Ex Bastard

Ex Bastard
Expart- EdAn


__ADS_3

Anina menggeliat saat merasakan mentari bersinar kearahnya dari celah gorden, Anina melihat kesisi nya dimana Edward tertidur.. tapi tak ada, Anina menghela nafasnya, sudah dua hari mereka di Bali, namun Edward sama sekali belum menyentuhnya.


Saat pertama datang Edward berkata "Aku tidak akan memaksa jika kamu belum siap,lagi pula kita harus memanfaatkan waktu berdua kita sekarang dengan saling mengenal lebih jauh dulu,aku akan sabar menunggu" padahal Anina sudah mempersiapkan diri karna tak ingin membuat Edward kecewa,Anina hanya mengiyakan saja ucapan Edward.


Masa ia Anina harus minta terlebih dulu, Anina kan baru dalam hal ini,ingat bahwa Anina tak pernah melakukan nya dengan siapapun selain Edwar , itupun dalam keadaan tak sadar.


Anina juga tak pernah mengenal seorang pria dengan rasa yang berbeda seperti jatuh cinta dan merasakan apa itu cinta, dan menjalin hubungan layaknya sepasang kekasih,karna itu pengalamannya cukup minim.


Ah.. Anina hampir lupa ia pernah merasakan apa itu cinta pada pandangan pertama, meski ia tak yakin, tapi setidaknya rasa itu berbeda dengan saat ia melihat Bagas padahal Bagas juga tak kalah tampan bahkan sangat tampan, tapi Anina tak merasa berdebar sama sekali.


Tapi saat itu, saat Anina pertama kali melihatnya Anina merasa disekitarnya tak ada orang lain hanya ada dirinya yang sedang memandang pria itu, Anina tersenyum sendiri lalu menutup wajahnya saat mengingat kejadian itu,, Astaga.. apa salah jika ia mengingat kejadian itu, tapi sekaligus ingin melupakan nya, karna tak dapat dipungkiri hari itu juga menjadi hari penuh kepahitan dalam hidupnya.


Anina tersadar dari lamunannya saat mendengar suara riak air dari kolam renang di depan kamarnya,mungkin Edward sedang berenang, ah kamar di Vila yang Edward sewa mengarah langsung ke kolam renang,dengan pemandangan lepas pantai,sungguh indah dan romantis apalagi tak perlu pergi langsung ke pantai karna dari vilanya bisa melihat matahari terbenam.

__ADS_1


Anina lagi lagi menghela nafasnya, jika bulan madu Kanaya dan Bagas 90% dikamar dan 10% di luar, maka Anina dan Edward kebalikannya, Edward selalu mengajaknya jalan jalan dan menghabiskan waktu hingga malam hari diluar.


Bukannya Anina menginginkannya,tapi ia tau bahwa Edward selalu mencoba menahannya ,entahlah mungkin Edward takut Anina memiliki trauma.


Tiba tiba terlintas sebuah ide yang didapatnya dari Kanaya, tapi masa iya Anina harus melakukannya,tapi jika dibiarkan ia merasa kasihan pada Edward.


Anina bergegas memasuki kamar mandi setelah mengambil sesuatu yang baru dibelinya kemarin saat pergi bersama Edward.


Dengan perasaan berdebar Anina melihat dirinya di cermin, apa harus benar benar melakukannya, tapi ia malu..


Anina menarik nafas lalu membuangnya beberapa kali, baiklah tidak ada salahnya bertingkah seperti itu bukan? Edward kan suaminya,bukan kah, suatu kebaikan jika kita yang menawari suami terlebih dulu,, ya ampun pipi Anina terasa panas, bayangan sebentar lagi ia akan menjadi wanita nakal di depan Edward.


Anina menarik handuk kimono di gantungan dan memakainya lalu keluar dari kamar mandi, berjalan perlahan dan membuka pintu yang mengarah kekolam renang.

__ADS_1


Terlihat Edward yang sedang bersandar di sisi kolam, dengan menengadah menikmati hangatnya matahari, mengapa Anina merasa kakinya bergetar sekarang, Edward begitu.. uuuh ungkapan apa yang harus Anina jabarkan, Edward hanya memakai celana renang pres body dan bertelanjang dada, menampilkan Dada bidang putih berototnya, juga jakunnya yang begitu jelas saat dia mendongak seperti itu membuat pikiran Anina berkeliaran, Ya ampun fikiran macam aps itu? apa dia sudah tertular kemesuman Kanaya?


Edward menyadari seseorang mendekat lalu berbalik "Sayang kamu sudah bangun?"


"Hmm,, boleh aku ikut berenang?"


.


.


.


Cie cie.. bunga mana bunga..

__ADS_1


kopi mana kopi..🤭


__ADS_2