Ex Bastard

Ex Bastard
Dunia penuh kepalsuan


__ADS_3

Raja baru saja selesai mandi dan melihat kearah dapur Queen sedang memasak, dengan apron di dadanya, juga rambut yang digulung atas..


"Kakak sudah selesai" Raja masih melihat Queen mondar mandir sambil tersenyum kearahnya "Bentar ya masakannya belum selesai, ini soalnya aku baru belajar beberapa menu dari Arman, jadi aku mesti liat catatan dulu, jadi agak lama"


Raja tak menjawab dan hanya melihat Queen sambil berfikir terbuat dari apa hati gadis ini? sejak dulu setelah sekian banyak kata kata pedasnya, juga yang baru saja terjadi namun Queen masih saja bersikap seperti tak terjadi apa pun, dan tersenyum ke arahnya, Raja merasa bersalah sekarang, Raja memang tak mencintai Queen tapi mengapa mendengar secara gamblang dari mulut Queen Raja merasa dilema.


Apa kah gadis itu baik baik saja? apakah dia juga harus bersikap sama seperti yang dilakukan Queen dan menjalankan perannya sebagai suami, termasuk mencemburui layaknya suami yang mencintai istrinya.


Bukankah tak adil jika hanya Queen yang berperan, Raja menghela nafasnya lalu berjalan kearah Queen yang sedang memotong sayuran.


Dengan perlahan Raja menyelipkan tangannya dipinggang Queen dan memeluknya dari belakang,lalu memberi kecupan di tengkuk Queen, Queen berjengit dan menegang mendapat sentuhan Raja yang memeluknya possessiv.


"K..ak?"


"Ayo kita lakukan"


"Huh?"


"Ayo lakukan peran suami,istri yang sesungguhnya seperti mau kamu,seperti ini bukan? memeluk dari belakang ketika istrinya sedang memasak? mulai sekarang kita akan melakukannya, tidur dikamar yang sama, menghabiskan akhir pekan bersama dan melakukan semua yang selalu dilakukan suami istri berbelanja, makan malam dan berlibur.." Queen menahan nafasnya kedua tangannya terkepal erat, apa yang kamu harapkan Queen?

__ADS_1


"Benar kah?" nada bicara Queen begitu ringan dan penuh keceriaan.


"Iya,"


Tangan Queen terangkat lalu menyentuh tangan Raja mengurainya dan membalik tubuhnya hingga kini ia bisa melihat Raja di depannya "Mengapa mendadak?"


"Anggap itu hadiah untuk kamu sebelum kita berakhir"


'Hadiahmu menyakitiku kak' bertentangan dengan hatinya Queen kini tersenyum manis, sangat manis hingga Raja tertegun beberapa saat, Raja tak tau bahwa Queen begitu pintar menyembunyikan hatinya dibalik senyum manisnya, tanpa sadar tangan Raja terangkat dan mengusap dahi Queen menyingkirkan poni yang basah karna keringat.


"Baiklah ayo kita mulai"


Queen mengecup pipi Raja.


"Ba..baiklah kita mulai dengan memasak bersama, aku akan membantu mu memasak, kita akan memasak apa sekarang?" Sudah beberapa kali Queen mencium pipinya,namun selalu menyisakan kegugupan padahal hanya di pipi.


Queen melihat Raja yang mulai mengambil pisau dan meneruskan memotong sayuran, sesekali Raja tersenyum kearah Queen.


Queen membalas senyum Raja, namun dalam hatinya menangis 'Andai senyum itu tidak palsu kak, pasti aku adalah wanita paling bahagia, mendapatkan cinta dari suamiku, selamat datang di dunia penuh kepalsuan Queen, semoga suatu saat nanti kamu bisa mengenang ini kak, meski aku gak yakin kamu akan ingat atau tidak, aku berharap dari sekian peran bahagia yang kita perankan akan ada satu yang tertinggal di hati kamu'

__ADS_1


tanpa Queen sadari ia hanya menciptakan rasa sakit untuk dirinya sendiri,apakah ia akan sanggup melepas semuanya ketika waktunya berakhir tiba, ah.. Queen kamu menciptakan surga yang sesungguhnya berbentuk neraka.


Mereka memasak, dan makan bersama dengan canda tawa yang terdengar sempurna seolah mereka benar benar pasangan suami istri bahagia..


.


.


.


Jadi.. menurut kalian, apa yang Queen lakukan sudah benar atau kesalahan?


Sabar ya tiga bulan masih lama🤭


mari mari sawer dulu..


like..


komen..

__ADS_1


vote...


__ADS_2