
Queen mengerjapkan matanya perlahan, lalu melihat langit langit.. ah ini kamar kak Raja, aku ketiduran. batinnya.
"Kakak sudah pulang?" Queen berjengit saat melihat Raja duduk di sisi ranjang di sebelahnya.
"Hmm, aku disuruh membangunkanmu, dan makan siang dengan papa, mama" Raja menegakkan tubuhnya lalu bangun dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku. "Cepat bangun, susah sekali membangunkan mu" ketusnya.
Queen menggeliat lalu bangun terduduk lebih dahulu "Eh.. kakak masih mau disini?" Queen melihat Raja yang melihatnya dan bergeming.
"Kenapa? ini kamarku jika kamu lupa" Raja masih menatap Queen seolah sedang meneliti Queen dari atas hingga bawah.ditatap seperti itu membuat Queen gugup.
"Itu.. aku mau cuci muka sebentar"Queen turun dari ranjang dan berlari kearah kamar mandi.
Raja menatap pintu kamar mandi yang tertutup, lalu menghela nafasnya untung tadi Queen tak menyadari saat Raja tengah memperhatikannya, sudah lima belas menit lalu Raja masuk kamar dan malah duduk di sisi Queen dan memperhatikan Queen yang terpejam.
Bahkan sampai tak sadarnya Raja hampir saja mendekatkan dirinya pada bibir Queen yang sedikit terbuka, Raja baru menyadari bahwa bibir Queen mungil dan tipis dengan warna merah muda alami, hingga ia penasaran bagaimana jika dia mengecupnya, Raja sedikit terkejut saat Queen bangun,beruntung dengan cepat ia bisa mengembalikan rautnya ke posisi semula, meski nyatanya jantung nya berdebar takut ketahuan.
"Ini gila.." Raja menggeleng "Ini pasti karna dia yang selalu menciumku setiap pagi" ,Raja menggelang saat fikiran mesum itu tiba tiba datang. "Sialan..!"
Dimeja makan di isi keheningan mereka makan dengan khidmat, sesekali Sandi melihat Queen yang melayani Raja dan mengambilkan menu yang Raja inginkan, apakah kekhawatirannya tidak terjadi, jika benar syukurlah Sandi bisa sedikit lega sekarang.
"Kami akan pulang pa" kata Raja setelah makan siang.
__ADS_1
"Kalian tidak menginap?"
"Gak bisa pa, Raja sibuk di kantor, jadi habis antar Queen Raja mau ke kantor lagi"
"Kamu bisa ke kantor lagi tapi biar Queen di sini saja, jadi kalian bisa menginap,sekali saja"
"Tapi pa.."
"Kami akan menginap pa" Queen menengahi, Raja menghela nafasnya.
Dan kini untuk pertama kalinya Raja dan Queen satu kamar bersama,meski sudah sepakat untuk menjalankan peran suami istri tapi mereka masih menempati kamar terpisah di apartemen,tapi disini, tidak mungkin kan mereka memilih kamar terpisah saat dirumah papa Sandi.
Raja mendengus "Kenapa? Ini juga gara gara kamu kita jadi terjebak dalam satu kamar,coba tadi kita pulang.."
"Aku bisa tidur di sofa, lagian gak enak kak nolak papa" Queen mengambil bantal dan selimut.
"Kamu tidur di sini" tunjuk Raja pada ranjang, Queen mengeryit "Biar aku di sofa" Raja mengambil alih selimut dan bantal yang di genggam Queen.
Raja pun mulai berbaring dengan setengah kaki tertekuk karna badannya yang tinggi,dan sofa tak menampung dirinya sepenuhnya, Queen memperhatikan gerakan Raja yang terlihat tak nyaman "Ehmm kakak bisa pindah jika tak nyaman, biar aku yang di sana" Raja hanya diam dan memejamkan matanya.
Queen mengedikkan bahunya namun saat hendak berbaring seseorang mengetuk pintu sontak saja Raja berjengit lalu bangun, Queen dan Raja saling melirik "Kak itu papa" Raja menggulung kembali selimutnya dan membawa bantal ke arah ranjang, sementara Queen pergi kearah pintu untuk membuka pintu.
__ADS_1
"Kalian sudah tidur?" tanya Sandi.
"Belum pa," Queen melirik ke arah Raja yang juga berdiri canggung.
"Ada sesuatu yang harus papa bicarakan dengan Raja, bisa ikut papa sebentar!" Sandi melihat kearah Raja lalu mengeryit.
Raja mengangguk dan mengikuti Sandi, Queen,kembali menutup pintu lalu mengusap dadanya pelan.
Setengah jam berlalu Raja akhirnya kembali kekamar "Apa yang papa bicarakan?" Queen langsung berdiri saat Raja memasuki kamar.
"Kamu belum tidur?"
"Aku mau tau papa bicara apa, apa papa curiga" Raja menggeleng "Itu urusan pekerjaan"
Queen menghela nafasnya "Syukurlah..Ya sudah kakak tidur disini saja, nah.. aku sekat pakai guling,tenang saja aku tidak akan macam macam, jadi nanti bila ada papa atau mama mendadak, gak perlu kalang kabut kayak tadi" Queen tertawa, dan tawa itu menular pada Raja meski hanya bentuk kekehan, namun Raja membenarkan itu terasa lucu.
Raja pun berbaring di sebelah Queen dengan sekat sebuah guling Queen mematikan lampu hingga tersisa lampu tidur remang remang "Selamat tidur kak"
Cup..
Queen kembali mengecup pipi Raja.
__ADS_1