Ex Bastard

Ex Bastard
EdAn- Pergi..?


__ADS_3

"Apa selama ini kamu tak pernah mencintaiku,apa selama pernikahan perasaan kamu palsu"


"Aku mencintaimu,aku benar benar mencintaimu dengan tulus, bahkan kamu alasanku tak bisa bertanggung jawab atas kehamilan nya, bahkan aku memintanya menggugurkan kandungannya"


"Jika begitu bisakah kita kembali Ed,aku sungguh merindukan mu"


Perkataan Edward dan Liza membuat Anina mual apalagi saat melihat mereka berciuman, setelah melihat itu Anina segera pergi, entah mengapa hatinya sakit.. ia benci Edward jika dia masih mencintai Liza, mengapa menyeretnya dan Queen, mengapa tidak biarkan saja Anina dan Queen hidup tenang, mengapa harus temui Queen dan memberi harapan sebuah keluarga pada Queen.


Dan dia bisa kembali pada istri tercintanya.


Anina mengambil koper di dalam lemari lalu merapikan pakaiannya dan Queen, Anina tak sanggup melihat wajah lelap Queen, ia menangis lagi dan lagi "Apa yang harus mama lakukan Queen, kenapa Queen begitu menginginkan papa, tidak cukupkah hanya mama, hanya kita berdua? mama janji akan bahagiakan Queen" Anina benar benar ingin memutar waktu kembali kemasa lalu sebelum Edward menghancurkan hidupnya, mempunyai Queen bukan penyesalan, bahkan Queen anugrah terindah untuknya, namun caranya datang yang salah, mengapa, harus datang sebelum terjadinya pernikahan dan menjadikan semuanya rumit.


Setelah merapikan pakaian Anina berbaring di dekat Queen mengusap lembut rambutnya dan memberi kecupan disana "Mama sayang Queen"


Edward membuka pintu kamar Anina dan melangkah perlahan, Anina dan Queen sedang terlelap, Edward menghela nafasnya saat melihat koper di sudut ruangan, Anina benar benar akan pergi.


Setelah memberi kecupan di dahi kedua perempuan yang Edward cintai,Edward pun melangkah pergi.

__ADS_1


Pagi harinya Anina tertegun saat melihat Edward keluar kamar dengan koper ditangannya, wajahnya kacau juga lingkaran hitam dimatanya, apa Edward tak tidur semalaman "Kamu gak perlu pergi, aku yang akan pergi sementara waktu sebelum kita menikah, jika kamu yang pergi nanti Queen harus beradaptasi lagi dengan lingkungan baru" Edward mendekat lalu mengusap rahang Anina "Maaf soal semalam.. aku menyesal" lirihnya. Anina masih mematung di tempatnya saat Edward memasuki kamar Anina untuk menemui Queen.


"Hallo ratu papa, sudah siap untuk sarapan"Edward menggendong Queen, dan membawanya keluar kamar


"Tiap papa"celoteh Queen tangannya sudah melingkar nyaman di leher Edward.


"Oh iya, papa mau bilang kalo papa ada kerjaan mungkin papa gak pulang beberapa hari, jadi Queen jangan nakal sama mama ya"


Queen menunduk sedih "Papa ndak pulang"


"Iya cuma sebentar, abis itu kita kumpul lagi oke "


"Jaga Queen baik baik, aku juga akan sering menghubungi, aku butuh waktu sebentar untuk menyelesaikan sesuatu, setelah itu kita akan menikah" Edward melihat Anina yang masih membisu.


"Aku tau kamu melakukan ini terpaksa, tapi maaf sampai matipun aku gak akan lepasin kamu dan Queen" dan aku berharap suatu saat kamu akan mencintaiku.. lanjutnya dalam hati.


Sampai saat itu tiba Edward akan mencoba bersabar.

__ADS_1


"Queen berikan ciuman untuk papa" Queen pun mencium pipi Edward dan dibalas dengan kecupan diseluruh wajah Queen.


"Mama tium papa.." pintanya pada Anina, Edward melihat kearah Anina.


"Kalau mama gak mau biar papa aja.. oke.." Edward pun menarik kepala Anina yang menurut pasrah,lalu mengecup dahi Anina lama, Anina bahkan memejam jantungnya berdebar kuat.


Edward tersenyum, lalu mengelus rambut Anina, ia tau Anina terpaksa diam karna ada Queen,tapi tak masalah semoga dengan ini akan menjadi kebiasaan diantara mereka dan menumbuhkan cinta dari Anina.


Anina dan Queen masih menatap kepergian Edward hingga hilang dari pandangan.


.


.


.


Like

__ADS_1


komen


vote


__ADS_2