
Raja baru pulang dari kantornya mendapati rumahnya gelap, kemana semua orang.
Raja turun dari mobil dan terburu buru masuk kedalam rumah,rumah yang baru dua tahun ia beli untuk kenyamanan mereka apalagi setelah memiliki Niel Raja ingin Niel hidup dilingkungan bertetangga,
fikiran buruk tiba tiba menyerangnya,ketika memasuki rumah yang sepi dan gelap
"Honey.."
Hening
"Niel.. papa pulang" biasanya Niel akan datang menyambutnya dengan ceria bocah empat tahun itu selalu memburu oleh oleh yang di bawa Raja sepulang dari kantor.
Raja meraba dimana stop kontak berada dan menekan tombol hingga lampu menyala dan rumah menjadi terang, namun masih tak ada suara.
"Bibi.." Raja memanggil asisten rumah tangga nya namun juga tak ada sahutan.
"Kemana semua orang?" gumamnya, Raja mencoba positif meski hatinya mulai khawatir Raja mengeluarkan ponselnya, sejak pagi ia sibuk dan tak menyadari tak ada panggilan atau pesan dari Queen.
"Honey..?" Raja menaiki tangga sambil menempelkan ponsel di telinganya mencoba menghubungi Queen.
-Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif..- Raja mencoba sekali lagi namun jawabannya tetap sama.
Raja merasakan jantungnya berdegup cepat "Astaga dimana kalian.." Raja berlari kearah kamar utama dimana kamarnya dan Queen berada, sepanjang perjalanan ia merasa lemas, tak pernah ia merasa setakut ini, Queen tak pernah pergi tanpa kabar,bahkan jika sekedar belanja saja Queen selalu memberitahunya.
Bayangan masa lalu tiba tiba datang saat Queen pergi meninggalkannya, tidak Raja tak mau itu terjadi.. tak mungkin bukan, ia tak melakukan kesalahan apa pun, bahkan tadi pagi mereka masih baik baik saja.
"Queen.. Honey.."
Brak..
Raja mendorong pintu keras namun yang terjadi selanjutnya ia malah terpaku di tempatnya..
Cahaya remang remang dari lilin yang di taruh diatas meja, suasana kamar dipenuhi kain putih yang sengaja di pasang di langit langit menjuntai hingga ke bawah dan beterbangan akibat angin dari jendela yang terbuka,taburan kelopak mawar dilantai, dan membentuk lingkaran, mengelilingi meja bundar dengan dua kursi saling berhadapan..
cahaya bulan yang nampak dari luar menambah kesan romantis yang diciptakan Queen.
Namun bukan itu yang menjadi fokusnya saat ini.
Raja merasakan debaran semakin kuat saat melihat sosok perempuan yang paling dicintainya.
Queen berdiri dengan gaun putih di bawah lutut, rambutnya di gerai dengan aksen mahkota di kepalanya, bak seorang ratu Queen terlihat anggun dan menawan senyum yang tak hilang dari bibirnya sejak Raja membuka pintu kamar,membuat Queen benar benar cantik.
"Happy birthday.." Queen memegang kue ukuran kecil dengan satu lilin di atasnya.
Raja berjalan menghampiri Queen dengan tangan yang masih berkeringat akibat kepanikannya.
"Honey.."
"Make a wish"
__ADS_1
Queen meminta Raja meniup lilin lewat tatapan matanya, dengan pelan Raja menutup mata lalu meniup lilin dan mengambil kue yang sejak tadi di pegang Queen dan menyimpannya di atas meja.
"Kakak terlihat sangat terkejut" Queen menyeka pelipis Raja yang masih berkeringat.
"Aku bisa gila jika tak menemukan kamu" air mata Raja turun begitu saja,jantungnya terasa akan meledak.
"Kakak begitu takut kehilangan ku?"
"Aku mungkin tak bisa hidup lagi jika itu terjadi.. Honey jangan lakukan itu lagi.. jangan menghilang dari pandanganku lagi.." Raja memeluk erat istrinya, jika saja ia tak ingat Queen sedang mengandung mungkin Raja akan memeluk lebih erat lagi hingga akan meremukkan Queen.
Queen mencebik "Kakak tidak suka kejutanku?"
Raja menggeleng "Aku suka, terimakasih.." Raja mengecup dahi Queen "Kamu bahkan terlihat sangat cantik.."
"Tapi kamu tau, begitu terkejutnya aku sampai aku gemetar takut kamu meinggalkanku lagi"
Queen menangkup pipi Raja, "Bukannya aku sudah berjanji tak akan meninggalkan kakak, yah.. kecuali kakak melakukan kesalahan yang tak bisa ku maafkan" Raja menggeleng..
