
Edward tersadar lalu melihat nanar tangannya yang tadi melukai Anina "Maaf.. aku .." Anin menepis tangan Edward yang hendak menyentuhnya, "An aku gak sengaja aku.." Edward di kuasai kemarahan, hingga tak menyadari ia telah menyakiti Anina.
Anina bergeming lalu pergi masuk kedalam kamarnya tanpa menoleh lagi pada Edward, Edward mengetuk pintu Anina "An, aku mohon maafin aku, aku gak sengaja.. please An " dibalik pintu Anina meluruh kelantai melepaskan tangisnya meski harus menutup mulutnya kuat, agar Queen tak mendengarnya.
Didalam kamarnya Edward terus mengumpat, sial, bagaimana bisa dia menyakiti perempuan terlebih itu Anina, Anina yang membencinya akan semakin membencinya sekarang.
"Brengsek kau Ed'' makinya.
Emosi Edward sedang tidak stabil, akhir akhir ini Edward dibuat pusing oleh Liza yang mengancamnya akan membeberkan keberadaan Queen sebagai anak haram dan akan dipastikan Anina dan Queen mendapat cemoohan dari banyak orang diluar sana.
.
.
Flashback.. resepsi pernikahan (BaKa)
Edward memasuki aula dan mengedarkan pandangannya ke setiap sudut mencari Anina dan Queen, beberapa rekan bisnis yang melihatnya segera menghampiri dan berbicara tentang beberapa hal, Edward mulai bosan dan tak sabar ingin menemui Queen dan Anina namun di tengah pencariannya tangannya dicekal oleh seseorang.
"Liza.."
"Sulit sekali menemui kamu" beberapa hari ini Liza terus mengubungi Edward namun Edward tak pernah hiraukan sama sekali, ia bahkan harus minta undangan dari pebisnis yang menyewa nya untuk dapat menemui Edward, saking kesalnya setiap ia pergi kekantor Edward bahkan selalu di usir oleh satpam, dan setelah menyelidiki beberapa hal, ia tau Edward akan datang ke pesta pernikahan Bagas dan Kanaya, awalnya ia heran bagaimana bisa Bagas menikah lagi, bukankah Bagas sudah menikah dengan wanita bernama Anina dan punya seorang putri, namun berita yang ia dapat begitu mengejutkan.
"Apa mau kamu?"
"Aku ingin bicara"
__ADS_1
"Tidak ada yang perlu kita bicarakan,menyingkirlah"
"Kamu ingin aku beberkan siapa kamu sebenarnya"
"Apa maksudmu..?"
"Ikut aku, kita bicara " Liza membawa Edward keruangan yang kosong dekat lorong menuju aula.
"Aku tak menyangka ternyata kamu lebih buruk dari ku Ed"
"Berhenti basa basi,katakan apa mau mu"
"Mudah, aku hanya ingin kamu mengembalikan karirku yang kamu hancurkan"
"Kamu menghancurkan karir mu sendiri Liza, menjadi simpanan produser dan pria hidung belang demi mencapai puncak, wanita murahan"
"Jangan macam macam kamu" Edward menatapnya tajam namun Liza tak gentar sedikitpun.
"Aku, memang murahan Ed, tapi kamu lebih bajingan, menghamili wanita lain disaat kamu akan menikah dengan ku, lalu meninggalkannya dan sekarang kamu melibatkan mereka dalam hidup kita"
"Apa selama ini kamu tak pernah mencintaiku,apa selama pernikahan perasaan kamu palsu"
"Aku mencintaimu,aku benar benar mencintaimu dengan tulus, bahkan kamu alasanku tak bisa bertanggung jawab atas kehamilan nya, bahkan aku memintanya menggugurkan kandungannya"
Liza tertegun lalu mendekat "Jika begitu bisakah kita kembali Ed,aku sungguh merindukan mu" Liza meraba dada Edward lalu memberi ciuman kepada Edward, semakin lama semakin panas.
__ADS_1
Jika dulu ia akan terpancing dan bergairah saat Liza mencumbunya, tapi tidak sekarang ia hanya merasakan jijik, dengan cepat Edward mendorong dan menghempas Liza "Aku memang mencintai kamu, tapi itu dulu dan sekarang aku menyesal lebih memilihmu dibanding darah dagingku sendiri, kamu begitu menjijikan,murahan"
Liza mengerang marah "Jika aku murahan lalu apa sebutan untuk perempuan itu Ja.lang"
"Jangan samakan dia dengan mu, bahkan akulah yang pertama untuknya"
"Ah.. jadi begitu.. baiklah, bagaimana jika orang tau, seorang direktur yang menuduh istrinya selingkuh, ternyata punya wanita lain, bahkan sudah memiliki seorang putri"
"Kamu mungkin bisa acuh, tapi bagaimana dengan perempuan itu dan anakmu, mereka akan dicap sebagai perempuan murahan dan anak haram, dan aku akan akan menjadi istri yang tersakiti, kamu tau akhir akhir ini warga net lebih berani menyerang pelakor"
"Kamu tau betul yang sebenarnya Liza, semua yang kamu tuai adalah hasil perbuatanmu sendiri"
Lisa mengedikkan bahu "Tentu, tapi orang orang tak akan mau tau, yang mereka tau aku melakukan itu karna kamu lebih dulu melakukan perselingkuhan hingga menghasilkan seorang anak"
"Apa mau kamu sebenarnya?"
"Turuti semua kemauan ku,dan jangan coba menolak jika tidak, aku pastikan Perempuan dan anakmu itu menanggung akibatnya"
Lalu esoknya ia mendapat pesan dari Liza yang memintanya bertemu di Restoran, dan yang membuat Edward marah, Liza hanya memintanya diam dan menemaninya makan, setelah itu Liza keluar dengan menggandeng tangan nya, Edward menepis namun lagi lagi Liza mengancamnya, Akhirnya ia hanya bisa pasrah menerima perlakuan Liza.
.
.
.
__ADS_1
Nah loh, kan🤔