
"Selamat pagi"
Raja mendengus saat Queen kembali mencium pipinya, tepat saat Raja menggeliat.
"Kamu terus mencium ku"
"Itu agar kakak terbiasa.." Queen sudah bangun lebih dulu dan sedang mengeringkan rambutnya dan duduk di sisi Raja ia baru saja selesai mandi.
"Kenapa tidak sekalian di bibir saja" kata Raja tanpa sadar, ia enggan membuka matanya,dia masih mengantuk.
"Oh.. baiklah"
Cup..
Queen memberikan kecupan di bibir Raja dan membuat Raja berjengit dan langsung membuka matanya,untuk sesaat mata mereka saling beradu, Queen dengan rambut berantakan dan basah terlihat begitu menggoda, bahkan ujung rambut basah Queen mengenai pipinya, hingga Raja bisa mencium aroma shampo nya yang di pakai Queen.
Raja menahan pinggang Queen saat akan bangun menegakkan tubuhnya,Queen mengerjap saat merasakan tangan Raja di pinggang Queen menjalar naik ke punggung lalu mengusap tengkuknya menciptakan rasa geli, dengan perlahan Raja menekan tengkuk Queen semakin mendekat, tatapan Raja masih di mata itu, mata bulat Queen yang memiliki bulu mata lentik dengan manik hitam di tengahnya,
__ADS_1
Queen semakin merasakan gelenyar aneh saat Raja mengelus tengkuk nya,bahkan meremas rambutnya yang masih setengah kering dan menekannya semakin merapat, namun Queen tak ingin memejam kan matanya, tak mungkin kan Raja menciumnya?, terakhir kali Raja melakukan itu Raja membisikan kata kata pedas padanya.
Namun sedetik kemudian mata Queen membulat saat bibirnya merasakan bibir basah Raja, yang me lu matnya dengan lembut, mata Queen bahkan terasa perih dan berkaca kaca karna tak bisa berkedip.
Raja terus memberi ciuman lembut di bibir mungil dan tipis Queen,bahkan tanpa sadar Raja begitu menikmati dan seakan hanyut dalam rasa yang ia ciptakan 'ah ternyata begini rasanya' batinnya.
Raja melepas ciumannya, saat nafas Queen tersengal, apa Queen tidak bernafas? "Itu baru yang di namakan ciuman,," Raja mengusap bibir Queen dengan ibu jarinya.
Pipi Queen terasa terbakar, bahkan Raja bisa melihat semburat merah di pipi putih Queen "Lain kali harus seperti itu!" Raja menyeringai, sedangkan Queen makin tersipu apa lagi melihat tatapan Raja seolah melembut berbeda dengan Raja yang selalu menatapnya tajam.
Dengan cepat Queen berdiri dan berusaha menormalkan dadanya yang bergemuruh "Aku.. aku..mau bantu mama bikin sarapan" katanya lalu melesat keluar kamar dan membanting pintu sedikit keras.
Raja tak tau akan bagaimana kedepannya ia hanya akan melakukan apa yang Queen minta, dan menganggap sebagai kompensasi perceraian mereka kelak,tak dapat dipungkiri sebelah hatinya masih mencintai Selin dan berharap bisa kembali dengan Selin, Raja masih belum menghubungi Selin kembali hingga kini setelah kejadian itu, Raja merasa sedikit kecewa saat kata kata itu keluar dari mulut Selin 'Masuki aku, miliki aku sepenuhnya' sedangkan Selin tau Raja tak akan melakukan itu,Raja tak munafik ia menginginkannya, pria normal mana yang ditawarkan seperti itu oleh kekasihnya yang akan menolak, namun Raja selalu mempertahankan kewarasannya, ia hanya ingin melakukannya setelah menikahi Selin,maka Raja selalu berusaha memuaskan dirinya dan Selin dengan saling menyentuh dan merang-sang agar terlepas dari gai rah mereka,namun Yang baru saja terjadi berhasil membuat Raja hampir saja tak bisa menahan diri, andai Queen tak kehabisan nafasnya Raja mungkin tak akan melepaskannya apakah hatinya sudah mulai goyah?.
Dengan perasaan gundahnya Raja bangun melangkah kearah kamar mandi mengguyur tubuhnya dengan air dingin matanya terpejam tangan nya mengepal erat, mulutnya meracau pelan dan bergumam..
"Jangan terbuai, jangan jatuh cinta padanya"
__ADS_1
.
.
.
Setelah sarapan mereka berpamitan pada Papa Sandi dan mama Eva, Raja mengantar Queen kembali ke apartemen sebelum berangkat bekerja,Raja bahkan tak sempat turun begitu Queen keluar tentu saja setelah memberi kecupan di pipi Raja, dan di balas kecupan di dahi Queen Raja kembali melajukan mobilnya.
"Hay Queen apa itu suami mu?" Queen melihat kearah Arman yang menyapanya.
"Oh, Arman kamu mau ke resto ya?" bukannya menjawab Queen malah balik bertanya.
"Hmm ya, kamu mau belajar memasak hari ini?" Arman tak lagi bertanya tentang siapa yang ada di balik mobil yang menurunkan Queen di depan loby, meski nyatanya Arman mengenali mobil siapa itu.
"Kamu tidak sibuk?"
"Tidak, aku free hari ini datanglah ke resto setelah makan siang"
__ADS_1
"Baiklah aku kesana nanti, aku masuk dulu" Queen melambaikan tangannya, sambil tersenyum, ke arah Arman lalu masuk ke dalam gedung apartemen.
Raja menggenggam setir nya sambil mengeryit melihat Queen berbincang dengan dengan seseorang yang dia kenal "Arman?"