Ex Bastard

Ex Bastard
Pergilah..!!!


__ADS_3

"Aku baik baik aja Pa" Queen sedang menerima panggilan dari Edward. " Tidak kami tinggal di apartemen"


"Papa jangan khawatir, aku bisa jaga diri lagi pula kak Raja tidak akan melakukan kekerasan"


"Sakit hati juga termasuk kekerasan" dengus Edward.


Queen terkekeh "Papa gak ingat janji ku, aku tidak akan membiarkan kak Raja menyakitiku.. lagi pula.." ini hanya tiga bulan.


"Lagi pula apa?" Queen menggeleng ia bahkan tak sadar Edward tak bisa melihatnya.


"Lagi pula, ratu papa gak selemah yang terlihat"


"Baiklah hubungi papa jika dia melakukan hal buruk padamu,ingat papa mengawasi kamu, papa akan mencari tau siapa dibalik semua ini, dan kamu bisa buktikan bahwa kamu gak bersalah"


"Makasih pa"


.


.


Queen menjelajah apartment Raja yang tidak besar dibanding mansion mereka, namun tak sempit juga cukup luas untuk ukuran apartemen.


Queen melihat jam menunjukkan pukul sepuluh malam namun tak ada tanda tanda Raja akan pulang, Queen melihat ponselnya berharap Raja memberi kabar namun mimpinya tetaplah mimpi.


"Ayolah Queen jangan harap dia peduli, bukankah ini kemauanmu" Queen memasuki kamar lalu merebahkan dirinya di atas kasur "Ah, nyamannya, lebih baik aku istirahat sebelum mulai bertempur besok" namun sudah dua jam Queen berbaring ia tetap tak bisa memejamkan matanya.


Disaat Queen gelisah, di luar sana Raja baru saja menyelesaikan sesi panasnya dengan sang kekasih.


"Ada yang ingin aku bicarakan, berjanjilah kamu tak akan marah dan meninggalkan ku.. Selin"

__ADS_1


Perempuan bernama Selin itu mendongak dan manik matanya menatap Raja, saat ini ia tengah bersandar di dada bidang Raja "Hmm, apa?"


"Berjanji dulu?"


"Baiklah aku janji" Selin tersenyum dan membuat Raja semakin tak tega untuk memberi tahu kenyataannya.


"Aku sudah menikah"


Degh..


Selin menegang.. "Kamu bercanda?"


"Itu keinginanku, tapi ini tidak sesederhana itu hingga aku bisa bercanda"


"Apa maksud kamu" Selin mencoba melepaskan diri dari rengkuhan Raja, namun Raja mengeratkan pelukanya.


"Dengarkan aku!"


"Ya"


Selin terus berontak "Kamu memintaku bersabar dan akan mengenalkanku pada keluargamu, lalu kita akan menikah, tapi apa ini, kamu menikah dengan orang lain" Selin tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.


"Ini tak seperti yang kamu fikirkan sayang tolong dengarkan aku, aku dijebak"


"Apa?"


"Aku dijebak wanita rubah itu, hingga keluargaku mendesakku untuk menikahinya, aku bahkan tak tau letak kesalahanku, aku mohon jangan marah, aku hanya mencintai kamu"


Selin meneteskan air matanya tak lama ia menangis meraung sambil memukul dada Raja yang tak mau melepasnya

__ADS_1


"Kamu berbohong padaku, kamu menghianatiku.. kamu berjanji menikahiku tapi kamu mengingkarinya.."


.


.


Lama Raja memeluk Selin dan terus mengusap punggung kekasihnya hingga terdengar suara nafas teratur menandakan Selin tertidur.


Raja mendesah lalu ikut memejamkan matanya.


.


.


Dipagi buta Raja terbangun saat merasakan pergerakan dari Selin "Kamu sudah bangun?" dan hendak memberi kecupan pada Selin.


Selin menghindari Raja dan memalingkan wajahnya "Sayang?"


"Pulanglah Raja, tak baik kamu ada disini sedangkan istri kamu menunggu semalaman.."


"Sayang.."


"Ini terakhir kalinya kita bertemu, tolong tinggalkan aku"


"Selin..!!" Raja mencoba mengendalikan amarahnya "Sudah aku bilang ini tak seperti yang kamu fikirkan, aku terpaksa.."


"Terpaksa atau tidak kamu tetap sudah menikah sekarang, dan aku tak mau jadi perusak rumah tangga orang"


"Kamu bukan perusak, justru dia yang merusak hubungan kita, dan masuk secara paksa dalam hidupku,aku mohon jangan berkata seperti itu"

__ADS_1


Selin menggeleng "Mengertilah Raja, semuanya berbeda, pergilah.." Selin melangkah gontai memasuki kamar mandi lalu menguncinya dari dalam.


Raja meremas rambutnya frustasi "Akhhh sial, semuanya jadi berantakan gara gara wanita sialan itu"


__ADS_2