Ex Bastard

Ex Bastard
EdAn (9)


__ADS_3

Edward membawa Anina dan Queen memasuki mall terbesar di Semarang, Edward benar benar memanjakan Queen semua yang Queen mau, ia belikan.


Anina mengikuti ayah dan anak itu sambil terus protes "Jangan dibelikan terus nanti jadi kebiasaan"


"Gak pa-pa aku punya uang" Anina mendengus dasar tukang pamer, "Bukan itu masalahnya, tapi dia akan terbiasa nanti semaunya sendiri"


"Uang ku tidak akan habis sayang, jika hanya untuk Queen, bahkan untuk anak anak kita nanti" Anina memutar matanya siapa yang mau punya anak , apalagi dari bajingan macam Edward.


"Kamu mau apa, beli lah"


"Tidak.." Anina memilih menjauh saja kepalanya pusing tak tertahan.

__ADS_1


Setelah memuaskan Queen, Edward mengajak Anina dan Queen makan siang "Queen abis ini kita pulang ya" Anina membujuk Queen.


"Masih ada satu tempat lagi yang belum di datangi" Anina mengeryit.


"Mau apa lagi sih, belanjaan nya udah banyak" dengus Anina, entah berapa uang yang dikeluarkan Edward.


"Ada, sesuatu yang penting" Edward kembali menyuapi Queen, Queen semakin lengket dengan Edward sekarang apa saja ingin bersama Edward, Queen yang selama ini tak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah, begitu antusias ketika Edward datang dan mengatakan 'Ini Papa Queen', Bagas memang mulai baik namun tetap saja jarak mereka jauh.


Edward mengambil tangan Anina dan memasukan cincin yang tadi di tunjuknya ke jari manis Anina "Pas, pilihan bagus" Anina tertegun melihat jarinya yang kosong kini terisi kembali setelah perceraian nya dengan Bagas "Baiklah ini saja" Edward menyerahkan kembali cincin tersebut pada pelayan, saat Edward sibuk dengan mengurus pembayarannya, Anina mendorong Queen yang tertidur dalam trolinya.


Anina tersenyum lalu menyentuh sebuah kalung berbandul permata yang indah"Cantik.."

__ADS_1


"Sudah Ayo" Edward mengambil Troli Queen dan mendorongnya, sebelah tangannya menggenggam tangan Anina meski Anina bersi keras melepaskan namun pegangan Edward terlalu kuat, dan hangat.


Jika saja ini terjadi dulu, pasti rasanya lain. Tak dipungkiri dulu ia berharap Edward akan bertanggung jawab, dan menikahinya lalu mereka bisa membina rumah tangga sekali seumur hidup, membesarkan anak mereka bersama,meski semua berawal terpaksa karna sebuah kesalahan.namun semua pupus saat Edward tak mau mengakuinya.


Anina wanita biasa yang mengharap kebahagiaan termasuk cinta sekali seumur hidup, namun semua nya pupus hanya karna pria ini, ia bahkan sudah mencoba bertahan dengan Bagas dulu,karna hanya ingin menikah satu kali saja meski tanpa cinta Anina mencoba bertahan, namun ia sadar bahwa itu menyakiti banyak hati dan ia menyerah.


Dan kini yang tersisa hanyalah kebekuan hati Anina terasa beku.


Hati Anina yang sudah sakit saat mendapati dirinya tak lagi suci, semakin sakit saat tiba tiba tumbuh buah yang tak diinginkan, lalu sang pria yang tak mau bertanggung jawab, karna akan menikah dan yang lebih sakit adalah pertanyaan 'Apa itu, benar anak ku?'


'Gugurkan saja!' semuanya masih terngiang ditelinga Anina.

__ADS_1


Malam ini Anina pulang meski tak bersama Queen anak itu tetap ingin bersama Edward, Anina merasakan sepi dan sedih bagaimana mungkin Anina yang mengandung, melahirkan dan menyusui selama lebih dari dua tahun, kini harus terganti oleh Edward yang baru datang beberapa hari saja,Anina mengusap setetes air matanya ia tak bisa hidup tanpa Queen..


__ADS_2