
"Well sepertinya ini akan seru, apa istri mu tau kamu punya kekasih.. ah.. tunggu apa Selin tau kamu sudah menikah? atau apa kamu main sembunyi sembunyi?"
"Itu bukan urusan kamu"
Arman semakin terbahak melihat Raja yang semakin sengit padanya.
"Kamu jangan macam macam, Arman"
"Aku..?" Arman menunjuk dadanya "oh.. Raja kamu terlalu mendrama"
"Apa rencana kamu sebenarnya?"
"Sebenarnya aku tak punya rencana apa pun, tapi sepertinya setelah tau Queen istrimu mulai hari ini aku harus merencanakan sesuatu, Kamu tau Queen itu lumayan juga..."
Raja mengeraskan rahangnya "Jangan macam macam Arman.. jangan libatkan Queen!!" tegasnya.
"Oh.. sayang sekali dia sudah terlibat Raja.. begitu dia memasuki hidup kamu" Raja semakin mengeraskan rahangnya tangannya mengepal erat, namun tepat saat itu Queen kembali dari toilet.
"Kalian kenapa?" melihat suasana yang sedikit tegang diantara Raja dan Arman, Queen mengeryitkan dahinya.
"Ah, gak apa Queen, oh ya jadi sudah siap belajar hari ini?" tanya Arman dengan senyuman dan Raja bisa melihat tatapan ramah Arman yang ditunjukkan pada Queen.
"Belajar apa?"
"Ouh, kamu gak tau istri kamu sudah satu minggu ini belajar memasak padaku, katanya untuk menyenangkan suami nya" Arman menyeringai sinis pada Raja. "Aku salut padanya, bahkan tak jarang jarinya terluka, kau sangat beruntung mempunyai istri sebaik Queen, ah... andai Queen belum menikah aku pasti akan berusaha mendapatkannya,kamu tau dia bahkan bilang begitu mencintai suaminya,aku jadi iri padamu" ada penekanan di balik kata kata Arman.
__ADS_1
Sedangkan Raja melihat kearah Queen yang tersipu sambil menunduk,setitik rasa bersalah muncul di hati Raja Queen bahkan ternyata berusaha keras hanya untuk membuat Raja senang meski Raja tau Queen tak pernah memasuki dapur tapi Queen berusaha sedangkan dirinya sibuk membenci Queen..ah Raja ingat tentang jari Queen yang banyak di tempeli plester, tapi mengapa harus Arman.. Queen tak tau seperti apa Arman dan Raja harus menghentikannya sebelum sesuatu yang tak di inginkan terjadi.
"Kamu berlebihan Arman, tapi sepertinya hari ini aku mau pulang saja, kamu lihat pakaian ku kotor dan aku harus menggantinya terlebih dahulu"
"Oh, baiklah kamu bisa kembali kapan saja.."
"Tidak perlu" Raja menyela Arman "Kamu pasti sibuk jadi mulai sekarang Queen tak akan kesini untuk belajar aku akan memanggil orang untuk mengajarkan Queen.. maaf sudah merepotkan kamu jika aku tau Queen belajar dengan kamu mungkin aku akan melarangnya" Raja meraih tangan Queen setelah menyimpan uang pembayaran makan siang mereka.
"Kak?"
"Kamu berlebihan Raja, aku sama sekali tak merasa direpotkan lagi pula aku lebih suka berbagi ilmu, dari pada berbagi kekasih.." Arman terkekeh.
"Ayo Queen"
Queen tak lagi bicara ia merasa ada yang aneh dengan Raja dan Arman bukankah mereka bersahabat, lalu mengapa Queen merasa atmosfir di antara mereka malah semakin panas, Queen melihat ke arah Arman dengan pandangan merasa bersalah, namun Arman tersenyum lalu mengangguk seolah mengatakan dia baik baik saja.
"Huh..?" Raja memejam."Kenapa?"
"Cukup turuti saja"
"Aku akan panggil asisten rumah tangga mulai hari ini, jadi kamu tak perlu belajar memasak lagi"
Queen mengeryit "Kenapa?"
"Tak perlu banyak bertanya, kamu bisa belajar dengan ART jika ingin belajar memasak"
__ADS_1
"Bi Laras..?" Raja tertegun Queen tau.
Queen tersenyum "Aku tau dari mama" Queen mengedikkan bahunya "Bukannya kakak sengaja membuatku bekerja sendiri, lalu kenapa kakak tiba tiba melarangku sekarang.. kakak aneh deh"
"Aku gak tau ada apa antara kak Raja dan Arman tapi itu bukan urusan aku, selama aku kenal Arman beberapa hari ini Arman baik padaku, dan aku belajar banyak darinya.. jadi aku harap kak Raja biarkan aku tetap belajar padanya, dan tenang saja aku sudah mulai terbiasa dengan pekerjaan rumah jadi gak perlu panggil ART lagi, setidaknya selama aku disini"
"Queen.. kamu gak tau Arman seperti apa"
"Seperti apa?" Raja diam "Mana aku tau kalau kakak gak bilang"
"Queen gak bisa ya kamu turutin aku tanpa banyak tanya"
"Ah.. kakak cemburu ya, terus aku gak boleh deket deket sama Arman?"
.
.
.
Queen masih memikirkan hubungan antara Raja dan Arman ada apa diantara mereka, perilaku diantara keduanya membuat Queen penasaran, benarkah karna Raja cemburu padanya ataukan ada hal lain? mengapa Raja melarangnya bertemu dengan Arman.
"Ya Queen?" Queen menghubungi Arman.
"Arman, ini mengenai tadi aku gak enak.. bisa kita bicara? "
__ADS_1
"Tentu.. kamu bisa ke unitku, setengah jam lagi aku selesai"