
"Ah tuan Liam boleh saya meminta sesuatu.."
"Tentu tuan, apa yang bisa saya bantu"
"Saya ingin selama disini saya di layani oleh seseorang... saya tak mau yang lain, termasuk yang membersihkan kamar saya"
.
.
.
Esoknya Anina di panggil manager hotel untuk mengurus semua keperluan Edward,Anina tak di beritahu siapa pemilik kamar tersebut,dan Anina melakukan nya hanya sementara, setelah tamu tersebut pergi Anina bisa kembali menjadi resepsionis. Anina ingin protes itu kan bukan tugasnya tapi Anina membutuhkan pekerjaan ini dan ia tak ingin berakhir dengan pemecatan dirinya.
__ADS_1
Maka Anina memasuki kamar tersebut dan mulai merapikan dan membersihkannya, Anina tak ingin tau siapa pemilik kamar tersebut, hanya saja mengapa harus dia yang membersihkan dan mengurus semua keperluan tamu tersebut,anehnya lagi nama tamu tersebut dirahasiakan, bahkan dirinya sebagai resepsionis pun tak tau.
Anina memasukan pakaian di dalam keranjang kedalam plastik laundry,dan mengganti sprei dengan yang baru,selanjutnya memasuki kamar mandi dan membersihkan nya, benar benar pekerjaan cleaning service tapi bagaimana lagi Anina tak bisa protes.
Sementara Anina sibuk dengan pekerjaan nya Edward kembali menemui Queen dan mengajaknya bermain Edward bahkan mengajak Queen ke Playground, mereka menghabiskan waktu bersama,Edward membelikan berbagai mainan apa pun yang ditunjuk Queen Edward belikan.
"Mbah.." Queen memekik senang sambil menunjukan berbagai mainan yang dibelikan Edward, sedangkan Darmi menarik nafas panjang "Mbah.. Tuin di beliin Papa"
"Bagus banget,, Queen main di dalam dulu ya!, mbah mau ngomong sama papa" Queen pun masuk setelah memberi kecupan di pipi Edward.
"Gak papa bude saya gak keberatan,itu tidak seberapa.."
"Saya tau, yang saya maksud bukan soal uang,tentu itu belum seberapa di banding apa yang kamu lakukan, yang saya maksud adalah bagaimana saya menjelaskan pada Anina nanti jika dia bertanya dari mana semua mainan itu, saya gak mau terus berbohong, sebaiknya segera temui Anina baik baik, dan bicarakan tentang ini"
__ADS_1
Bude Darmi benar tapi apa dia berani, bagaimana jika Anina menolak dan menjauhkannya dari Queen, sedangkan Queen sudah mulai dekat dengannya.
"Baik bude saya akan temui Anina"
"Bagus, selesaikan segera, bude harap kamu dan Anina bisa merawat Queen bersama sama" Bersama sama kata itu seperti harapan untuk Edward.. ya, jika ia ingin bersama Queen maka dia juga harus bersama Anina, dan mereka akan bersama jika Edward dan Anina menikah.
Lalu bagaimana dengan Anina apa dia akan mau menikah dengan lelaki yang tak dicintai nya, jangankan cinta bahkan mungkin Anina sangat membenci nya.
Edward sendiri tak masalah tentang cinta, toh selama ini dia mencintai Liza tetap saja berakhir penghianatan bukan? maka jika itu akan membuatnya bisa bersama Queen ia akan menikahi Anina.
Anina sudah menyelesaikan pekerjaan nya membersihkan Kamar VIP tersebut, ia meneliti lagi agar tak ada yang terlewat.
lalu melihat kearah tempat tidur, lalu merabanya, empuk dan lembut pasti nyaman tidur disini, Anina menghela nafasnya badan nya cukup lelah dari kemarin ia merasa tak enak badan bahkan tiba dirumah yang niatnya mau tidur dan istirahat nyatanya tidak bisa karna masih harus mengurus Queen.
__ADS_1
Manager bilang ia tak perlu mengerjakan apapun setelah membersihkan kamar ini dan selebihnya ia hanya harus melayani permintaan pemilik kamar jika membutuhkan sesuatu, tapi hari ini manager bilang pemilik kamar akan pulang sore hari, apakah tidak masalah jika dia beristirahat sebentar.