Ex Bastard

Ex Bastard
Penguntit (2)


__ADS_3

Raja terus berusaha meredam rindunya dengan berbagai kesibukan semua pekerjaan ia lakukan dan tangani sendiri bahkan Jono menjadi lebih senggang sekarang.


Dari pagi hingga malam ia berada di kantor lalu larut malam Raja berteman kekosongan di apartemennya, Raja meletakan jasnya di sofa ruang tamu,yang masih gelap teringat sesaat dengan gerutuan Queen tentang sikapnya yang berantakan.


-Bisa gak kakak jangan buat berantakan lain kali simpan langsung di tempatnya-


Raja terus melangkah memasuki kamarnya lalu melihat bayangan Queen yang telah menyiapkan air panas untuknya


-Aku udah siapin air anget kakak bisa mandi sekarang setelah itu kita makan-


Raja menunduk,lagi lagi itu bayangannya..


Raja ingin berlari segera dan memeluk bayangan tersebut namun seperti biasa bayangan itu akan menghilang dengan sendirinya.


Rindunya begitu menyesakkan ia bahkan belum menjelaskan semua kesalah fahaman Queen,namun seperti janjinya pada Anina ia akan beri waktu pada Queen untuk menenangkan diri tapi sampai kapan?, ini sudah dua bulan.. tapi Raja merasa sudah dua tahun Queen pergi, begitu terasa lama.


Di tengah lamunannya terdengar suara bel berbunyi,dengan malas ia berjalan menuju pintu, Raja sudah tau siapa yang datang dan repot repot datang di malam larut seperti ini "Aku teman yang setia yang selalu mengkhawatirkan mu" Arman meletakkan makanan di atas meja.


"Kamu hanya membawa makanan sisa di restoran mu" Raja mendudukan dirinya.


"Kamu bawa minuman?"


Arman menggeleng "Tidak jika kamu terus minum maka kamu akan mati sebelum bertemu Queen,dan berhenti merokok" Arman merebut rokok di tangan Raja lalu menyesapnya.

__ADS_1


Selama dua bulan ini Raja dan Arman selalu menghabiskan waktu untuk minum,tepatnya Arman yang menemani Raja minum,yang katanya tak bisa tidur jika belum minum apalagi ia terbiasa memeluk Queen saat tidur dan Raja sangat frustasi.


"Kamu melarangku,tapi kamu sendiri merokok?"


Raja beralih pada makanan yang di bawa Arman, benar ia harus tetap sehat untuk bisa melihat Queen lagi, jika perutnya tak di isi ia bisa mati kelaparan dan dia tak mau Queen jadi janda nantinya.


Raja tak pernah menanda tangani surat cerai Queen, bahkan ia tak tau dimana surat itu berada sekarang ia tak peduli, karna Raja tak akan menceraikan Queen sampai kapan pun,Queen masih istrinya.


"Sudah ada kabar dari Queen? kapan dia pulang" Raja menggeleng,


"Bahkan mama Anina bilang Queen bahkan tak mau berbicara tentang aku, aku rasa dia benar benar membenci ku.." Raja tercekat rasanya makanan yang ia telan terasa seperti batu.


"Jika Queen tak mau pulang kenapa tidak kamu saja yang kesana"


"Tapi bukan berarti kamu juga tak bisa melihatnya bukan, setidaknya bisa melihat dari jauh juga lumayan bukan?"


Raja mendongak lalu tersenyum, sambil mengangguk.


Dan disinilah dirinya sekarang menatap Queen diam diam,ia memutuskan menuruti kata Arman, melihat dari jauh. Lebih tepat seperti penguntit dan mengikuti kemana pun Queen pergi.


Sudah tiga hari Raja selalu memperhatikan Queen dari jauh, setiap hari Queen biasa keluar rumah sekedar jalan jalan atau duduk di sebuah cafe,untuk menghabiskan waktu.


Seperti hari ini Queen sedang duduk di cafe,dan menghadap keluar jendela kaca besar menampakan suasana di luar sana, sambil makan dengan lahap dan begitu menikmatinya,mata Queen bahkan terpejam seolah begitu meresapi makanan di depannya.

__ADS_1


Wajah cantik yang sudah dua bulan tak ia lihat dan begitu ia rindukan hanya bisa ia lihat dari jarak beberapa meter, Raja ingin memeluk dan mendekap Queen serta mengatakan jika ia begitu merindukan istrinya,namun apalah daya jika ia hanya bisa melihat dari jauh.


Queen terlihat lebih cantik dari biasanya,wajahnya lebih bulat dan terlihat lebih berisi,tiba tiba Raja teringat apa Queen kini sedang mengandung bukankah salah satu tanda wanita berbadan dua adalah tubuh wanita itu akan berisi dan nafsu makan yang meningkat, seperti saat ini..,apa benih nya mulai tumbuh?


Raja merasakan dada nya bergemuruh membayangkan jika Queen mengandung anak nya, pasti akan menjadi kebahagiaan yang tiada tara,terlebih dengan begitu Queen tak bisa menggugat cerainya jika dalam perutnya ada darah daging Raja.


Raja terus mengikuti langkah Queen dengan pelan hingga Queen memasuki sebuah pusat perbelanjaan dan Raja memutuskan menunggu di kursi sambil menunggu Queen keluar.


Raja memicingkan matanya saat melihat Queen keluar namun yang membuatnya mengeryit adalah orang dibelakang Queen yang sedikit mencurigakan,Raja masih membiarkan orang tersebut mengikuti langkah Queen, hingga Queen sudah terlihat menyadari sesuatu dan langkahnya menjadi lebih cepat seolah ia begitu ketakutan, dengan cepat Raja menghadang langkah pria tersebut dan menatap wajah dibalik topi da syal yang menutupi wajahnya.


"Siapa kau..?"


"Harusnya kau yang bertanya siapa Kau, kau menguntit istriku?"


Pria di depan Raja terkekeh "Kau suaminya, sudah seminggu aku mengikutinya tapi dia tak terlihat memiliki suami, kau berbohong? ah kau juga menginginkan wanita itu ,tenanglah setelah aku kau akan mendapat giliran mu"


Raja mengepalkan tangannya dan tanpa aba aba ia melayangkan tinjunya kearah pria di depannya.


Bugh..


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2