Ex Bastard

Ex Bastard
Tidak cemburu!!


__ADS_3

"Ah.. kakak cemburu ya, terus aku gak boleh deket deket sama Arman?"


Perkataan Queen mengusik Raja, Raja menggeleng saat dia mengingat sesuatu, tidak dia tak merasa cemburu, Raja hanya takut Arman akan membalaskan sakit hatinya melewati Queen, kejadian di masa lalu membuat Arman begitu membencinya maka Raja tak ingin melibatkan Queen dalam permasalahan nya.


Raja tau Arman masih menyimpan dendamnya,meski kadang mereka bertemu atau sekedar berpapasan namun mereka seperti tak saling mengenal dan saling acuh.


.


.


.


.


"Kamu yakin ingin tau, tentang aku dan Raja?"


Queen mengangguk yakin


"Kenapa tak bertanya langsung pada Raja?"


"Ck,, kalau kak Raja bilang aku gak akan nanya kamu"


"Kamu mungkin akan menyesal, jika tau, tentang aku dan Raja,.. ah lebih tepatnya aku, Raja dan Selin.."


"Selin. .. pacar kak Raja?" Arman terkejut.


"Kamu tau tentang itu?" Queen mengangguk dengan tatapan sendu, sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain, mereka tengah duduk di balkon apartemen milik Arman.


"Tapi jika kamu gak mau bilang gak papa " Queen kembali tersenyum, Arman hampir terbiasa dengan raut Queen yang akan dengan cepat berubah ubah.


Arman terkekeh "Ini menarik,.. haruskah aku iri pada Raja yang mendapatkan istri seperti kamu, kamu masih diam saat tau suami kamu punya kekasih lain"

__ADS_1


"Kadang semua yang terlihat tak seperti keadaannya.. benar?"


"Ya, dan apa yang membuatmu seperti ini?"


"Entahlah.. cinta mungkin" Queen masih berbicara dengan tenang.


"Jika aku memiliki cinta dari wanita sepertimu, aku rela meninggalkan seribu wanita seperti Selin"


"Kamu mengada ngada, bahkan tak tau apa yang terjadi antara aku dan kak Raja"


"Ya sudah kalau gak mau cerita, aku pulang dulu" Queen bangun dari duduknya, terserah.. lagi pula ini bukan urusannya dia hanya perlu menghabiskan waktu tiga bulan bersama Raja dan pergi.


" Bagaimana jika membuat kesepakatan" Queen menoleh "Aku ceritakan antara kami, dan kamu cerita tentang kamu dan Raja"


Queen menggeleng sambil tersenyum "Lebih baik gak usah" Queen melanjutkan langkahnya.


"Ayolah kamu gak akan rugi setelah tau"


"Ceritakan tanpa persyaratan!" tegas Queen.


"Itu bukan sesuatu yang bisa di negosiasi kan, aku punya hak tau tentang suami ku,karna aku istrinya, tapi kamu tak punya hak tau tentang aku" Queen menggedikkan bahunya.


Arman tertawa semakin mengagumi Queen, dia kalah. "Baiklah dengarkan"


"Mungkin Raja mengira aku akan balas dendam lewat kamu, aku sudah 5 tahun mengenal Raja, dan kami bersahabat sejak Raja belum menetap tinggal di Yogya kami bahkan membeli apartemen di gedung yang sama,


Namun semua berubah, saat satu tahun lalu aku mengenalkan Selin pada Raja, Selin adalah kekasihku namun setelah mengenal Raja, Selin mulai menjauh dariku dan mendekati Raja, hingga suatu hari Selin memutuskan hubungannya denganku, lalu satu bulan kemudian aku tau Selin dan Raja menjalin hubungan, tentu aku marah dan merasa terhianati, aku tak mengerti hingga suatu hari aku mendatangi Selin dan meminta penjelasannya namun terjadi kesalah fahaman saat itu, Raja mengira aku melakukan kekerasan pada Selin hingga dia marah padaku, dan mengabaikan semua ucapanku, percayalah Selin tak sebaik yang Raja tau, aku bahkan sudah berulang kali mengatakannya tapi mungkin ini yang di sebut dengan cinta buta hingga Raja menutup matanya tentang Selin"


"Hingga kini kami tak bertegur sapa, sampai kejadian tadi, sebenarnya aku baru tau kamu istri Raja aku bersyukur saat tau Raja sudah menikah dan itu bukan dengan Selin, tapi melihat raut wajahmu sepertinya Raja masih terjebak dengan Selin.. benar?"


Queen menipiskan bibirnya.. lalu menghela nafasnya ternyata perkiraannya tentang Raja yang cemburu itu salah, Queen kira Raja cemburu karna melarangnya dekat dengan Arman, namun nyatanya ada sesuatu diantara mereka diluar perkiraan Queen,Queen semakin penasaran dengan sosok Selin yang membuat Raja begitu mencintainya.

__ADS_1


"Jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang? setelah tau..." tanya Arman.


"Gak ada" Queen menggedikkan bahunya "Memang mau apa?"


'Makin menarik' batin Arman.


Queen melangkah gontai menuju apartemen Raja, dan masuk dengan bahu yang melorot lesu..


"Dari mana kamu?" Queen berjengit saat melihat Raja sudah berada di dalam.


"Kakak sudah pulang? aku siapkan dulu air mandi" Queen hendak masuk namun Raja menahannya.


"Aku tanya dari mana kamu?"


"Dari apartemen Arman"


Raja mengeraskan rahangnya "Bukannya sudah aku bilang jangan temui dia lagi"


"Ck,,, kakak tenang saja aku gak macem macem, jadi kakak gak perlu cemburu" Queen mengampit tangan Raja, dan mengeretnya ke arah kamar.


"Queen.."


"Benar aku cuma belajar memasak jadi kakak gak perlu khawatir.." kata Queen dengan senyuman.


"QUEEN aku sama sekali tidak cemburu!!"


Queen menghentikan langkahnya, ya Raja tak cemburu ia hanya khawatir Queen di manfaatkan oleh Arman.


"CK... aku tau,, Aku tau kakak gak mungkin cemburu karna memang kakak tak mencintaiku, tapi tidak bisa kah kakak bersikap seperti seorang suami yang melihat istrinya bersama pria lain berpura pura lah cemburu sedikit saja" Queen melepas tautan tangannya sambil mencebik lalu pergi mendahului Raja yang mematung.


"Ck.. mana ada peran suami seperti itu.."

__ADS_1


Raja bahkan masih mendengar Queen bersungut sungut meski sudah memasuki kamarnya.


Queen memasuki kamar mandi lalu menutup pintu dan menyandarkan dirinya di pintu air matanya meluruh begitu saja " Aku tau aku terlalu banyak berharap, bukankah cemburu itu tanda cinta... jadi itu tak mungkin terjadi sama kamu kak"


__ADS_2