
"Aku ingin memberikan kamu kesempatan lagi, aku ingin kamu kembali, aku gak bisa pungkiri kalau aku masih mencintai kamu"
"Benarkah? sungguh?" Bagas terseyum bahagia, lalu kembali memeluk Kanaya, namun kini Kanaya yang mendorong Bagas menjauh.
"Tapi gak jadi, aku gak mau punya pacar tempramen dan tukang pukul"
"Apa..?" Kanaya akan pergi namun Bagas menahannya "Sayang.?aku mohon, tadi aku kehilangan kendali, dia bilang kamu hanya balas dendam saja padaku, aku semakin tersulut apa lagi saat si brengsek itu mengatakan dia sudah menikmati semua yang ada pada mu.."
"Dan kamu percaya?" Bagas menggeleng.
"Harusnya aku gak percaya.. maaf"
"Jika suatu saat ada yang mengatakan bahwa aku ****** kamu juga akan percaya?"
"Tidak akan, harusnya aku lebih percaya kamu, Nayaku tidak akan seperti itu"
"Harusnya kamu jelaskan dan ngomong, apapun itu sama aku, bukan menyimpulkan dari kata kata orang lain, aku kecewa kamu gak percaya sama aku"
"Maaf, baiklah aku mengaku salah, ampuni aku" lirihnya, Kanaya menghela nafasnya,lalu mengangguk. "Jadi kita jadian lagi?"
Kanaya mengedikkan bahu, lalu berjalan keluar kamar, "Naya..? sayang" Bagas mengejar Kanaya dan menarik dan menyudutkan nya di tembok, hingga kini Kanaya berada dalam kungkungannya "Aku gak akan lepasin kamu lagi"
"Maafin aku.. Naya" Bagas memeluk Kanaya,dan dibalas dengan pelukan erat dari Kanaya.
"Jangan sakiti aku lagi, kali ini.."
__ADS_1
"Tidak.. tidak akan, aku berjanji"
"Berjanjilah untuk selalu jujur apapun yang terjadi, bicarakan masalah seberat apapun jangan pernah sembunyikan apapun lagi, aku mohon.. aku gak mau ini terulang lagi" Bagas mengangguk lalu mengeratkan pelukannya.
"Aku janji" Bagas tau semua kesalahannya, mulai dari menyembunyikan masalah Anina hingga berujung kehancuran hubungan mereka, harusnya mereka bicara, karna sejatinya hubungan harus dilandasi kejujuran, dan saling terbuka.
Bagas memberi kecupan di dahi Kanaya "Maafkan aku sayang, aku mencintaimu" disusul dengan kecupan yang di berikan Bagas diseluruh wajah Kanaya,saat Bagas akan mencium bibir, Kanaya menahannya.
"Berhenti.."
Bagas menggeram saat Kanaya menahannya, ayolah dia merindukan rasa bibir Kanaya "Apa?"
"Denger ya Gas,karna semua sudah rumit, kamu harus memperbaiki semua dulu sebelum kita mulai"
"Huh? maksudnya?"
Bagas menjatuhkan kepalanya dibahu Kanaya "Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya nya lesu, ia kira perjuangannya sudah berakhir rupanya masih ada lagi.
Kanaya mengulum senyumnya, "Ya kamu harus berjuang untuk mendapat simpati mereka"
"Daddy kamu mungkin bisa, aku sudah bertemu dengan nya, Tapi bang Azka aku gak yakin"
"Kamu ketemu daddy?" Kanya mendorong bahu Bagas melihat raut Bagas apa yang dikatakannya benar.
Bagas mengangguk "Aku bahkan sampai berlutut hanya untuk mendapat izin mendekatimu lagi"
__ADS_1
Kanaya tersenyum lalu menangkup pipi Bagas "Jika kamu bisa bicara dengan Daddy kenapa kamu takut sama bang Azka? daddy lebih galak dari bang Azka tau"
Bagas tak yakin Azka akan dengan mudah memberikan adiknya, yang Bagas tau Azka itu sangat protektif pada adiknya, orang yang tegas dalam bisnis, beberapa kali bahkan ia mengajukkan kerja sama berakhir penolakan pria itu mungkin karna Azka terlalu membencinya, karna sudah menyakiti adiknya.
Kanaya mendesah lalu mendorong Bagas menjauh, Bagas yang sedang melamun pun langsung tercengang melihat Kanaya pergi begitu saja "Sayang mau kemana?" Bagas dengan cepat mengejar langkah Kanaya.
"Kalau tidak sanggup, sudah menyerah saja.. aku tidak mau lelaki pecundang!"
"Bukk.. bukan begitu sayang.." Bagas gelagapan, lalu menghadang Kanaya "Aku hanya sedang berfikir bagaimana caranya mendapat simpati mereka"
Kanaya membuang muka "Kamu tidak sungguh sungguh" lirih Kanaya.
Bagas menggeleng "Tidak.. tidak.. jangan katakan itu,aku mohon.. aku sungguh tak ingin kehilangan kamu lagi.. Baiklah aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan kamu lagi, termasuk memohon sama bang Azka" Kanaya memberikan pelukan pada Bagas.
"Baiklah yang semangat ya! aku percaya kamu pasti bisa" Kanaya menepuk bahu Bagas.
Bagas tak tau Kanaya sedang tersenyum menyeringai di balik pelukan nya.
.
.
.
Like..
__ADS_1
komen..
vote..