"Tidak, tidak akan, aku tidak akan melakukannya.. berjanji aku berjanji, aku bersumpah" Raja menunduk ia menangis betapa takutnya Raja jika itu terjadi.
Queen mengangkat wajah Raja manatap mata Raja yang penuh ketidak berdayaan, Queen tak menyangka niatnya memberi kejutan malah jadi membuat Raja menangis karena takut"Maaf aku membuat kakak menangis" Queen berjinjit lalu memberi luma tan di bibit Raja, rasa asin dari air mata Raja tak membuatnya berhenti, Queen terus memperdalam ciumannya hingga Raja mulai melupakan rasa takutnya dan mengikuti alur Queen, Raja mendekap Queen erat tanpa melepas tautan bibir mereka.
Raja dan Queen tenggelam dalam ciuman penuh cinta yang mereka ciptakan, tak ada nafsu didalamnya hanya rasa cinta yang semakin dalam, decapan itu terdengar menambah kadar suasana romantis diantara mereka, benang saliva tercipta kala Raja melepas tautannya, matanya tak henti menatap kagum istrinya separuh jiwanya, tidak Queen adalah seluruh jiwanya.
"I love u, My Queen"
"Me too" Kembali mereka berciuman dalam dan semakin dalam, hingga Raja menganggkat tubuh Queen dan membawanya kearah ranjang,membaringkannya pelan.
Tangan Raja pun mulai mencari dimana resleting gaun Queen dan menurunkannya , tanpa terasa sudah tak ada lagi penghalang diantara mereka.
Mereka melakukannya dengan pelan, merasa tak ingin ada sutu pun yang terlewat.
Queen menahan Raja saat Raja inging memasukinya "Aku akan memberikan hadiah ulang tahun untuk kakak.."
Queen membalik posisi hingga kini berada di atas Raja, Queen menunduk dan mulai mencumbu Raja, mulai dari rahang, leher hingga dua pu ting kecoklatan di dada Raja..
Raja merasa ini adalah hadiah ulang tahun terindah di sepanjang hidupnya, kenikmatan yang diberikan Queen sungguh tiada tara, mereka sering melakukannya bahkan tanpa rasa bosan namun kali ini Raja merasa membuncah dengan kebahagiaan penuh..
Luar biasa..
Malam ini Raja dibuat menggeram dan men de sah oleh Queen..
Hingga mereka mendapat puncak bersama sama.
.
.
Queen masih terbaring di dada telan jang Raja, sedangkan Raja mengecup dan mengelus bahu putih Queen.
__ADS_1
"Aku tak menyangka akan mendapat hadiah yang luar biasa malam ini" pipi Queen memerah ia bahkan mengumpulkan keberanian untuk melakukannya bergerak lincah di atas Raja, mencoba gaya se xy yang baru di pelajarinya.
"Terimakasih My Queen.."
Queen hanya berdehem.. ia masih malu.
"Honey.. ngomong ngomong kamu kemanakan Niel?"
Queen terkekeh "Menurut kakak..?"
Raja mengangkat alisnya, seperti berfikir sesaat.. lalu tertawa..
Dia pasti sedang kerepotan mengurus Niel sekarang.
.
Epilog:
"Hua... Niel mau pulang.. hua.. mama.."
Arman mengacak rambutnya frustasi, tadi saat Niel di tinggal sedang tidur, dan sekarang ia terbangun tak mendapati Queen di dekatnya.
"Niel, tunggu sebentar ya, ayo kita main dengan uncle.."
"Tidak mau.. Niel tidak mau sama uncle.. huaaa.."
"Ayolah Niel jangan menangis.."
"Huaa Niel mau naik kuda..hiks hiks"
Arman menghela nafasnya lalu berjongkok dan menunggu Niel naik kepunggunggnya.
Aduhhh..
Niel si gempal menaiki punggung Arman, Niel mulai tertawa.
Sedangkan Arman menggerutu "Aku akan meminta uang untuk memijat badanku nanti pada orang tuamu, sialan.. diamlah jangan naik turun seperti itu.. punggungku rasanya akan patah.." Niel bergerak naik turun menirukan orang menunggangi kuda.
"Uncle, dilarang mengumpat.."
"Terserah.."
.
.
.
Dah ah.. dunia halu memang indah.. 😅
__ADS_1
jangan lupa bunganya
🌹🌹🌹🌹