
Raja pulang setelah waktu menunjukan pukul tujuh malam, Raja memijit pelipisnya seiring dengan ringisan yang ia keluarkan, ia sibuk bekerja lebih dari satu minggu bahkan setiap hari pulang malam di tambah permasalahan pribadi yang membuatnya sakit kepala.
Memasuki apartemen di sambut dengan aroma masakan Queen, sepertinya gadis itu semakin pandai memasak.
Berjalan kearah dapur setelah meletakkan tas kerjanya serta jasnya di sofa ruang tamu "Memasak apa hari ini?" seperti biasanya Raja akan memeluk Queen lalu menghirup aroma shampo yang tercium dari rambutnya 'Strowberi' Raja semakin mengeratkan pelukannya.
"Hmm kakak sudah pulang? mau mandi dulu, aku siapkan air hangat untuk mu" Queen tak menoleh sedikitpun pada Raja hanya pergi setelah mengurai pelukannya.
Raja mengeryit lalu mengikuti langkah Queen menuju ruang tamu untuk mengambil tas kerja Raja "Bisa gak kakak jangan buat berantakan lain kali simpan langsung di tempatnya" Queen meletakkan sepatu Raja pada rak dekat pintu lalu membawa Jas, serta tas Raja kedalam kamar.
Raja terus memperhatikan Queen yang masih tak menoleh kearahnya "Queen..?"
"Hmm" Queen menjawab namun masih tak melihat kearah Raja dan sibuk dengan pekerjaannya, masuk ke kamar mandi dan menyalakan air panas, lalu keluar lagi dan menyiapkan pakaian ganti untuk Raja.
__ADS_1
"Sudah, kakak bisa mandi aku mau lanjut masak lagi" Queen melewati Raja namun masih tak memperlihatkan rautnya.
Langkah Queen terhenti saat Raja mencekal lengannya "Ada apa?"
Queen menunduk "Tidak ada, memang kenapa?" Queen mendongak sambil tersenyum, Raja tertegun sesaat Queen tersenyum namun bukan itu yang membuat Raja terkejut, mata hitam Queen tak menunjukan reaksi apa pun tak ada pancaran kagum, dan cinta yang selalu Queen tunjukan pada Raja.
Raja melepas cekalannya "Yakin?"
"Huumm, ya sudah aku mau kedapur lagi" Queen keluar dari kamar, meninggalkan Raja yang hanya memaku di tempat, ada apa dengan Queen mengapa ia tak menyukai tatapan Queen tadi, tak ada sinar disana..
Raja duduk di depan tv setelah selesai makan, biasanya mereka selalu menonton setelah makan malam sebelum memutuskan untuk tidur, namun Queen melewatinya dan langsung kearah kamar setelah selesai mencuci piring.
Raja menghembuskan nafasnya lelah, kepalanya sudah cenat cenut sejak tadi, jadi fikirannya tak bisa lagi mengira ngira ada apa dengan Queen, namun Raja mencoba mengingat ia melakukan kesalahan apa pada Queen.
__ADS_1
Oh sh it..
Raja mengingatnya sekarang dan memutuskan untuk menyusul Queen ke kamar.
Queen sudah berbaring membelakangi Raja, Raja menelan ludahnya sebelum memutuskan mendekat dan duduk di tepi ranjang.
"Maaf.. tadi siang aku.."
Queen memejamkan matanya rapat, ia tak ingin mendengar apapun alasan yang akan menyakitinya, entah itu bohong atau jujur, Queen akan tetap merasakan sakitnya.
"Tadi ada Selin dan aku makan siang dengannya.." Dan benar saja Queen merasakan sakit meski Raja berkata jujur.
"Aku gak bisa nolak, karna ada sesuatu yang juga harus aku bicarakan dengannya.." tak ada respon dari Queen "Queen? aku tau kamu belum tidur"
__ADS_1
Queen mengambil nafas lalu membuangnya sebelum memutuskan bangun dan melihat kearah Raja "Gak masalah, aku juga udah bilang aku bisa makan sendiri, lagi pula ada Arman yang menemani.. kakak gak perlu jelasin apa pun, itu adalah hak kakak, karna sejak awal semuanya tetap semu tentang kita, yang sebenarnya hanya peranan saja" Queen tersenyum, di antara remang remang kamar, beruntung tadi Queen sudah mematikan lampu dan hanya menyisakan lampu tidur, jadi matanya yang memerah tak terlalu kentara.
"Tapi, bisakah kakak bersabar, hanya satu bulan lagi bukan, kakak bisa dengan bebas bertemu kekasih kakak lagi nanti"