
"Aku kecewa Naya,ternyata semua yang aku lakukan sia sia saja, tak perlu satu minggu aku sudah tau jawaban nya, kamu memang bukan untuk ku"
"Apa..?"
"Semuanya sudah berakhir Naya, sudah cukup"
"Ada apa ini aku gak ngerti, jelaskan padaku?" , Kanaya melihat Bagas rupanya wajah Bagas juga memar, Kanaya mengulurkan tangannya kewajah Bagas, namun Bagas menepisnya.
Kanaya mundur beberapa langkah "Begitu..? lalu apa yang kamu lakukan pada ku sejak kemarin?"
Bagas menggeleng "Semuanya sia sia"
Kanaya menggeryit "Sia sia..?" lirihnya, lalu Kanaya menatap sengit kerah Bagas.
"Baiklah putuskan sendiri, lakukan apa pun yang kamu mau, dan fikirkan apapun itu, kamu memang seperti itu selalu seperti itu,sejak dulu.. selalu memaksa.. kamu anggap apa aku ini hah? egois.. kamu sakiti aku, lalu datang dan meminta maaf dan memberi harapan lalu sekarang..? " Kanaya memukul dada Bagas,"Pergilah pergi saja brengsek, dan jangan pernah temui aku lagi" Kanaya berbalik dan meninggalkan Bagas dengan air mata menggenang di pelupuk matanya.
Bagas mengepalkan tangannya saat Kanaya kembali memapah Bima masuk kedalam mobil.
Kanaya mengendarai mobil Bima kesebuah rumah sakit, sebenarnya fikiran Kanaya sangat kacau, tapi ia tak bisa mengabaikan Bima yang babak belur,ditemani Mima Kanaya membawa Bima kerumah sakit terdekat.
"Sudah selesai.. jika dirasa sudah membaik pasien boleh pulang" Kata dokter saat sudah mengobati Bima.
"Terimakasih dokter" Kanaya mengantar dokter keluar ruangan.
Kanaya melihat kearah Bima lalu menghela nafasnya "Sebenarnya kenapa kakak harus berantem sama Bagas"
"Ini hanya salah faham"
"Kakak harus jelasin nanti aku mau ke administrasi dulu" Bima mengangguk " Mima jagain kak Bima bentar" Kanaya keluar dari ruang rawat Bima membayar administrasi perawatan Bima, namun langkahnya terhenti saat mengingat ia lupa bawa dompet karna terburu buru membawa Bima ia lupa dengan dompetnya "Aku minta kak Bima dulu, semoga dia bawa dompet"
Beruntung jarak nya belum terlalu jauh, Kanaya hendak membuka pintu namun berhenti saat mendengar suara dari dalam.
"Apa yang Bapak lakukan sebenarnya,kenapa bisa berantem seperti itu" tanya Mima,gadis itu yang sejak tadi terdiam kini mulai bertanya.
__ADS_1
"Sudah aku bilang ini cuma salah faham,dan ini bukan urusan kamu jadi kamu gak perlu tau"
"Pak Bima tau, tuan Bagas memang sudah mendengar pembicaraan kita tadi kan, makanya Pak Bima sengaja bicara seperti tadi" Bima mengalihkan pandangan nya.
.
.
.
Beberapa menit sebelum kejadian..
"Saya mau bicara, ikut saya" Bima mengajak Mima keluar dari cafe.
"Tolong bersikaplah biasa saja di depan orang lain, dan saya minta kamu lupakan apa yang terjadi"
Mima mendongak "Bapak tenang saja, tidak perlu khawatir perasaan saya milik saya sendiri, jadi tak perlu merasa terbebani dengan apa yang saya katakan tempo hari"
"Saya mengerti, tapi bukan kah Bu Aya juga mencintai orang lain"
"Dia hanya membutuhkan waktu untuk memutuskan nya, lagipula dia berjanji untuk kembali setelah memutuskannya,dia tak berniat kembali pada Bagas" saat yang sama Mima melihat Bagas berdiri dibelakangnya.
Mima mengangguk lalu masuk kedalam cafe, saat memasuki cafe Kanaya mengajaknya bicara dan tak berselang lama baru lah terdengar ricuh Bagas menghajar Bima.
.
.
Saat ini..pembicaraan Mima dan Bima kembali berlanjut.
"Saya yakin Pak Bima bicara sesuatu yang membuat Pak Bagas marah hingga dia memukuli anda"
"Aku hanya berkata semua yang dia dengar itu benar,lalu dia marah dan memukulku"
__ADS_1
"Saya rasa kejadiannya tak sesederhana itu, hanya karna anda mengatakan bahwa Bu Aya tetap akan memilih anda meskipun sudah memberi kesempatan pada tuan Bagas lalu dia memukul anda"
"Kenapa memangnya jika aku lebihkan, itu bukan urusan kamu" Mima menunduk.
"Bapak tau kenapa saya menyukai bapak, Karna anda orang yang baik, dan selalu jujur, meski mengenai perasaan anda terhadap Bu Aya bohong,bahwa sebenarnya anda mencintainya..." Kanaya berbalik dan tak mau mendengar pembicaraan kedua orang itu lagi.
Kanaya terduduk lemas di kursi tunggu, Bima mencintainya, lalu Bima menciptakan kesalah fahaman pada Bagas, bukan kah Bima sudah merelakan hubungannya dengan Bagas, lalu kenapa Bima berbuat seperti itu.
Kanaya mengepalkan tangannya dan masuk keruangan rawat Bima, Bima dan Mima terkejut saat Kanaya masuk tiba tiba.
"Mima bisa keluar sebentar aku mau bicara sama kak Bima" Mima pun segera keluar menyisakan Bima dan Kanaya. "Kakak ngomong apa aja sama Bagas?"
"Ay.."
"Aku cuma mau kakak jawab pertanyaan ku, aku udah jujur sama Kak Bima, tentang semua perasaan aku, karna aku gak mau ada yang tersakiti, meski aku sadar aku egois udah ngelibatin kakak,tapi waktu itu kakak sendiri yang menawarkan diri..
Kenapa disaat aku udah bilang bahwa aku akan memilih kakak bikin aku dan Bagas salah faham"
"Maaf..maafin aku Ay..ternyata aku gak bisa jadi orang baik"
.
.
.
______________
Like..
komen..
vote..
__ADS_1