, tak lama terdengar erangan dan desa han yang di teriakan keduanya, memadu kasih dengan orang tercinta adalah sebuah kebahagiaan yang tiada tara bukan?..


.


.


.

__ADS_1


😱 Ho.. ho.. ho.. apa Raja sudah termasuk Bastard..mari kita lihat selajutnya🤭


__ADS_2