Ex Bastard

Ex Bastard
Godaan sebelum pernikahan


__ADS_3

Kita tinggalkan EdAn sesaat..


Sementara itu Bagas sedang mengadakan rapat dengan seorang rekan bisnisnya, dia sudah jengah dengan pertemuan nya yang berjalan alot, apa lagi ia melihat wanita didepan nya menggerling nakal ke arah nya tentu saja ia tau arti tatapan itu, sungguh menjijikan.


Pandangan Bagas masih datar dan fokus pada materi rapat, "Baikah tuan Jodi, saya akan pertimbangkan kembali" Bagas menjabat tangan pria paruh baya didepannya.


"Terimakasih tuan Bagas, oh iya untuk kedepannya Putri saya, yang akan mewakilkan saya di pertemuan selanjutnya" Bagas mengalihkan pandangannya pada perempuan yang sejak tadi menatapnya penuh damba "Putri saya Lena baru pulang dari Amerika dan tenang saja dia sudah berpengalaman karna dia juga bekerja disana, jadi jangan ragukan kemampuannya" Bagas mengangguk lalu mengantarkan Tuan Jodi bersama putrinya keluar ruang rapat. "Baiklah tuan Bagas saya permisi"


Tuan Jodi sudah masuk kedalam lift, namun Bagas menatap heran mengapa anak nya tak ikut dan malah masih berdiri didepannya, Bagas yang heran pun melirik Roni yang mengedikkan bahu "Masih ada perlu nona?" tanya Roni.


Perempuan bernama Lena itu menyampirkan rambutnya kebelakang telinga "Begini tuan Bagas, untuk mengakrabkan diri bagaimana jika kita makan siang bersama?" Bagas mengangkat sebelah alisnya.


"Maaf nona tuan Bagas sudah ada janji" Bagas masih diam dan Roni lah yang menimpali.

__ADS_1


Lena menatap jengah pada Roni " Ah sayang sekali tuan, bagaimana jika makan malam?" Lena mendekat kearah Bagas dan melangkah anggun layaknya penggoda "Juga tidak bisa nona" Lena mendengus.. pertama kali melihat Bagas Lena langsung jatuh cinta selama ini tak ada yang berani menolak pesonanya, dan ia yakin Bagas pun akan terpesona, meskipun sikap Bagas sejak tadi terkesan dingin.


Lena mengulurkan tangannya hendak menyentuh dada Bagas namun Roni menghadangnya, "Tuan, asisten mu sungguh tidak sopan" Bagas menggeleng dan berlalu begitu saja.


Lena melongo tak percaya dengan apa yang terjadi "Maaf nona, jika niat anda menggoda tuan saya itu tidak akan mempan, karna tuan saya sudah mati rasa pada perempuan lain, karna dia sudah punya berlian jadi tidak mungkin memilih batu koral" Roni melihat Lena dari atas kebawah seolah menegaskan bahwa itu Lena.


Sedangkan Lena mengaga tak percaya apa dia bilang batu koral..?


"Masih bagus aku kemana mana" Baiklah Lena akan mencoba lagi, dia belum menyerah dan yakin bahwa Bagas akan bertekuk lutut padanya,juga 100% yakin jika mampu menggeser posisi wanita bernama Kanaya itu.


Lena benar benar tak menyerah esoknya ia datang kembali ke kantor Bagas dengan beralasan mengantarkan berkas yang harus di tanda tangani "Masuk" Suara berat Bagas benar benar membuat Lena merinding juga terpesona, melangkah anggun dengan map di tangannya Lena mendekat kearah Bagas yang masih fokus pada laptopnya.


"Tuan ini berkas yang perlu anda tandatangani"

__ADS_1


"Mengapa merepotkan diri anda nona, seharusnya cukup kirim sekertaris anda kemari" Bagas segera membubuhkan tandatangannya.


"Aku tidak keberatan.." Lena mendekat hingga mencondongkan tubuhnya ke arah Bagas, Lena yakin aroma parfumnya akan tercium Bagas parfum khusus untuk memikat para pria dan itu terbukti ampuh.


"Lagi pula aku akan dengan senang hati datang kemari menemuimu" Lena meraih dasi Bagas.


Saat Bagas akan menepis pintu tiba tiba terbuka.. Brak..


Bagas mengulum senyum saat melihat wajah Kanaya merah padam, Bagas masih duduk dengan tenang, ia ingin melihat apa yang akan dilakukan kekasihnya pada perempuan ganjen ini.


Lena menegakkan tubuhnya "Gak sopan banget sih, ketuk dulu kek, merusak suasana aja" Bagas menatap Lena tajam.


Kanaya menatap tajam lalu menghampiri Bagas "Oh jadi ini pekerjaan kamu!" teriak Kanaya penuh amarah, sedangkan Lena tersenyum tipis merasa berhasil membuat tunangan dari tuan Bagas marah, jika mereka bertengkar maka mereka akan putus dan dengan mudah Lena akan masuk.

__ADS_1


__ADS_2