
Bagas sudah menyiapkan semuanya makan malam keluarga yang akan diadakan disebuah hotel berbintang dengan menyewa tempat privat.
Tak peduli Azka akan setuju atau tidak, Bagas akan menunjukan keseriusannya malam ini pada Kanaya.
Tadi malam Bagas begitu bahagia saat Kanaya memintanya untuk menyematkan cincin dijari manisnya bukan kah itu sebuah kode bahwa Kanaya juga sudah siap untuk menerima pinangannya.
Bagas juga sudah menghubungi sang Ayah, yang begitu terkejut dengan panggilan Bagas, yang memintanya untuk datang, tentu saja Ayahnya bersedia datang itu adalah moment yang dinanti sang Ayah setelah sekian lama,Bagas menghubungi nya,meski Bagas belum memberi tahu bahwa mereka akan makan malam dengan keluarga Sadewo.
.
.
Sedangkan dirumah Kanaya semua nampak sedang merayakan ulang tahun Kanaya meski hanya acara keluarga inti, ada Azka dan Yasmin memboyong kedua anak mereka Raja, dan Rona.
Kanaya sudah melakukan panggilan vidio dengan Karina sang nenek yang berada di Australia,ucapan selamat serta doa sudah di dapat dari sang nenek.
Sedangkan Fardhan, adiknya belum juga pulang apa dia tak akan memberi ucapan selamat pada Kanaya.
"Jadi makan malam kita bersama si bastard itu"
"Mas" tegur Yasmin,bastard seolah menjadi julukan Azka pada Bagas.
"Iya tadi malam saat mengantar Kanaya Bagas mengatakan pada Daddy untuk menghadiri jamuan makan malam yang diadakan untuk ulang tahun Aya"
__ADS_1
"Terus daddy izinin gituh?" Azka mencebik.
"Daddy gak tega liat wajah Aya berbinar bahagia" Kanaya merangkul Adam.
"Makasih dad.."
"Sama sama sayang"benar kata Bagas lebih mudah meluluhkan Adam, karna Adam begitu menyayangi Kanaya,maka dengan mudah Bagas mendapat persetujuan,meski tetap saja Adam memberi peringatan pada Bagas untuk tak melakukan kesalahan kedua.
"Tunggu.. mom baru liat cincin kamu"Alyla memperhatikan jari manis Kanaya, membuat Kanaya tersipu.
"Hadiah dari Bagas mom, cantik gak?"
"Sok sok an tersipu lagi" cibir Azka. "Abang belum setuju ya"
"Aduh.. anak mommy lagi kasmaran"
Kanaya memeluk Alyla karna malu, menyembunyikan wajahnya di dada sang mommy.
"Abang jangan galak galak sama Bagas awas loh"
Azka mendelik "Ish.. dasar bucin"
"Gak sadar apa dirinya juga bucin" gerutu Kanaya.
__ADS_1
"Kakak jadi inget dulu ada yang bilang kalau nanti jangan kaget liat abang kamu bucin, soalnya turunan.. tapi kakak baru itu juga nurun ke kamu" Yasmin mengatakan apa yang dulu Kanaya katakan padanya.
Kanaya hanya makin memerah saja dengan perkataan Yasmin, apa benar sekarang dirinya tertular virus bucin, tapi mau bagaimana lagi ia memang mencintai Bagas,setelah beberapa tahun terlewati tetap saja tak menghilangkan cintanya.
Meski Bagas sudah menyakitinya namun tetap saja Kanaya kembali pada Bagas. "Kayaknya keturunan daddy gak akan bisa nolak itu, mereka memang akan sangat possessiv dan mencintai dengan sepenuh hati" kata Adam.
"Aku enggak" terdengar seruan dari arah pintu,tentu saja orang yang sejak tadi ditunggu tunggu baru saja datang.
"Aku gak akan bucin kayak kalian" lalu memeluk Alyla "Aku kangen mommy"
Alyla membalas pelukannya dan mengecup dahi putra bungsunya.
Fardhan menghampiri Adam juga melakukan hal yang sama, begitu seterusnya hingga Fardhan akan memeluk Kanaya yang malah memukul kepalanya "Adik gak ada ahlak, ngapain pulang udah sana pergi lagi"
"Aku sibuk kuliah kak, aku kesana beneran kuliah bukan buat ngelupain masa lalu" cibirnya,sekaligus menjadi sindiran bagi Kanaya, yang beralasan kuliah padahal menenangkan hatinya yang tersakiti, Fardhan menempuh pendidikan di negeri paman sam Amerika.
"Ish.. beneran ya kamu.."
"Udah..ih kalian nih bertengkar mulu"Alyla menengahi,"Kenapa gak bilang kalau pulang hari ini,kita bisa jemput kamu"
"Aku udah gede mom bisa sendiri,kalo gak pulang nanti tuan putri ngomel aku gak dateng di ulang tahunnya"
"Ya sudah kita mulai potong kuenya.." kata Yasmin yang datang dengan kue ulang tahun di tangannya.
__ADS_1