
"Jangan.. jangan tinggalkan aku.."
"Jangan tinggalkan aku.."
"Jangan aku mohon"
Raja terbangun dengan nafas memburu keringat mengucur di pelipis dan dahinya..
"Queen?" Raja tersadar saat Queen menyeka keringatnya,lalu menghembuskan nafasnya lega.. ia hanya bermimpi.
"Ya?"
"Kamu, disini?" pertanyaan ambigu Raja membuat Queen mengeryit.
"Hmm,, kakak sakit, sejak semalam badan kakak panas" Queen memasukan handuk kecil yang sejak tadi dipegang nya, kedalam baskom berisi air hangat, Queen panik saat Raja menggigil di tengah malam dengan suhu badannya yang panas, sejak semalam Queen menunggui Raja dan memastikan panasnya turun dengan cara mengompres di beberapa bagian tubuh Raja.
"Mau kemana?" Raja memegang tangan Queen.
"Aku mau menyimpan ini dulu, kakak juga harus minum obat kan, aku ambilkan dulu" Queen keluar kamar, lalu menuju kearah dapur,Queen mencuci wajahnya di wastafel lalu menghirup udara sebanyak banyaknya, berharap bisa menggantikan nafasnya yang sejak tadi terasa sesak.
Raja terus meracau dalam tidurnya 'Jangan tinggalkan aku' sama seperti saat ia mabuk tempo hari, dan Queen tau untuk siapa itu.
__ADS_1
"Queen kamu bukan hanya menyakiti dirimu sendiri tapi juga mereka"
Queen membawakan bubur dan obat di atas nampan "Kakak makan dulu, setelah itu minum obat, jika nanti panasnya tidak turun kita akan ke dokter"
Raja mengangguk sambil tersenyum lemas, Raja benar benar sakit dan tak punya tenaga untuk sekedar menjawab Queen.
Setelah memakan sarapannya Queen memberikan obat untuk Raja "Sudah sekarang tidur lagi,kakak juga harus istirahat" Queen membantu Raja berbaring dan menyelimuti Raja.
"Jangan pergi kemana pun!" pinta Raja sebelum ia memejamkan matanya
Queen hanya mengangguk lalu duduk di sisi Raja, tangan Raja menggenggam tangan Queen dengan erat sebelum sedikit demi sedikit pegangan itu mengendur seiring embusan nafas Raja yang teratur.
...
"Hallo aku.. bisa aku bertemu Raja"
Tak perlu menerka nerka lagi siapa wanita yang ada di depannya ini,Queen tau siapa lagi yang akan dengan berani datang jika bukan Selin..
"Maaf aku, tadi ke kantor Raja namun mereka bilang Raja tak ada di kantor, aku khawatir"
"Kak Raja sedang sakit" bisa Queen lihat raut wajah wanita di depannya kini terkejut dan terlihat khawatir.
__ADS_1
"Bolehkan aku melihatnya"
Queen menggeser tubuhnya memberi jalan agar Selin bisa masuk,dan tanpa kata lagi Selin langsung menerobos masuk tergesa gesa, Queen bahkan sampai mengeryit saat Selin langsung pergi kearah kamar Raja,,ah tentu saja Selin pasti sudah tau dimana letaknya, mungkin juga Selin sering datang atau bahkan mereka sudah biasa menghabiskan waktu bersama... di dalam kamar,Queen menggeleng saat fikiran kotor menyerangnya, namun bukankah Selin seharusnya menghargainya sebagai pribumi, meski mungkin hanya sementara.
Queen menghentikan langkahnya saat mendengar samar samar percakapan Raja dan Selin,
"Kamu kesini?"
"Ya, bagaimana keadaan kamu, aku khawatir sayang, ayo kita kedokter saja"
Queen memutuskan untuk memutar langkahnya dan keluar apartemen, terserah apa yang akan mereka lakukan di dalam sana Queen sudah tak mau tau sekarang, Queen terus membawa langkahnya bukan ke arah lift namun ke arah tangga darurat,Queen mempercepat langkahnya terus menaiki tangga satu persatu, tak ia pedulikan kakinya yang sudah pegal ia terus menuju lantai paling atas, hingga tiba di atap Queen menarik nafas sebanyak banyaknya lalu meluruh ke lantai menangis sekencang kencangnya.
Sudah satu jam Queen duduk merenung dan memandang kosong kearah depan,apa yang sebenarnya ia cari dan inginkan apakah ini? rasa sakit ini? ya Queen hanya mendapat rasa sakit.
Queen menyentuh layar ponselnya lalu menempelkannya di telinga "Papa..Queen mau pulang"
Queen menyerah, ia memilih menyerah ini... sudah cukup.
.
.
__ADS_1
.
Wah Queen benar benar menyerah.. pemirsahh,😁😁 puas kalean puas!!🤭