Ex Bastard

Ex Bastard
EdAn-Mami Edward


__ADS_3

"Mam.."


"Ini dia anak kurang ajar, kemari kau.."


"Mami.. apa salahku?" Edward berlari terus menghindar dari wanita yang di sebutnya mami itu.


"Kau punya anak dan tidak memberi tahuku, hingga aku harus mendengarnya dari berita berita itu!"


"Ayolah mam aku akan jelaskan"


Edward berdiri dibelakang Anina, yang masih menunduk, Anina bingung ia harus berbuat apa.. wanita di depannya adalah mami dari Edward, apa mami nya tidak akan setuju jika Ed menikah dengannya, lagi pula jika dibandingkan dengan Liza Anina tak ada apa apanya.


"Dan kau perempuan mengapa hanya menunduk saja!!"


"Mom, jangan berteriak seperti itu kau membuatnya takut.." Edward menutup telinga Anina.


"Maaf nyonya"


"Anak kurang ajar mengapa papi mu mewarisi anak sepertimu, ya tuhan teganya dia meninggal ku dengan anak sepertimu.. menghamili seorang gadis dan tidak bertanggung jawab.. astaga.." Ayah Edward sudah tiada sejak Edward masih remaja,dan kini tinggal maminya keluarga satu satunya.


"Dengar mam, aku sudah mendaptarkan pernikahan kami di KUA jadi mam tenang saja..."


"Apa kau bilang..! tidak akan ku biarkan kau.." Anina semakin menunduk lesu.. apa benar maminya Edward tidak akan membiarkan nya menikah dengan Edward, mengapa ia menjadi gundah.


Disaat Anina larut dalam pemikirannya, Queen turun dengan pengasuhnya,anak itu baru bangun dan mengusak matanya dan hampir menangis "Mama..hiks.."


Sontak saja semua mata tertuju pada Queen, Anina akan menghampiri Queen namun mami Edward lebih dulu berjalan mendahuluinya,Edward pun mengenggam tangan Anina agar Anina membiarkannya.


Anina melihat kearah Edward seolah mengatakan ia khawatir akan Queen.. namun ternyata...


"Oh ya tuhan, manisnya.. kenapa kau begitu mirip ayahmu yang berengsek itu.."


"Mam.. dilarang mengumpat didepan anakku"


"Diam kau!" mami Edward menatap tajam Edward yang hanya bisa menghela nafasnya.


"Ayo sayang kemari ini Granny ayo.. ayo .. peluk Granny.." Ibu Edward memeluk Queen dengan sayang dan mengusap rambutnya "Maafkan Granny tak tau kau ada.. ya tuhan.."mami Edward menitikan air matanya.

__ADS_1


"Mama..?" Queen bingung siapa wanita didepannya ini, bocah itu tak mengenalinya.


Edward mendekat pada Queen,untuk menenangkan Queen bagaimana pun Queen tak mengenal maminya "Ini Nenek nya Queen.."


"Nene.." Edward mengangguk lalu memberi senyuman pada Anina, Anina bernafas lega saat mami Edward memperlakukan Queen dengan baik, Mami Edward mengangguk lalu memeluk Queen dengan haru.


.


.


Tiba tiba suasana sedikit tenang dengan adanya Queen diantara mereka..


"Jadi apa yang akan kalian lakukan?"


"Aku sudah bilang sudah mendaptarkan pernikahan kami"


"Dan sudah kubilang tidak akan kubiarkan, aku mau ada pesta meriah.." Anina mendongak melihat mami Edward apa yang dikatakan mami Edward barusan?


"Tapi mam, tidak sekarang, masalahnya Liza sedang.."


"Tapi mam, Anina dan Queen akan.."


"Mami yang akan mengurusnya, siapa mereka berani menghujat, cucu dan menantuku...cihh enak saja"


Anina merasa terharu mendapat pembelaan dari mami Edward.. "Nyonya.."


"Jangan panggil aku nyonya, panggil Mami.. maafkan aku tak tau jika anak ku berbuat seperti itu padamu, kau pasti mengalami kesulitan selama ini" Anina tak bisa membendung air matanya.


"Maaf mami.." Edward mengelus punggung Anina tentu saja ia tau apa saja yang Anina alami selama ini, dan itu membuat rasa bersalahnya tak pernah hilang.


"Aku yang bersalah mam,.." lirih Edward


"Ya.. memang kau yang bersalah!"


"Dengar menantu jika nanti Ed, menyakitimu datang padaku, akan kubuat dia menyesal.."


"Aku tidak akan melakukan itu mam.."

__ADS_1


"Tentu saja, jika itu terjadi awas saja"


"Terimakasih.. nyo.. maksudku mami sudah menerima aku dan Queen"Mami Edward tersenyum lembut, dan menggenggam tangan Anina..


"Baiklah cucu Granny, bagaimana kita jalan jalan,." tawarnya pada Queen


"Mami pasti lelah, baru saja tiba apa tidak sebaiknya istirahat.." Mami Edward selama ini tinggal di Belanda, selama ini ia selalu diam dan tak peduli dengan hidup Edward sejak menikah dengan Liza, namun setelah bercerai Mami Edward mulai mencari tau lagi tentang Edward ia lega karna Edward sudah menyadari bahwa Liza bukan wanita yang baik, namun saat melihat konferensi pers yang Edward adakan, mami Edward bergegas datang untuk melihat kebenarannya dan ternyata benar dia memiliki cucu yang manis.


"Tidak masalah, aku suka bermain dengan cucuku.. dan kalian segera persiapkan pernikahan kalian jangan main main, enak saja hanya mendaptar di KUA,..buatkan istrimu pesta yang meriah!!"


"Baiklah mam"


Mami Edward membawa Queen pergi bersamanya, kini tinggal Anina dan Edward yang masih duduk di ruang keluaraga, Anina menarik nafasnya lega..


"Kenapa?" Anina menggeleng.


"Kamu takut Mami tidak akan setuju dengan pernikahan kita?"


"Aku hanya takut beliau tak menerima Queen"


"Mamiku tidak akan seperti itu, ya meskipun dia itu sedikit bar bar dan nyentrik.. entah dari mana Papi menemukan spesies langka seperti itu.. auhh.." Anina mencubit pinggang Edward.


"Dia Ibumu, jangan bicara sembarangan"


Edward masih mengelus pinggangnya "Ya ampun sayang kau melakukan kekerasan padaku, belum menikah saja aku sudah beberapa kali kena pukul..apalagi.."


"Apa..? tak mau menikah ya sudah.. itu lebih bagu.." Bibir Anina tak lagi mengeluarkan suara saat di bungkam oleh Edward, mata Anina membulat ia tak menyangka jika Edward akan menyerangnya dengan tiba tiba.


"Jangan bicara sembarangan" Edward mengusap bibir Anina akhirnya ia bisa merasakan bibir manis itu lagi setelah sekian lama "Sudah aku bilang aku tidak akan melepaskan mu"


Anina merasakan pipinya memanas kenapa akhir akhir ini ia seperti remaja yang kasmaran hatinya kadang merasa berbunga jika sedang bersama Edward, ah atau pengalaman nya yang minim soal cinta menjadikannya begitu terlena.


.


.


Siapkan gaun sama kado buat pergi ke hajatan Anina dan Edward ya!!

__ADS_1


__ADS_2