
Warning..!! adult..
Edward menyadari seseorang mendekat lalu berbalik "Sayang kamu sudah bangun?"
"Hmm,, boleh aku ikut berenang?" suara Anina terdengar bergetar, sedang Edward sedang berusaha mengalihkan fokusnya Anina hanya mengenakan handuk kimono dan Edward tak tau apa yang ada di balik kimono tersebut apakah..?
Edward menelan salivanya susah payah lalu tangannya terulur kearah Anina "Mau...berenang ayo.." mana mungkin ia melarang Anina untuk ikut berenang hanya karna ia takut kelepasan menerjang Anina, selama dua hari ini ia berusaha menahan hasratnya pada Anina dengan mengalihkan fokusnya dan mengajak Anina jalan jalan kemana pun tempat yang ia tau di Bali.
Anina membuka perlahan kimononya saat sudah dekat dengan Edward, seketika Edward tercekat saat melihat pemandangan di depannya,bagaimana tidak Anina memakai bikini bertali yang menampilkan kulit perutnya juga belahan dada yang terpampang sangat... jangan lupakan benda segitiga yang juga membentuk simpul tali dikedua sisi pinggang ramping Anina.."Sa..yang.."
Anina sedang berusaha meredakan debaran hatinya apalagi saat melihat Edward yang menatapnya sayu Anina berusaha biasa saja dan mulai mencelupkan kakinya kedalam kolam lalu duduk dipinggir kolam, sedang Edward berada dihadapannya.
Anina berpegang pada bahu Edward lalu meloncat turun, tangan Edward dengan sigap menahan pinggang Anina dan mereka kini berhadapan dengan kulit yang saling menempel yang hanya dibatasi bikini yang Anina pakai.
Desiran halus mulai menerpa kulit masing masing dan menimbulkan gelenyar aneh di diri Anina, sedangkan Edward tau rasa panas dalam dirinya berasal dari gai rah yang ingin segera ia keluarkan tapi ia tak ingin memaksa Anina, maka ia hanya bisa mengumpat dalam hati..
"Hati hati sayang.." Anina mengangguk lalu mulai menggerakkan tubuhnya berenang menjauhi Edward, lalu muncul diujung dengan menyembulkan kepalanya , gerakan Anina seperti godaan yang tak bisa Edward lewatkan begitu saja, ia bahkan tak berkedip saat Anina mengusap wajahnya lalu menyingkirkan rambut basahnya kebelakang.
__ADS_1
Lalu Anina bergerak lagi kearah Edward yang masih mematung "Seger pantas kamu asik banget berenangnya" Anina sudah ada dihadapannya dan tersenyum.
Oh.. sial Edward tak bisa diam lagi dengan cepat ia meraih tengkuk Anina lalu ********** sedikit kasar dan merapatkan tubuh mereka,semakin lama terasa semakin menggebu bahkan Anina mulai membalas meski dengan gerakan kaku.
Edward melepas tautannya lalu menghirup udara sebanyak banyaknya ia hampir kehilangan kendali ia tak ingin terburu buru dan membuat Anina takut "Sayang maaf..aku" Edward melihat bibir Anina sedikit bengkak karna ulahnya "Aku naik duluan, jangan terlalu lama di dalam air hmmm" Edward hendak berbalik namun Anina menahan nya dan menarik Edward mendekat dan memiringkan wajah nya lalu berjinjit menyatukan bibir mereka, Edward melotot tak percaya dengan apa yang terjadi, Anina menciumnya,karna terkejut Edward hanya diam tak membalas.
Anina mundur lalu menundukkan wajahnya yang merona "Kamu tidak menginginkanku?" lirihnya.
Edward membola "Apa yang kamu katakan sayang"
"Sayang.." Edward meraih dagu Anina lalu melihat mata Anina berkaca kaca "Apa yang kamu fikirkan.."
"Sudahlah aku malu sekali, aku sudah berusaha ya sudah kalo gak ma.. hmmmp" Edward melu mat kembali bibir Anina tak lama lalu melepasnya.
"Jadi kamu berusaha menggodaku" Edward terkekeh "Aku benar benar menginginkan kamu, tapi aku gak mau paksa kamu apalagi aku tau kamu belum mencintaiku"
Anina masih menatap mata Edward lalu berkata "Jika aku bilang aku sudah mencintai kamu.." Edward terdiam lalu mengerjap beberapa kali.
__ADS_1
"Apa?" tanyanya tak percaya.
Anina mencebik lalu mendorong dada Edward menjauh "Sudah sana kalau mau naik" Anina berbalik ia akan berenang beberapa saat untuk meredakan hatinya yang panas usahanya menggoda Edward gagal.
Namun Edward mengejar dan berenang di belakang Anina lalu saat Anina memunculkan dirinya Edward memojokkannya ke sisi kolam.
"Apa?"
.
.
.
Siapkan kipas angin dalam putaran penuh siap haredangš¤
tinggalkan sawerannya guys..
__ADS_1