
Queen memasukkan pakaiannya kedalam koper, sedangkan Raja sudah bersiap dan menunggu Queen selesai sambil terus bekerja di balik layar lipatnya.
"Kita akan langsung ke Yogya bukan?" Queen mengerutkan keningnya.
"Aku mau pulang kerumah papa"
Kali ini Raja yang merengut "Tapi pekerjaan aku udah banyak banget Queen,aku gak mungkin cuti lagi" Demi mengejar Queen Raja meninggalkan pekerjaan nya yang pasti sekarang sudah menumpuk.
Queen mengedikkan bahunya "Terserah kakak kalau mau ke Yogya aku mau pulang ke rumah papa,lagian aku kangen sama mama, papa"
"Oh ayolah..my Queen aku gak mau jauh lagi dari kamu" Raja menutup laptopnya dan berjalan kearah Queen yang baru saja selesai mengemas pakaiannya.
"Kita pulang ke Yogya, ya.. ya..ya?" Raja mendekap Queen, seraya membujuk agar Queen mau ikut dengannya "Pekerjaanku banyak,kita ambil libur bulan depan lalu menemui papa dan mama,bagaimana?"
Raja tersenyum saat Queen tersenyum,namun senyum Raja hilang saat Queen menggeleng "Baiklah.. kita akan pulang kerumah papa Ed lebih dulu" Raja harus mengalah tak ingin membuat Queen kembali marah lagi.
Queen terkekeh lalu mengecup pipi Raja, Raja tertegun sesaat lalu mengeratkan pelukannya "Ehhmm itu apa itu sudah selesai?"
__ADS_1
Queen mengerut bingung "Itu..apa?"
"Itu.. datang bulan nya apa sudah selesai?"
Queen mengerjapkan matanya lalu menggeleng,tak menyangka jika Raja akan menanyakan itu.. "ini baru hari ke tiga.."
"Lalu, memang biasanya berapa hari?"
Queen mengangkat tangannya lalu Raja mendesah lesu, tujuh hari.. itu artinya Raja harus menunggu empat hari lagi,ia harus bersabar untuk mendapatkan haknya kembali, Queen terkekeh lalu mengusap pipi Raja "Ayo kita keluar granny sudah menunggu, nanti kita ketinggalan pesawat"lagi pula mau melakukan apa? bukankah mereka akan segera kembali ke Indonesia, Raja mengangguk lalu mereka keluar untuk berpamitan pada granny Sonya.
Setelah menempuh perjalanan jauh kini Queen dan Raja sudah berada di dalam mobil menuju rumah papa Edward.
"Ish.. papa" Queen merengek di pelukan Edward, jangan lupa Queen akan merajuk dan manja pada Edward, bahkan Raja harus merelakan melepas pelukannya dari Queen dan mengalah pada Edward.
"Ingat jangan mudah menyerah begitu saja,biar dia tau rasanya berjuang"
"Baiklah papa.."
__ADS_1
"Kenapa papa memprovokasi istriku"
"Biar saja" Edward pergi membawa Queen yang masih dalam pelukannya.
Anina menepuk bahu Raja "Ayo masuk kalian harus istirahat dulu" Raja tersenyum mengangguk.
Raja membuka matanya setelah tertidur beberapa jam, Raja meraba sisi ranjang yang tadi ditiduri Queen,namun Queen sudah tidak ada.
Queen bangun lebih awal dan kini sedang berbincang dengan Anina dan Edward,
"Si kembar bilang mereka akan datang kemari begitu papa beritahu kamu sudah pulang"
"Mereka akan kesini? bagus deh aku juga kangen sama mereka, lebih bagus kalo Rona juga ikut,sudah lama tidak bertemu pasti seru"
"Iya katanya ada hal penting yang mau di omongin sama Raja,kamu tau waktu mama cerita sama mom Kanaya tentang keadaan kalian si kembar langsung sedih,mama gak ngerti memang ada apa sih? sampai sampai mereka bilang maaf tapi waktu mama tanya maaf kenapa mereka gak ngomong lagi"
Queen menegang saat mengingat Nathan dan Nala, apa mereka akan bicara tentang malam itu pada Raja, Apa yang akan Raja lakukan jika Raja tau tentang malam itu? apa Raja akan kembali marah.
__ADS_1
Mengingat kembali saat pertama mereka ada di ranjang yang sama Raja begitu murka dan bicara sangat kasar hingga melukai hatinya,mama Anina dan papa Edward memang tidak tau tentang ini karna Queen memang meminta Daddy Bagas untuk merahasiakan nya.
Saat Queen kembali ke kamar Raja sudah tak berada di ranjang namun ternyata terdengar gemericik air dari kamar mandi, Queen memutuskan untuk menunggu Raja, Queen ingin berbicara tentang apa yang dilakukan Nathan dan Nala dan sebagai kakak, Queen akan melindungi adik adiknya, meski yang dilakukan Nathan dan Nala memang kesalahan besar namun Queen tak rela adik kembarnya mendapat makian dari Raja,cukup dirinya saja yang pernah merasakan sakitnya perkataan Raja.