Ex Bastard

Ex Bastard
Benci dan Cinta


__ADS_3

Raja tak pernah meninggalkan Yasmin selama dirumah sakit ia hanya pulang untuk berganti pakaian dan kembali lagi ke rumah sakit.


"Aku balik ke Yogya, besok malam." Raja berbicara pada seseorang di balik ponsel.


"Hmmm aku juga.."


Raja menjalankan mobilnya keluar dari parkiran kampus Rona, saat akan pergi tiba tiba mobil Rona mati, jadilah Raja mengantar Rona,setelah mengantar Rona ke kampus ia akan menjemput Yasmin ke rumah sakit hari ini Yasmin diperbolehkan pulang.


"Ya aku akan.."


Brak..


Raja terhunyung ke depan, beruntung tangannya kuat menopang hingga dahinya tak terbentur.


Raja memejam lalu menoleh ke belakang, mobilnya tertabrak.. apa lagi sekarang.


.


.


Queen menjalankan mobilnya terburu buru ia sudah terlambat sekarang,semua gara gara Jovan yang mematikan jam wekernya hingga Queen bangun kesiangan,adiknya memang selalu menjahilinya,Queen terus merutuk sepanjang jalan..saat tiba di parkiran Queen bergegas memarkirkan mobilnya namun tiba tiba saja mobil di depannya hendak keluar,Queen yang tak siap akhirnya menabrak bagian belakang mobil tersebut..


Brak..


Queen mengelus dahi nya yang terasa perih terbentur setir. "Ya ampun hari ini aku sial.." Queen keluar dari mobil dan meringis melihat bagian belakang mobil yang ditabraknya.. "Maaf, aku gak sengaja.." Queen membungkuk beberapa kali saat melihat kaki pemilik mobil yang ia tabrak keluar dari mobilnya.


Tanpa melihat siapa orang tersebut Queen terus menunduk dan mengatakan maaf "Maaf banget, aku akan mengganti rugi, dan membiayayai perbaikannya"


Raja menghela nafasnya bocah ini lagi, batinnya.


"Gak perlu" Queen merasa ia mengenal nada suara itu, dan memberanikan diri untuk melihat siapa pria didepannya ini.


Mata Queen membelalak terkejut lalu dengan susah payah menelan salivanya "Kak..Raj..a, a.. aku"


"Lain kali hati hati,dasar ceroboh sekarang mundurkan mobil mu, aku mau keluar..!" tegasnya.

__ADS_1


"Ta..tapi kak, aku merusak mobilmu... begini saja aku perbaiki dulu.. lalu.."


"Aku bilang tidak perlu! kamu membuang waktuku yang berharga."Ayolah Raja harus menjemput bundanya kerumah sakit,dan Queen memperlambatnya.


Queen merasakan dadanya sesak saat melihat Raja menatapnya tajam, juga kata kata Raja yang begitu sinis.. "Cepat!!" Raja bahkan tak pedulikan mata Queen yang sudah berkaca kaca.


"Ba..baik kak.." Queen kembali masuk kedalam mobilnya dan mundur untuk memberi ruang agar Raja bisa keluar dari area parkir kampus, Queen hanya menatap nanar mobil Raja yang terus menjauh hingga tak terlihat.


Tangan Queen mencengkram erat setir mobilnya, lalu menjatuhkan kepalanya.


Mengapa Raja selalu seperti itu, seolah Raja begitu membenci Queen berkata pedas dan tajam padanya, padahal Raja sangat baik pada siapa pun,apa salah Queen sebenarnya? hingga Raja begitu kejam padanya.


Queen menghela nafasnya mood nya memburuk,ia memutuskan untuk membolos saja hari ini lagi pula ia sudah sangat terlambat, jika pun ia meneruskan masuk ke kampus maka akan berakhir dengan pengusiran, dosennya sangat tidak menyukai keterlambatan.


Akhirnya disinilah ia sekarang di cafe tempat biasa ia dan Rona menghabiskan waktu senggangnya. Cafe mommy Kanaya.


"Kamu gak ada mata kuliah hari ini?" Tanya wanita paruh baya yang mendudukan dirinya di depan Queen.


"Aku kesiangan mom.." Queen mencebik.


"Tumben..?"


"Gara gara Jo,. dia rese..mom, weker ku dimatiin jadi telat bangun..sialnya hari ini aku tetep telat meski udah ngebut, lebih sialnya lagi aku nabrak mobil..K"


"Astaga Queen kamu ngebut.." Kanya terpekik kaget "Terus gimana orang yang kamu tabrak dia baik baik aja? ya ampun kening kamu juga memar" Kanaya menyibak rambut Queen.


"Dia gak apa apa.. aku juga cuma memar sedikit udah aku kasih salep" Queen menutupi keningnya dengan poni nya.


Kanaya mendesah lega "Aku udah nawarin buat ganti rugi tapi dia gak mau"


"Oh ya, siapa yang berani menolak ganti rugi, anak mom?"


Queen menunduk sedih"Kak Raja"


"Oh.." sekarang Kanaya tau mengapa Queen menjadi murung, ia tau sejak dulu Raja memang tidak bersikap baik pada Queen, namun Kanaya yakin sebenarnya Raja tak sejahat itu.. iya kah?

__ADS_1


"Oh ya kamu ingatkan besok ulang tahun Nathan dan Nala, jangan lupa datang ya!" melihat mood Queen yang memburuk, Kanaya mengalihkan pembicaraan.


Queen mengangguk "Tentu saja aku ingat, aku bahkan udah siapin kado kok Mom" katanya antusias.


"Apa itu..?"


"Sesuatu yang mereka mau tentunya" Kanaya tersenyum Queen memang selalu tau keinginan adik adiknya, mengapa tidak ,mereka bahkan sangat dekat, seperti saudara kandung.


Raja tiba di rumah sakit, saat Yasmin sudah siap di temani Azka yang juga menunggunya.


"Maaf telat,ada insiden kecil tadi.. semuanya udah,bunda gak papa?"


"Bunda gak papa, kan udah sehat" Raja mengampit lengan Yasmin dan membawanya keparkiran.


"Ya, ampun mobil kamu kenapa?" Pekik Yasmin saat melihat belakang mobil Raja penyok.


"Ditabrak..mobil Queen" Raja menggedikkan bahunya.


"Lalu bagaimana Queen?" tanya Azka yang juga terlihat khawatir.


"Dia gak papa, lagian aku yang dia tabrak.."


"Syukurlah"


"Bunda nih aku yang rugi, dia yang ditanya"


"Kamu ada di depan bunda dan kamu baik baik saja, tapi justru bunda khawatir sama Queen kenapa napa gimana,kamu gak marahin dia kan, dia ada yang luka gak?" Ya, tentu saja semua tau bagaimana sikap Raja pada Queen,bagaimana kalau Raja memarahi Queen.


"Itu yang buat aku gak suka sama dia, manja.. lagian dia gak kenapa napa" sinisnya, Raja mengingat sekilas kening Queen yang memar, namun ia tak perduli.


"Jangan terlalu dalam membenci son, antara benci dan cinta jaraknya sangat tipis" Raja hanya diam mendengar perkataan Azka, itu tidak akan terjadi padanya, enak saja Queen bukan tipenya,lagi pula ia sudah mendapatkan wanita impiannya.


" Kamu jadi pulang besok?" tanya Yasmin saat aura di dalam mobil mulai hening.


"Ya, setelah pesta ulang tahun si kembar"

__ADS_1


__ADS_2