
Queen berjalan cepat bahkan sedikit berlari meninggalkan Raja, bagaimana bisa Raja berada di sana, itu berarti selama ini ia tak bermimpi tentang Raja yang berada di ranjangnya memeluknya setiap kali tidur, dan kenapa dirinya tak menyadarinya justru dengan bodohnya menganggap ini hanya mimpi belaka,aroma itu.., dan yang membuatnya kecewa Granny nya sengaja menyembunyikannya bahwa Raja berada di sana.
Raja mengejar Queen dari belakang ia begitu khawatir melihat Queen sesekali hampir terpeleset ayolah Raja bahkan merentangkan tangannya bersiap untuk menangkap Queen jika terjatuh, ia tak memikirkan bagaimana cara menjelaskan kesalah fahaman Queen,yang membuat nya khawatir adalah kandungan Queen bagaimana jika Queen jatuh itu akan berbahaya "Queen sayang jangan berlari..!" ayolah dalam perkiraan Raja Queen kini sedang mengandung anaknya, hasil satu malam bersamanya tempo hari,apalagi tadi pagi Queen mual dan muntah..
Queen mendengar kata 'Sayang' yang keluar dari mulut Raja kenapa rasanya muak sekali ayolah drama mereka sudah selesai dan bukan waktunya lagi berperan.
"Sayang berhenti kamu bisa jatuh itu berbahaya..!"
"Berhenti!" Queen berbalik dan menatap tajam Raja "Apa mau kakak?"
Raja menahan nafasnya kala melihat raut Queen dengan air mata yang mengalir, Queen menangis..perasaannya sungguh sakit.. "Sayang.."
"BERHENTI BILANG SAYANG..SAYANG!" Jerit Queen "Aku gak suka.."
"Queen.." Raja tersentak saat Queen berteriak,apa yang salah dengan kata 'Sayang'?
Queen berbalik melanjutkan langkahnya dan masuk kedalam rumah, di dalam rumah Queen menatap Granny nya kecewa lalu masuk ke kamar dengan raut sedihnya dan mengunci pintu.
Granny menoleh ke arah Raja yang menyusul Queen, lalu menghela nafasnya ia sengaja meminta Queen mengantar makanan untuk Raja agar mereka menyelesaikan masalah mereka,ia gemas sendiri dengan tingkah kedua pasangan itu, yang satu menahan perasaannya yang satu malah kucing kucingan di belakang.
__ADS_1
"Granny..?"
Granny mengangkat tangannya seolah akan mencekik Raja lalu mengumpat "Dasar bodoh.." lalu meninggalkan Raja yang meringis di depan pintu kamar Queen.
"Queen buka pintunya kita perlu bicara.." Raja mengetuk pintu.
"Mau apa kakak kemari? apa semuanya belum cukup, apa kakak belum puas menyakitiku"
"Ayolah Sayang.. kita hanya salah faham.. Queen sayang...biar aku jelaskan Queen maafkan aku sayang"
"Kubilang jangan panggil sayang, aku benci,!" teriak Queen lagi.
"Kamu salah faham,Selin sudah berbohong sama kamu.. ah sial harusnya dia tidak memfitnahku seperti ini.. ayolah Queen saya..maksudku honey.. dia tidak hamil aku bahkan tidak pernah melakukan itu dengannya.. aku hanya melakukan itu dengan kamu-Hening- Queen?" Raja menekan dahinya di pintu. "Aku bisa buktikan ayo kita bicara.."
"Selin sengaja melakukan itu karna marah aku memutuskannya.. Queen aku menyadarinya hanya kamu yang mencintaiku dengan tulus, aku salah selama ini karna sudah menyakitimu.. maafkan aku, Queen ayo kembali kita ciptakan hari bahagia tanpa peranan atau sandiwara, Queen aku..aku merindukanmu"
Queen terisak di dalam kamarnya masih bersandar di pintu dan mendengar ucapan lirih dari Raja,ia juga merindukan Raja
"Queen aku tak pernah melakukan itu dengan siapapun,aku hanya melakukan itu dengan kamu,kamu yang pertama.."
__ADS_1
Benarkah?
"Queen ayolah.. maafkan aku, apa kamu mau anak kita nanti tidak merasakan kasih sayang lengkap seperti kita,kasihan dia nanti Queen" Queen tersentak dari tangisnya lalu mengusap perut ratanya,lalu mengingat peristiwa dua bulan lalu akibat paksaan Raja.
"Lagi pula kita tidak bisa bercerai,kamu sedang hamil Queen"Raja frustasi bagaimana lagi caranya meyakinkan agar Queen mau mendengarkannya.
Ceklek..
Raja mengangkat kepalanya dan melihat Queen keluar dengan derai air mata di pipinya.
"Queen.." Raja menangkup pipi Queen lalu menghapus air mata yang masih mengalir "Maafkan aku.. saat itu saat Selin datang ke apartemen aku memutuskannya dan dia marah.. lalu dia.. sengaja memfitnahku agar kamu marah dan..
"Aku tetap ingin bercerai" Queen menunduk dalam.
"Apa?"
Queen menyingkirkan tangan Raja yang masih menangkup dipipinya,bahkan Queen bisa merasakan tangan Raja yang menegang.
"Aku tetap ingin bercerai.."
__ADS_1