Ex Bastard

Ex Bastard
EdAn- Lega


__ADS_3

"Ed.."


"Hmm.."


Anina mencoba melepaskan dekapan Edward "Jangan begini.."


"Apa..?"


"Lepaskan aku" Anina menggeliat agar dekapan Edward terlepas,sungguh rasanya gugup Anina takut Edward bisa mendengar detak jantungnya.


"Kenapa?"


"Apanya yang ke..kenapa.. kubilang lepaskan"


"Tidak mau" Edward malah mengeratkan pelukannya, Edward tau Anina sedang salah tingkah dan Edward bisa mendengar denyut jantung Anina yang berdebar akibat rapatnya tubuh mereka.


Akhirnya Anina pasrah saja dan membiarkan Edward memeluknya, karna memang terasa nyaman..


Benar saja berita konferensi pers yang Edward adakan terbungkam dengan tertangkapnya Liza yang sedang melayani pelanggannya di sebuah hotel, bahkan Liza didapati tengah telanjang bulat.

__ADS_1


Liza langsung digiring polisi, tak hanya Liza sang manager pun ikut terseret, tak lupa beberapa model yang Liza pekerjakan, karir dan hidup Liza sudah hancur dan Liza hanya bisa menundukkan wajahnya saat di giring menuju mobil polisi.


Laman berita dipenuhi komentar komentar pedas untuk Liza,ejekan dan kata kata kasar terlontar dari akun akun netizen,Anina menghela nafasnya lalu mematikan ponselnya, meski Anina lega,namun ia juga merasa iba.. ia tak mengenal jauh dengan Liza selain pertemuannya tempo hari saat ajakan makan malam bersama Bagas, rasanya tak baik jika ia menghakimi Liza, bagaimana pun Liza juga pasti merasa tersakiti dengan kehadirannya dan Queen.


Anina berharap setelah ini semua bisa berjalan baik, dan semoga Liza bisa hidup lebih baik nanti.


Edward tersenyum puas saat melihat Berita terbaru di tangannya, sebenarnya dia juga merasa kasihan pada Liza, bagaimana pun Liza juga pernah menjadi bagian dari hidupnya, meski ternyata semuanya palsu dan Liza berkali kali menghianatinya, namun sikap terakhir Liza mampu membuatnya geram.. dengan melibatkan Queen dan Anina yang sudah jelas tak ada hubungannya dengan perceraian mereka.


Edward sudah memberikan kompensasi yang cukup besar untuk perceraian mereka, bahkan rumah besar yang mereka tempati sepenuhnya jadi milik Liza lengkap dengan kendaraan di dalamnya, namun Liza yang tak pernah merasa cukup menjerumuskan dirinya sendiri, maka jangan salahkan Edward yang membuka jalan agar semuanya cepat berakhir.


"Sialan aku berada di kantor polisi semalaman dan kamu tersenyum senang"


Pria di depan Edward mendengus "Jika saja aku sedang tak butuh uang aku tak mau mempermalukan diriku sendiri" ikut digiring ke kantor polisi sudah membuatnya malu seumur hidup.


"Ya sudah uangnya sudah Amar kirimkan, kamu boleh pergi" Edward mengusir pria yang semalam ikut berperan menjebak Liza, Ya Edward meminta.. tepatnya memanfaatkan temannya Felix yang sedang kesulitan uang karna diusir oleh keluarganya akibat gaya hidupnya yang urakan dan suka foya foya juga main perempuan.


"Baiklah terimakasih.." pria tersebut tersenyum setelah melihat isi rekeningnya yang terisi banyak.


"Manfaatkan itu dengan baik, atau jika tidak pulang saja dan angkat tangan pada Ayahmu!" Felix mencibir lalu pergi dari ruangan Edward

__ADS_1


Setelah Felix pergi Edward menggulir layar ponselnya "Hallo.. Queen sedang apa?" begitu ponsel tersambung celotehan Queen menyambutnya,meski Edward sedikit heran mengapa Anina langsung memberikan ponselnya pada Queen.


"Iya papa pulang makan siang sama Queen dan mama, oh ya mana mama?"


"Mama, ladi masak papa"


Sekarang Edward mengerti mengapa Anina memberikan ponselnya pada Queen, ternyata Anina sedang sibuk memasak mungkin untuk makan siang mengingat waktu makan siang sudah dekat "Ya sudah papa pulang sekarang ya, bilang sama mama 'I love you'...."


.


.


Maaf ya untuk teman Edward yang kemarin aku ketik Reymond aku ganti Felix, merasa bersalah aja sama Nayla🀭


yang belum kenal Rey sama Nay, monggo mampir kecerita **Melody cinta Nayla..


Terimakasih untuk semua yang sudah menemani sampai sekarang, meski cerita aku gak seberapa, aku terharu..


πŸ™πŸ™πŸ™**

__ADS_1


__ADS_2