
"Queen..?"
"Papa , aku mau kak Raja menikahiku, atau jika tidak aku ingin membuat laporan ke polisi"
Raja terkekeh "Kamu bermimpi aku tidak mau menikah dengan kamu, bukankah tadi kita sudah sepakat untuk melupakan ini"
"Apa aku menyetujuinya? terserah apapun yang kakak katakan, om Azka benar aku yang paling dirugikan,maka aku menuntut keadilan" Tak ada yang bicara lagi, mendengar tuduhan Raja yang keterlaluan membuat Azka dan Yasmin merasa malu, Bagas dan Kanaya pun hanya mampu menghela nafasnya.
.
.
.
"Nak, apa yang kamu bicarakan tadi, tak perlu menikah dengan pria brengsek itu papa akan melindungi kamu jika kamu.. ham.."
"Pah?" Anina melayangkan protes.
Edward memejam "Sayang aku gak mau Queen hidup dengan pria yang bahkan tak menghargai wanita seperti dia, aku bahkan menjadikan dia ratu dirumah kita"
"Aku gak mungkin hamil pa" tegas Queen,tentu saja karna ia yakin tak ada yang terjadi antara dirinya dan Raja.
__ADS_1
"Queen sayang?"
"Aku hanya ingin membuktikan jika aku gak bersalah, aku tidak menjebak dan aku bukan gadis murahan yang sudah melakukan nya dengan banyak lelaki" mata Queen menjatuhkan bulir beningnya "Aku gak seperti itu ma" Anina membawa Queen kedalam pelukannya "Aku gak pernah melakukan itu, bahkan hanya sekedar ciuman.." Queen menangis ia merasa harga dirinya terinjak, Queen bermimpi akan menyerahkan seluruh hidup dan tubuhnya hanya untuk suaminya kelak, dan sialnya ia berharap orang itu adalah Raja yang bahkan menghinanya sudah tak suci lagi.
Edward mengusap wajahnya frustasi "Maafkan papa,tidak bisa melindungi kamu" jika saja ia tak membiarkan Queen menginap semalam mungkin ini tak pernah terjadi,Edward merasa tak ada yang aneh saat Queen berkata akan menginap di rumah mom Kanaya nya, karna memang Queen sudah sering menginap.
Namun pagi buta ia mendapat telpon dari Bagas untuk segera datang, memang ada yang Aneh saat Queen dan Raja tertidur mereka tak bergeming bahkan saat Edward berteriak membangunkan keduanya, seolah Raja dan Queen pingsan bukan tidur.
"Enggak, ini bukan salah papa" Queen menggeleng. " Papa bahkan selalu menjagaku dengan baik"
"Jangan lakukan itu Queen mama takut Raja melukai kamu jika kalian menikah dan hidup bersama"
"Dia tidak akan melakukan itu ma, sejahat jahatnya kak Raja dia tak pernah melakukan kekerasan pada wanita meski ucapannya menyakitkan, dan jangan khawatir aku sudah biasa"
"Harus Pa, aku harus buktikan bahwa aku tidak seperti yang kak Raja katakan"
"Kamu akan terluka..hati kamu yang terluka" tentu saja Edward tau jika putrinya begitu menyukai Raja,dan jika mereka menikah Queen hanya akan sakit hati terus mendengar ucapan pedas Raja.
"Aku, akan bilang sama papa, jika aku sudah tak kuat, tapi selama itu belum terjadi tolong dukung aku pa"
.
__ADS_1
.
" Bunda kecewa sama kamu, apa didikan bunda salah selama ini, apa harus kamu merendahkan wanita, terlebih itu Queen?" tentu saja Yasmin dan Azka tau bagaimana possessiv nya Edward pada anak anaknya, tak mungkin Queen terjerumus pada pergaulan bebas hingga kehilangan keperawanan.
"Aku hanya putus asa bun, aku sungguh tak melakukan itu sama Queen,aku gak merasakan nya sama sekali"
"Sudah diputuskan kamu akan menikahi Queen"
"Ayah aku.."
"Cukup Raja, kalau kamu masih menganggap kami orang tua ikuti apa kata kami, tapi jika tidak kamu bisa pergi dan jangan harap bisa bertemu kami lagi"
Degh..
"Ayah..?" Raja beralih menatap Yasmin.
"Bunda..?" Yasmin memalingkan wajahnya tanda bahwa dirinya begitu kecewa.
Raja menelan kemarahannya, selama ini Yasmin lah ibunya, meski bukan ibu kandung namun pengorbanan Yasmin sejak ia lahir membuat Raja rela melakukan apapun demi Yasmin.
"Baiklah.."
__ADS_1
Raja mengepalkan tangannya ini semua karna anak kecil itu, anak manja itu, lihat saja akan aku buat hidup Queen serasa di neraka, dan dengan sendirinya ia yang akan pergi.
....