
Belakang rumah Kanaya dan Bagas sudah disulap menjadi aula pesta, muda mudi teman sekelas Nathan dan Nala sudah memenuhi pesta out door tersebut.
Sedangkan di dalam rumah para kerabat dan keluarga juga berkumpul dengan suasana berbeda, jika di taman belakang pesta diadakan khas anak muda, maka di dalam rumah pesta lebih terlihat formal.
"Happy sweet seven teen" Queen memeluk Nathan dan Nala dan memberikan kadonya.
"Makasih kak, oh iya kak Rona juga udah ada" Nala menunjuk kearah Rona yang sedang duduk dengan Aqila, juga ada Raja disana.
"Kakak disini aja temenin kita" Nathan memegang tangan Queen.
"Kenapa?"
"Disana ada kak Raja" Nathan sangat menyayangi Queen, dan Nathan tak suka saat Raja selalu memperlakukan Queen dengan Ketus, dan tajam.
"Ya, lalu kenapa?"
"Ayolah kak dia itu jahat padamu, jadi jangan dekati dia" timpal Nala.
"Nala benar, aku benci dia"
"Mengapa kalian membencinya bukankah kak Raja baik pada kalian, kalian tidak boleh begitu"Queen menghela nafasnya.
__ADS_1
"Tapi kami sayang kak Queen"
Queen tersenyum "Terimakasih.." Queen begitu terharu dengan kepedulian Nathan dan Nala.
"Tapi gak baik kalo kakak gak nyapa,jadi kakak kesana dulu oke"
Nathan hendak bicara namun Nala mencegahnya.
Queen pun berlalu dan menghampiri Rona, Raja dan Aqila "Hay.." sapa Queen.
"Hay Queen sudah datang sini" Rona mengampit tangan Queen lalu memintanya duduk di sisi Raja, Raja memutar bola matanya malas.
"Di Swis pas lagi musim dingin,pasti seru main salju,ah atau kita ke Korea, kita bisa ketemu opa opa Korea" Rona terus berceloteh tanpa menghiraukan Queen yang meremas tangannya gugup, saat ini ia duduk di sebelah Raja, ayolah jarak mereka sangat dekat Queen hanya mampu tersipu tanpa berkata kata.
"Menurut kak Raja enaknya kemana?" tanya Queen.
Raja hanya mendengus lalu membuang muka "Kemana pun kamu mau Rona, lagi pula kakak tidak akan ikut jika kamu mengajaknya.." Raja melirik Queen yang langsung tertunduk lesu.
"Kak..!" Rona ingin menegur kakak nya namun melihat tatapan tajam yang dilayangkan Raja membuat nyalinya menciut.
Rona dan Aqila langsung terdiam.. "Ehmm kak, aku ke toilet dulu" Aqila tak enak hati saat suasana mendadak hening, Aqila pun lari seolah ia sudah tak tahan ingin ketoilet, namun ia juga memberi isyarat pada Rona agar pergi dari sana.
__ADS_1
Beruntung ponsel Rona berbunyi hingga ia bisa beralasan mengangkat telpon "Aku.. angkat telpon dulu"
"Kenapa kakak selalu seperti itu sama aku? sedangkan sama orang lain kakak selalu baik" mata Queen berkaca kaca.
"Apa maksud kamu?"
"Aku yakin kakak tau apa maksudku"
Raja terkekeh "Tentu saja aku tau, maksud ku adalah mengapa aku harus memperlakukan kamu seperti aku memperlakukan orang lain, memang siapa kamu?"
"Ayolah Queen aku tau kamu menyukaiku, tapi sudah berulangkali aku katakan kamu bukan tipe ku, dan jangan harap aku mau memperlakukan kamu seperti orang lain karena kamu berbeda,, kamu tau aku merasa kamu seperti lintah terus menempel, dan mengikutiku"
"Aku tidak.."
"Ya sekarang tidak, karna aku tinggal di Yogya,lalu dulu kamu seperti penguntit yang tau kemanapun aku pergi dan selalu berada dimanapun aku berada, kamu fikir aku tidak muak dengan itu,aku bahkan putus dengan pacarku gara gara kamu,kamu tentu sudah mengerti bukan maksudku, karna sekarang umurmu sudah bertambah, atau kamu masih berfikiran seperti anak kecil seperti dulu?"
Ya Queen akui itu, dulu memang dia selalu mengikuti kemana pun Raja pergi bahkan kencan sekali pun, dan tak jarang Raja selalu berakhir diputuskan pacarnya karna selalu direcoki olehnya.
Queen terdiam matanya memerah menahan tangis, Raja bangkit dari duduk nya dan pergi meninggalkan Queen yang tiba tiba terisak.
Dari jauh seseorang mengepalkan tangannya tanda amarahnya sudah ingin meledak.
__ADS_1