
"Queen berhentilah!" Arman menatap Queen dengan tangan terkepal.
"Aku tak bisa berhenti.. meski ini pedas tapi ini sangat enak" Queen menyantap satu piring mie yang ia minta dari Arman dengan cabai yang banyak. "Lihat bahkan mataku sampai pedih.." air mata mengucur dari mata Queen.
Arman memalingkan wajahnya,dengan dada bergemuruh "Kamu menyiksa diri kamu sendiri Queen" Arman semakin kesal.
"Ini belum seberapa, kamu tau level pedas dari bakso yang sedang viral itu aku bisa memakan level 30 di sana" hidung Queen sudah meler dan memerah.
"Tapi kamu tau itu sangat lezat, memakan sesuatu yang pedas seperti memberi kepuasan tersendiri dan aku selalu kuat.. untuk.. untuk..memakannya selama ini, tapi.. tapi Arman cabai apa yang kamu pakai ini, mengapa mataku tak berhen.. ti.. mengarlirkan air mata, aku tidak menangis... Arman ini cuma gara gara cabai itu.." Sedetik kemudian Queen tersedak hingga ia memukul dadanya terasa sesak..
Arman melempar piring mie yang dimakan Queen "Ya cabai sialan dia membuatmu menangis dan tersedak.." Arman memeluk Queen lalu menepuk punggungnya.
"Ini.. pedas.. Arman.. lidahku terasa terbakar aku tak kuat.." Queen sesegukkan dengan air mata yang terus mengalir "Aku berjanji tidak.. tidak akan menangis lagi karenanya, tapi aku tak tau menahannya ternyata begitu sulit dan sakit.. aku sulit bernafas Arman" Queen menepuk dadanya, Queen kira ia bisa menciptakan kenangan indah yang akan membekas di hati Raja dan akan membuat pria itu menyesal nanti karna sudah menyianyiakan nya, namun nyatanya ia hanya menciptakan sakit untuk dirinya sendiri selama ini, menipu diri sendiri dengan peranan yang ia ciptakan.
Setelah melihat postingan Selin, satu yang Queen bisa pastikan, semua yang Queen lakukan selama ini sia sia, bahkan Raja benar benar hanya berperan saja dengannya, harapannya tak pernah terkabul, Raja tetap saja tak menoleh kearahnya.
"Jika sudah tidak kuat berhentilah Queen kamu butuh bernafas lalu minum sebanyak banyaknya"
__ADS_1
"Aku tak tau apa yang terjadi diantara kalian tapi aku yakin dia akan menyesal kelak Queen, lihat saja... itu pasti!"
"Apa yang kamu katakan aku sedang bicara...tentang cabai.. sialan itu" rajuk Queen.
"Ya, ya baiklah cabai itu memang sialan beraninya dia membuatmu menangis"
.
.
"Terimakasih Arman atas makan siangnya" Queen sudah lebih lega sekarang.
Queen terkekeh "Arman, andai aku lebih dulu bertemu kamu pasti aku akan jatuh cinta sama kamu"
"Yah, dan aku harus menerima takdir sialan ku, karna terlambat bertemu"
"Sudahlah jangan terus mengumpat itu tidak baik" Queen merapikan rambut dan riasannya yang sedikit berantakan. "Kamu pria yang baik, aku yakin suatu saat bisa menemukan wanita yang baik untukmu, tapi jangan lama lama, nanti kamu keburu tua"
__ADS_1
"Aku maunya kamu"
Queen tertawa meski lebih terlihat tawa yang menyembunyikan kesedihan "Maaf hatiku sudah penuh"
"Ya dan sungguh sial hati kamu dipenuhi pria bastard sialan itu, aku tak mengerti apa yang dilihatnya dari Selin dia bahkan.." Arman menghentikan ucapannya saat mendengar helaan nafas dari Queen "Maaf aku.. tidak akan ikut campur lagi"
"Ya sudah aku pulang dulu udah sore juga" Queen keluar dari ruangan Arman. setelah melihat postingan Selin tadi Arman membawa Queen ke ruangannya dan makan mie super pedas di ruangan Arman, Arman tau Queen butuh melampiaskan semua amarahnya yang tertahan dan itu terbukti Queen sudah lebih lega sekarang, dan Queen tau keputusan apa yang selanjutnya harus ia ambil.
.
.
.
ðŸ˜
Apakah Queen akan menyerah sebelum tiga bulan?
__ADS_1
Atau Queen masih akan terus berjuang?