Ex Bastard

Ex Bastard
EdAn- Masa lalu Anina


__ADS_3

Edward termenung kala tau kehidupan Anina dulu,pantas saja Anina begitu ketakutan kemarin. Edward baru saja selesai menghubungi Bude Darmi ,dan Bude Darmi pun menjelaskannya, ternyata ibu Anina juga korban pelecehan hingga menyebabkannya mengandung dan melahirkan tanpa seorang suami,siapa yang sudi menikah dengan wanita yang sudah tak suci lagi, meski Ibu Anina adalah korban tetap saja pemikiran sempit dari orang orang selalu menyalahkannya atas apa yang terjadi.


"Makanya kalo pake pakaian tuh jangan yang mengundang nafsu lelaki"


"Mungkin dia yang menggoda lebih dulu"


"Lihat aja penampilannya aja kayak gitu"


Orang orang terus menggunjing Ibu Anina, namun tak pernah sedikitpun ia merasa menyesal telah membiarkan Anina tumbuh dirahimnya, hingga Anina lahir pun hinaan tetap saja mereka terima bahkan bertambah, Anina yang semasa usianya senang bermain tak memiliki teman sama sekali.


"Jangan main sama dia, dia gak punya bapak"


"Biasanya kalau anaknya perempuan nanti ngikutin jejak ibu nya loh.. ih amit amit.."


Tak jarang juga Anina di sebut anak haram dan di olok olok teman sebayanya, Anina yang saat itu tak tau siapa ayahnya,karna ibunya tetap bungkam,hanya bisa menangis sendiri, Anina yang semakin besar semakin tumbuh ia mengerti apa yang orang orang bicarakan tentang dirinya.


Saat Anina berumur sembilan tahun Ibunya meninggalkan kampung halaman mereka dan berpindah setelah nenek Anina meninggal, Ibu Anina juga merasa tak ada alasan lagi mereka disana karna Nenek Anina sudah tiada.


Tinggal dilingkungan baru tak begitu buruk ,Ibu Anina mengaku bahwa dirinya janda ditinggal mati suaminya, hingga ada seorang pria yang melamar dan bersedia menerima Anina sebagai anaknya, Ibu Anina memutuskan menikah, baru setelah itu hidup Anina berjalan normal karna ayah sambungnya juga menyayanginya, terlebih sang ayah sambung tak bisa memiliki anak jadi Anina begitu disayang.

__ADS_1


Anina selalu berusaha menjaga dirinya,bahkan ia tak pernah berpacaran sama sekali agar tak terjerumus dan terjadi sesuatu yang tak di inginkannya.


Tak di sangka apa yang terjadi pada Ibunya juga terjadi padanya, hingga Anina begitu depresi saat mendapati dirinya hamil, bahkan mencoba bunuh diri andai saja Bagas tak mencegahnya, ingatan masa lalu yang tertanam dibenaknya membuatnya takut anaknya akan mengalami apa yang Anina alami,maka dirinya begitu manyalahkan Bagas atas apa yang terjadi padanya.


Maka dari itu Anina berusaha mempertahankan Bagas meski Bagas tak mencintainya, hanya untuk status Queen, hingga Anina menyadari semuanya salah, seharusnya bukan dengan paksaan..


.


.


.


.


.


Tanpa sadar Anina tersenyum, entah apa yang ia lakukan sekarang, bukankah ia ingin berjauhan untuk sementara dengan Edward, tapi kenapa sekarang ia tak sabar menunggu kedatangan Edward, terakhir kali ia merasa canggung saat mendapati dirinya memeluk Edward, ia kira Edward pun begitu, namun ternyata esoknya Edward datang lagi dan seperti biasa memberi kecupan manis di dahi tanpa bertanya.


Apakan benteng yang Anina bangun terlalu rapuh, apalagi sejak mengetahui bahwa Edward mencintainya meski Anina masih tak percaya, setidaknya Edward dan Liza tak seperti yang ada difikirannya.

__ADS_1


Apakah ini sebuah bentuk pembukaan hati Anina, atas sikap lembut yang Edward berikan,Anina menggeleng tidak ini masih demi Queen saja.


"Mama, papa na lama.." Anina tersadar karena Queen merengek.


Anina melihat jam di dinding, sudah satu jam ia dan Queen menunggu namun Edward tak datang juga.


"Mungkin papa sibuk sayang Queen makan duluan aja ya" Queen menggeleng matanya mulai berkaca kaca.


"Ya sudah mama coba telpon papa sebentar" Anina mencoba menghubungi Edward namun tak di angkat.. satu kali..


dua kali, mungkin Edward sibuk Anina ingin menyerah namun Queen masih menatapnya dengan penuh pengharapan.


Sekali lagi.. dan dalam panggilan ketiga terhubung "Hallo.." Anina mengeryit ini bukan suara Edward.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2