Ex Bastard

Ex Bastard
Selin..?


__ADS_3

Queen terbangun saat terdengar bunyi pintu terbuka "Kakak baru pulang?" Queen melihat Raja yang masih mengenakan pakaian semalam,Queen melihat jam di dinding jam 7 pagi,dari mana saja pria itu.


"Siapa yang menyuruhmu tidur di kamarku?" Queen mengeryit, bukan kah mereka suami istri maka sudah selayaknya mereka tinggal di kamar yang sama bukan.


"Jangan fikir pernikahan kita sama dengan yang lain nya aku tak sudi sekamar denganmu" Raja memasuki walk in closetnya dalam beberapa menit penampilannya sudah berganti lebih rapi.


"Saat aku pulang semua barang mu harus enyah dari kamarku" Raja kembali meninggalkan Queen yang masih bergeming di tempat tidur.


Brak..


Terdengar pintu terbanting keras dan mengembalikan Queen dari lamunannya, Queen mendesah lalu beranjak untuk membersihkan diri.


Queen membuka lemari es lalu berdecak saat tak menemukan apapun, ia belum sarapan,semalam Queen juga melewatkan makan malamnya.


Membawa dompet dan memutuskan turun mencari sarapan lalu setelahnya ia akan berbelanja beberapa bahan makanan,meski ia sebenarnya tak bisa memasak tapi tak ada salahnya kan belajar, bukankah menjadi istri yang baik salah satunya adalah bisa memasak dengan enak.


Queen sarapan di restoran di depan apartemen, setelah selesai Queen berjalan beberapa meter ia bisa menemukan super market, ternyata apartemen mereka berada di lokasi strategis dekat dengan pusat perbelanjan dan restoran di sisi lainnya juga ada cafe tempat nongkrong para anak muda. Queen meneliti setiap langkahnya untuk memudahkannya mengingat jikalau ia membutuhkan sesuatu.


"Aku harus pilih yang mana?" tanya nya pada diri sendiri saat melihat daging di kedua tangannya.


"Kamu ingin memasak apa? jika kamu ingin membuat steak lebih bagus yang ini" seorang pria menunjuk daging yang berada di tangan kiri Queen.


"Ah begitu kah?" pria tersebut mengangguk.


"Jika memilih daging pastikan yang masih segar, teliti dengan benar karna jika sudah tak segar akan mempengaruhi cita rasanya"


"Wah.. kamu tau banyak tentang daging?" pria tersebut terkekeh "Ah bagaimana dengan sayuran, apa saja yang bagus?"


"Kamu baru belajar memasak.." melihat Queen yang memasukan apa saja kedalam keranjanngnya,dan Queen hanya tersipu.


"Itu.. sebenarnya aku baru akan belajar memasak untuk suamiku"

__ADS_1


"Kamu sudah menikah.. pengantin baru huh?" Queen tersenyum "Ah, aku patah hati aku kira aku baru saja menemukan belahan jiwaku"


"Huh?"


"Tidak aku hanya bercanda"


"Ah.." Queen tertawa saat pria tersebut juga tertawa.


"Aku Arman" Arman mengulurkan tangannya kearah Queen.


"Aku Queen"


"Oh.. Queen senang mengenalmu"


"Aku juga"


"Kamu bisa belajar dariku soal memasak jika kamu mau"


"Ya, aku bekerja di Restoran itu" Arman menunjuk sebuah restoran.


"Oh ya, aku tadi sarapan disana"


"Benarkah? baguslah lain kali mampir lah lagi, dan kamu akan mendapat sarapan gratis"


.


.


Queen baru saja selesai memasak, lalu mengedarkan pandangannya, dapurnya berantakan persis kapal pecah, Queen menyeka keringat di dahinya lalu menghela nafasnya "Baiklah kita cicipi dulu" Queen mengambil satu sendok tumis capcay yang dimasaknya dan menyuapkannya namun dengan cepat Queen kembali memuntahkannya "Uweeek.. asin"


Queen mendesah lelah lalu kembali memasukkan sayur capcaynya kedalam tong sampah, yang ternyata sudah banyak menumpuk entah sudah berapa kali ia mencoba rasanya tetap sama gagal dengan rasa mengerikan, seingatnya ia sudah mengikuti instruksi dari vidio yang di dapatnya di y**tube tapi tetap saja gagal.

__ADS_1


Lama mencoba namun tetap gagal akhirnya Queen memilih layanan pesan antar karna perutnya sudah lapar,akibat lelah memasak.


.


.


Pulang kerja Raja langsung pergi ke rumah Selin, berharap Selin sudah tak marah lagi, Raja berharap Selin masih mau menjalin hubungan dengannya, lagi pula ia belum menjelaskan bahwa pernikahannya dan Queen hanya tiga bulan saja.


Lama menunggu Selin tak juga membuka pintu, Raja tau Selin ada dirumah karna terlihat mobil sang kekasih memang berada di garasi, sayang Raja tak bisa masuk karna pintu terkunci dari dalam.


"Sayang aku tau kamu di dalam.. aku mohon buka pintunya kita perlu bicara"


Raja mengacak rambutnya frustasi, apa yang harus ia lakukan sejak tadi Selin tak mengangkat panggilannya, beberapa pesan yang ia kirim pun sama sekali tak dibaca.


.


.


Queen menunggu Raja pulang makanan pesanannya juga sudah dingin, meski ia sudah makan terlebih dulu, ayolah Queen tak sebodoh itu menunggu Raja dengan perut kosong lagi pula ia tak yakin jika pun Raja pulang ia akan memakan makanan nya atau tidak.


Waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam, Queen terbangun setelah beberapa saat tertidur di sofa karna lama manunggu Raja.


Terdengar pintu apartmen dibuka dari luar Queen pun bergegas bangun untuk menyambut Raja, Raja terlihat berantakan dan berjalan sempoyongan.


"Kakak?" Queen menahan Raja saat Raja oleng dan hampir terjatuh.


"Kakak mabuk" Queen mencium bau alkohol yang sangat tajam dari tubuh Raja, dengan terseok, dan beberapa kali hampir terjatuh dengan tubuh mungilnya Queen akhirnya berhasil membaringkan Raja di kasurnya.


Queen melepas sepatu Raja lalu duduk di sisi Raja membuka beberapa kancing kemejanya agar Raja tak sesak,saat Queen akan bangun Raja menarik Queen kedalam pelukannya lalu berbisik.


"Aku mohon jangan tinggalkan aku.. aku sungguh mencintaimu.. aku mohon..

__ADS_1


Selin.."


__ADS_2