
Mereka tiba di rumah papa Sandi dan Raja memutuskan untuk menyapa sebentar sebelum berangkat bekerja.
"Kalian sudah datang ayo.. ayo kemari menantu papa" Sandi memberi pelukan pada Queen.
"Pa, ma aku berangkat dulu hari ini ada rapat jadi aku sedikit sibuk" Raja pun menyalami Sandi dan Eva.
"Baiklah hati hati" Raja pun hendak pergi namun Queen memanggilnya kembali "Kak kamu melupakan sesuatu?" tanya Queen
"Huh?" Raja menoleh dan kembali bertanya, seingatnya dia tak membawa apapun.
"Hati hati kak"
Cup,,, Queen mengecup pipi Raja, Raja mengerjap beberapa kali, sejak kesepakatan untuk menjalani hari sebagai suami istri dua hari lalu Queen selalu memberi kecupan di pipi Raja sebelum berangkat bekerja, namun Raja masih saja terkejut dengan sikap Queen.
"Kak Raja masih saja lupa pa, maklum lah baru satu minggu kita menikah"
Sandi tersenyum "Biasakan lah jangan sampai lupa.." Raja mengangguk lalu dengan canggung memberi kecupan di dahi Queen,dan segera pergi dari rumah papa Sandi.
__ADS_1
"Ayo Queen, mama mau ajak Queen minum teh bersama" Eva mengampit Queen dan membawanya ke arah taman belakang.
Sandi melihat mobil Raja yang keluar dari gerbang rumah nya, lalu menghela nafasnya, ia tau perasaan Raja saat terpaksa menikah dengan Queen, namun Sandi berharap Raja tak melakukan apa yang ia lakukan di masa lalu, menyiakan istri dan anaknya hanya karna tak menginginkan nya, terlebih besarnya kesalahan nya menduakan istrinya, menikah lagi lalu menceraikan istrinya, dan yang membuatnya menyesal karna tak bisa memohon pengampunan pada istrinya karna telah tiada setelah melahirkan Raja, (Baca aku bukan/ hanya bayangan.. Season dua).
Queen di ajak berkeliling seisi rumah papa Sandi dan menunjuk kamar Raja jika Raja sedang berkunjung kesana, sejak kecil Sandi akan menjemput Raja ke Jakarta jika masa liburan datang dan mereka akan liburan bersama.
"Ini Kamar Raja, kamu bisa istirahat dulu sebelum makan siang siap"
"Iya ma, makasih.." Eva pun meninggalkan Queen dikamar Raja, Queen meneliti setiap sudut kamar, rapi dan bersih sepertinya memang sering di bersihkan meski tak lagi di tempati.
Di dinding tertempel beberapa foto, foto Raja sejak kecil hingga remaja, bersama bunda Yasmin dan ayah Azka, Raja bersama Sandi, juga Raja bersama Rona dan Aqila, juga beberapa bersama keluarga besar Sadewo.
Queen jadi mengingat saat dulu ia selalu mengikuti Raja kemanapun Raja pergi ia bahkan rela menyamar agar tak ketahuan, namun tetap saja Raja mengetahui dan berakhir memarahi Queen.
Queen tak mengerti mengapa ia begitu mencintai Raja dan seolah rasa itu bukan hanya untuk anak kecil seusianya dulu, hanya karna satu kejadian di masa lalu yang membuatnya seolah telah memaku Raja di hatinya dan hingga kini tak bisa dihilangkan.
Jika mengingat semua ucapan pedas Raja, Queen juga ingin melupakan rasa itu namun mengapa sangat sulit menghilangkan Raja dari hatinya, tiba tiba matanya terasa perih saat mengingat mau tak mau ia harus melepas Raja tiga bulan lagi, ah tepatnya tiga bulan kurang satu minggu karna sudah satu minggu ia menjadi istri Raja.
__ADS_1
Queen menggeleng saat dirasa matanya terasa makin perih ia tak boleh menangis lagi, ia harus kuat, dan berusaha memenangkan hati Raja sebelum saatnya ia pergi, bukankah tujuannya meletakan Raja di posisinya bagaimana mencintai tanpa bisa menggapainya, akan Queen buat Raja jatuh cinta padanya tanpa bisa memilikinya, maka Queen akan pergi dengan kepala terangkat.
Queen tersenyum miris saat mengingat perkataan Raja yang begitu menggores hatinya.
"mengapa aku harus memperlakukan kamu seperti aku memperlakukan orang lain, memang siapa kamu?"
"Kalian tidak berfikir aku menjebaknya kan, ayolah aku sudah katakan dia bukan tipeku untuk apa aku melakukan itu..ah tunggu lebih masuk akal kalau dia yang menjebakku, bukankah dia selalu mengejarku"
Benar kalian selalu membelanya..kalian tidak berfikir dia menjebakku agar aku menikahinya karna kejadian ini bukan, itu sangat menguntungkan dia.."
"Cih.. aku baru tau selain kekanakan ternyata kamu juga murahan,berpura pura terjebak huh? rela melakukan apapun demi mencapai tujuanmu..segila itu kamu menyukaiku"
"Ayah, apa nya yang dirugikan, aku bahkan tak merasa melakukan apapun, dan jika pun itu terjadi dia sama sekali tak dirugikan, tak ada bercak darah yang menandakan dia kehilangan keperawanan, atau mungkin dia sudah tak perawan.."
Dan kata kata Raja yang terakhir berhasil meruntuhkan keteguhan Queen tentang Raja.
"Bukankah tidak dirugikan disaat dia juga tak perawan, itu berarti dia juga pernah melakukannya dengan lelaki lain,bahkan mungkin lebih dari satu kali, siapa yang tau?"
__ADS_1
Meski Queen tau perkataan Raja hanya bentuk pembelaan diri namun kata kata itu terlanjur menggores hati Queen, Queen selama ini selalu menjaga dirinya, bahkan sekedar pacaran apa lagi ciuman, bukan sedikit pria yang mendekatinya bahkan rekan bisnis papa Edward banyak yang berniat menjodohkannya dengan putra mereka namun Queen selalu menolak dan menunggu Raja melihatnya, namun nyatanya Raja tak pernah meliriknya sama sekali.. hingga kini.
Dan Queen memutuskan menutup hatinya untuk Raja, meski mungkin tak akan bisa sepenuhnya tertutup.