
Raja menggeram saat dirinya masih memacu kelembutan Queen, metode tarik ulur yang ia lakukan seolah membuatnya terasa tersedot dan teremas secara bersamaan..
"Oh.. Queen"
Queen juga tak kalah dengan desa hannya yang sejak dari tadi ia tahan tak dapat lagi ia redam.
"Jangan pergi sayang.. ah.. kumohon..oh Queen"
disela kegiatan panas mereka Raja terus memohon, namun Queen tetap terdiam hanya desa han yang ia keluarkan seiring hujaman Raja yang terus terasa makin cepat dalam dirinya.
Sebuah rasa yang Raja tau akan segera terjadi, klimaksnya akan segera datang Raja semakin cepat memacu dirinya bahkan Queen merasa benar benar tertusuk dalam di kelembutannya.
"Akhhh kak.." pekik Queen.
Disusul dengan geraman Raja "Oh... Queen.. akhhh"
__ADS_1
Raja melepas ikatan Queen lalu mengecup memar di pergelangan tangan Queen seraya terus bergumam "Maaf.."
"Kamu milikku sekarang" setelah itu Raja mulai memejam, dan mendekap Queen erat.
Malam itu terjadi,malam penuh gairah yang dibalut kesedihan, "Kamu telah memiliki ku seutuhnya, namun kamu juga harus kehilangan ku"
Queen menatap raut Raja, dan seperti biasa tangannya akan terangkat dan menelusuri wajah Raja "Kamu membuatku semakin tak bisa melupakan kamu kak"
Queen melepas pelukan Raja secara perlahan lalu bangun dan mengemasi semuanya, sudah Queen bilang ia harus tetap pergi,karna ada sesuatu yang kuat yang membuatnya benar benar harus pergi.
Queen menuliskan sesuatu di secarik kertas lalu meletakkan nya di nakas.
Queen pergi setelah memberi kecupan di dahi Raja lama, bahkan ia meneteskan air matanya.
Raja terbangun saat hari masih gelap bahkan matahari masih enggan muncul.
__ADS_1
Raja mengeryit ini masih subuh, dan Queen sudah tidak ada di pelukannya,Raja berjengit saat ingat kejadian semalam, lalu ia menyalakan lampu, Raja menyibak selimut tak ia pedulikan tubuh te lanjangnya yang terpampang,Raja hanya mengedarkan pandangannya lalu memaki dan mengumpat saat tak melihat koper Queen yang ia buat berantakan semalam.
Raja mengalihkan pandangannya keatas nakas lalu meraih secarik kertas dan membacanya dengan rahang mengeras dan tangan mencengkram kertas tersebut hingga berbentuk remasan.
(Aku menang, sekarang rasakanlah saat kamu mencintai tapi kamu tak bisa menggapainya, itu yang kurasakan sejak dulu, aku pergi karna memang sejak awal aku akan pergi setelah membuatmu menyesal menyianyiakan ku, terimakasih atas semua penghinaan kamu yang membuatku melupakan cintaku sejak dulu, ku harap kita tak pernah bertemu lagi, aku membencimu.. benar benar membencimu,apa yang terjadi semalam anggap itu hadiah dariku yang akan membuatmu makin tersiksa karna tak bisa memiliki ku..selamat tinggal)
"Akhh sial.. kamu hanya membalas dendam padaku" teriak Raja frustasi, Raja tak menyangka Queen melakukan itu padanya, semuanya palsu benar benar palsu, tapi kenapa tatapan itu.. tatapan Queen padanya begitu penuh cinta, Raja tau, dan Raja bisa rasakan saat saat bersama mereka, kehangatan Queen Raja yakin Queen benar benar tulus. "Tidak kamu masih mencintaiku dan rasa itu belum hilang"
"Jono, cari tau kapan penerbangan terakhir semalam ke Jakarta, juga pesankan untuk ku tiket sekarang juga" Raja tak mendengarkan balasan dari Jono ia dengan cepat mematikan ponselnya.
Raja bergegas membersihkan diri dan memakai pakaiannya, ia akan mengejar Queen sekarang juga dan membawa Queen kembali,tak peduli mungkin Edward akan menghajarnya, bahkan mungkin bunda Yasmin akan semakin kecewa padanya.
"Beraninya kamu melakukan ini padaku Queen"
Nah loh, Queen pergi.. puas kalean puas?š, apakah Raja akan berhasil membawa Queen kembališ¤atau Raja akan di buat babak belur sama papa Edward..
__ADS_1